Susunan Bebadan Keraton Surakarta di Bawah Kepemimpinan Pakubuwono XIV Hamengkunegoro

PB XIV Hamengkunegoro, Keraton Kasunanan Surakarta, Pakubuwono XIV, Keraton Surakarta, bebadan baru keraton surakarta, Susunan Bebadan Keraton Surakarta di Bawah Kepemimpinan Pakubuwono XIV Hamengkunegoro, Susunan Bebadan Keraton Surakarta di Bawah PB XIV Hamengkunegoro, Penegasan Terkait Bebadan Lama, Pembentukan Bebadan setelah Pemberian Gelar, Dualisme Keraton Kasunanan Surakarta

Keraton Kasunanan Surakarta memiliki bebadan baru di bawah kepemimpinan Pakubuwono XIV Hamengkunegoro.

Susunan bebadan baru ini ditetapkan pada Rabu (19/11/2025), hanya empat hari setelah prosesi kenaikan tahta PB XIV Hamengkunegoro pada Sabtu (15/11/2025).

Bebadan adalah struktur organisasi atau lembaga di dalam keraton yang membantu raja dalam menjalankan pemerintahan.

Bebadan ini akan bekerja membantu raja dalam administrasi, pelaksanaan kebijakan, hingga urusan budaya dan keputren.

Pembentukan ini menjadi langkah awal dari pemerintahan PB XIV Hamengkunegoro di tengah kondisi keraton yang masih menghadapi dualisme.

Susunan Bebadan Keraton Surakarta di Bawah PB XIV Hamengkunegoro

Dilansir dari TribunSolo.com, berikut adalah susunan bebadan Keraton Kasunanan Surakarta di bawah kepemimpinan PB XIV Hamengkunegoro:

Susunan Pangageng

Beberapa tokoh yang ditunjuk sebagai Pangageng antara lain:

  • GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani sebagai Pangageng Sasana Wilapa
  • KGPHA Panembahan Dipokusumo memegang peran sebagai Pangageng Parentah Karaton
  • GKR Alit menjabat Pangageng Keputren
  • KGPH Panembahan Benowo menjadi Pangageng Kasentanan
  • GKR Devi Lelyana Dewi ditunjuk sebagai Pangageng Kebudayaan dan Pariwisata
  • KRAy Febri Dipokusumo bertugas sebagai Pangageng Kahartaan

Susunan Pangarsa

Di posisi Pangarsa yang mengampu administrasi budaya, yaitu:

  • KPH Kusumo Hadiwinoto sebagai Pangarsa Yogisworo
  • GKR Dewi Ratih Widyasari sebagai Pangarsa Pasiten
  • BRM Yudhistira Rachmat Saputra sebagai Pangarsa Mandra Budhaya
  • KRA Citro Adiningrat dipercaya memimpin Sasanaprabu, Katipraja, dan Kartipura

Jabatan Lain di Keraton

Selain susunan Pangageng dan Pangarsa, ada juga jabatan lain meliputi:

  • KPAA Sugeng Nugroho Dwijonagoro sebagai Sekretaris Pribadi Raja
  • KPA Singonagoro ditetapkan sebagai Juru Bicara resmi Sinuwun Pakubuwono XIV

Lembaga Hukum Raja

Bidang hukum ditempatkan dalam satu lembaga khusus yang diampu oleh:

  • KP Dr. Teguh Satya Bhakti, SH., MH.
  • KP Dr. (c) Sionit T. Martin Gea, SH., MH.

Penegasan Terkait Bebadan Lama

Pangageng Sasanå Wilapa, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, menegaskan bahwa Pakubuwono XIV tidak menggunakan struktur era Pakubuwono XIII.

“Tentu tidak (menggunakan bebadan lama). Karena setiap kepemimpinan baru bergantinya seorang raja mereka akan melantik kelembagaan atau bebadan yang baru sesuai dengan keputusan raja atau pandangan raja apakah beliau mampu memegang kepemimpinan di keraton,” jelasnya, Sabtu (15/11/2025).

Pembentukan Bebadan setelah Pemberian Gelar

Sebelumnya, PB XIV Hamengkunegoro juga telah memberikan gelar baru bagi lima kerabat keraton.

Ada lima kerabat yang mendapat kekancingan setelah upacara naik tahta atau jumenengan digelar pada Sabtu (15/11/2025) lalu.

Kekancingan adalah surat keputusan atau penetapan resmi yang dikeluarkan oleh Keraton Solo.

Tiga tokoh yang menerima gelar Panembahan adalah KGPA Panembahan Dipokusumo, KGPA Panembahan Benowo, dan GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani.

Selain itu, dua kerabat lain, GKR Devi Lelyana Dewi dan GKR Dewi Ratih Widyasari, juga memperoleh kenaikan pangkat.

Gelar ini dikenal bukan sekadar simbol kehormatan, tetapi status yang diberikan kepada tokoh paling dituakan dalam struktur Keraton Kasunanan Surakarta.

Dualisme Keraton Kasunanan Surakarta

Setelah Pakubuwono XIII wafat, Keraton Kasunanan Surakarta terpecah menjadi dua kubu.

Sebagian kerabat tidak mengakui KGPH Purbaya atau KGPAA Hamengkunegoro, dan memilih menobatkan putra tertua Pakubuwono XIII, KGPH Mangkubumi/Hangabehi, sebagai penerus tahta.

GKR Timoer menyebut pihaknya telah mencoba menjalin komunikasi dengan kerabat yang menolak kepemimpinan Pakubuwono XIV, namun tidak menemukan titik temu.

“Kalau tidak mau kita ajak baik kita tinggalkan. Kalau kita menengok ke belakang terus tidak akan maju-maju seperti masanya PB XIII,” tegasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul “Empat Hari Setelah Naik Tahta, Pakubuwono XIV Keraton Solo Umumkan Bebadan Baru, Ini Daftarnya” dan "Jumenengan Raja Keraton Solo PB XIV Hamengkunegoro, Lima Kerabat Dapat Kekancingan". 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.