GKR Panembahan Timoer Tegaskan Tak Ingin Pihak Keraton Surakarta Terkesan Berebut Dana Hibah
Konflik penerus tahta Keraton Kasunanan Surakarta membuat pencairan hibah dari Pemkot Solo tertunda.
Dua kubu masih mengklaim sebagai pewaris yang berhak mengelola anggaran tersebut.
Pemerintah daerah belum dapat menyalurkan dana karena belum ada penanggung jawab yang sah.
Di tengah situasi itu, GKR Panembahan Timoer menekankan pihaknya tidak ingin Keraton Surakarta terkesan berebut uang.
GKR Panembahan Timoer Tak Ingin Dinilai Berebut Hibah
Penghageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, menegaskan dirinya tidak ingin terkesan berebut uang di tengah kebingungan Pemerintah Kota Solo terkait pencairan dana hibah.
Hingga kini, masih ada dua kubu yang mengklaim sebagai pewaris tahta.
“Untuk itu saya mendingan ini dulu, nanti khawatir dikiranya rebutan uang,” ujarnya saat ditemui di Sasana Handrawina, Rabu (26/11/2025).
Pada kesempatan yang sama, Sinuhun Pakubuwono XIV Purboyo resmi mengukuhkan bebadan baru di Sasana Handrawina.
GKR Panembahan Timoer menjelaskan, pihaknya ingin masyarakat luas mengetahui keberadaan lembaga tersebut.
Ia menambahkan, pihaknya akan segera menyurati pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk memberitahukan pembentukan bebadan baru ini.
“Saya hanya ingin masyarakat tahu, pemerintah tahu, di sini sudah ada kelembagaan baru yang dipimpin Pakubuwono XIV. Presiden dan jajarannya, pastinya sampai Wali Kota. Ketua DPR, MPR, Kapolri pun kami tembusi,” jelasnya.
Menurutnya, surat resmi akan dilayangkan minggu depan agar pemerintah mengetahui secara formal keberadaan bebadan yang dibentuk Sinuhun Pakubuwono XIV Purboyo.
“Pastinya akan memberitahukan jajaran pemerintah untuk pemberitahuan secara resmi di Keraton Kasunanan Surakarta sudah ada terbentuk kelembagaan yang dipimpin Pakubuwono XIV. Kemungkinan minggu depan sowan surat ke Jakarta,” tutur GKR Panembahan Timoer.
Pemkot Solo Tahan Dana Hibah Karena Dualisme Kepemimpinan
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Solo, Budi Murtono, memastikan pihaknya tidak akan mencairkan hibah senilai sekitar Rp200 juta kepada Keraton Kasunanan Surakarta sebelum ada kesepakatan mengenai penerus tahta.
Menurutnya, harus ada satu pihak yang bertanggung jawab atas penggunaan dana tersebut.
“Ya iya (belum bisa pencairan). Kita mau kepada siapa yang bertanggung jawab dana itu siapa. Iya, penerima hibah harus membuat LPJ,” tegasnya.
Seperti diketahui, setelah pemakaman Sinuhun Pakubuwono XIII pada Rabu (5/11/2025), muncul dua versi mengenai penerus tahta Keraton Kasunanan Surakarta.
KGPAA Hamangkunegoro menyatakan dirinya sebagai Pakubuwono XIV di depan jenazah ayahnya sebelum diberangkatkan.
Beberapa hari kemudian, Lembaga Dewan Adat (LDA) menobatkan KGPH Hangabehi sebagai Pakubuwono XIV dalam prosesi di Sasana Handrawina, Kamis (13/11/2025).
Hal ini memunculkan adanya dualisme kepemimpinan dan konflik suksesi di Keraton Surakarta.
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul "Soal Pencairan Dana Hibah Keraton Solo, GKR Timoer Rumbai Tegaskan Tak Ingin Terkesan Rebutan Uang".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang