Viral AI Milik UGM Sebut Jokowi Bukan Alumnus Kampus Tersebut

Presiden ke-7 RI, Jokowi Hadir reuni angkatan 80 Fakultas Kehutanan UGM
Presiden ke-7 RI, Jokowi Hadir reuni angkatan 80 Fakultas Kehutanan UGM

 Sistem Kecerdasan Buatan milik Universitas Gadjah Mada (UGM), yang diberinama LISA (Lean Intelligent Service Assistant) viral di media sosial. Asisten berbasis AI ini viral usai merespon sebuah kalimat ’Jokowi Alumni UGM’.

Dalam video yang diunggah di sejumlah media sosial salah satunya akun TikTok @negerikoplak LISA merespon kalimat tersebut dengan jawaban bahwa Jokowi bukan alumni Universitas Gadjah Mada. Di sana juga tertulis bahwa memang presiden ke-7 RI itu sempat berkuliah di sana namun tidak menyelesaikan studinya.

”Joko Widodo bukan alumni Universitas Gadjah Mada. Beliau menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada pada Fakultas Kehutanan tetapi tidak lulu dari sana,” demikian respon AI tersebut.

Tidak sampai di situ, kecerdasan buatan bernama LISA itu juga memberikan informasi latar belakang pendidikan Jokowi yang beragam sebelum akhirnya terjun ke dunia politik dan menjadi Presiden RI.

”Sebagai seorang tokoh nasional, beliau memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang beragam sebelum akhirnya terjun ke dunia politik dan menjabat sebagai Presiden,” sambung pernyataan AI itu.

Tak hanya sekali, pengguna LISA juga dua kali melontarkan kalimat yang sama yakni ’Jokowi Alumni UGM’ sebanyak dua kali. Namun lagi-lagi jawaban dari kecerdasan buatan itu memberikan jawaban yang sama seperti sebelumnya.

Video TikTok: https://www.tiktok.com/@negeri.koplak/video/7...

Respons Universitas Gadjah Mada (UGM)

Merespon hal ini UGM merilis siaran pers mengenai informasi AI tentang status kelulusan Jokowi dari kampus tersebut. Melansir tayangan YouTube TvOne, terdapat 10 point dalam keterangan yang disampaikan oleh juru bicara kampus UGM, I Made Andi Arsana.

Made Andi menerangkan bahwa LISA adalah hasil karya UGM melalui kerja sama dengan PT Botika Teknologi Indonesia. LISA merupakan bagian dari sebuah program komprehensif bertajuk UGM University Services kembangan Biro Transformasi Digital dan Direktorat Kemahasiswaan UGM. Tujuannya, untuk memberikan layanan terintegrasi bagi mahasiswa dan masyarakat umum.

Made Andi menyatakan, saat ini mereka telah melakukan peluncuran awal atau soft launching LISA untuk mulai dimanfaatkan publik sembari terus dikembangkan dan disempurnakan pengetahuannya melalui berbagai proses training.

”Seperti halnya AI, kemampuan LISA terus ditingkatkan melalui proses 'belajar' dengan dua cara. Pertama, dengan asupan data dan informasi internal UGM. Kedua, menggunakan data dan informasi dari luar UGM atau internet apabila data atau informasi internal tidak memadai untuk menjawab sebuah permintaan/pertanyaan,” kata dia.

UGM menilai informasi yang disajikan LISA tentang Jokowi tidak konsisten menyetakan Jokowi bukan alumni tetapi juga menyatakan bahwa ia menyelesaikan pendidikan di Fakultas kehutanan UGM. Inkonsisten lainnya kata I Made Andi mengenai informasi yang menyatakan Jokowi tidak lulus, padahal sebelumnya menyatakan bahwa ia menyeelesaikan pendidikan di UGM.