Akui Kurang Empati, Prilly Latuconsina Tegaskan Tak Ingin Serobot Kesempatan Kerja Orang Lain

Akui Kurang Empati, Prilly Latuconsina Tegaskan Tak Ingin Serobot Kesempatan Kerja Orang Lain

Prilly Latuconsina akhirnya memberikan penjelasan terbuka terkait polemik yang muncul setelah ia menggunakan fitur #OpentoWork di LinkedIn. 

Melalui video klarifikasi yang diunggah di Instagram pribadinya pada Selasa (3/2/2026), Prilly meminta maaf secara tulus kepada publik dan mengakui bahwa tindakannya membuat banyak orang merasa tidak nyaman, marah, bahkan kecewa. 

Ia juga menjelaskan alasan sebenarnya di balik penggunaan fitur tersebut, yang tidak dimaksudkan untuk pencitraan atau mencari pekerjaan tetap.

Prilly mengawali video klarifikasinya dengan menyatakan permohonan maaf yang tulus. 

"Pertama-tama, aku minta maaf dengan tulus kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa enggak nyaman atau kesalahpahaman," ungkapnya, dikutip dari , Rabu (4/2/2026).

Ia menyadari bahwa banyak orang merasa tidak nyaman dengan tindakannya tersebut, terutama di tengah kesulitan ekonomi dan tingginya angka pengangguran.

Alasan di balik penggunaan #OpentoWork

Prilly menegaskan bahwa meskipun fitur #OpentoWork sering digunakan oleh pencari kerja untuk mencari pekerjaan tetap, itu bukanlah tujuannya. 

Sebagai seorang artis dan pengusaha, Prilly mengaku menggunakan fitur tersebut untuk membuka peluang kolaborasi di berbagai bidang profesional yang selama ini belum ia coba. 

"Aku ingin menegaskan bahwa sejak awal aku tidak perniat berniat untuk tidak bersikap sensitif apalagi tidak empati pada situasi yang banyak dihadapi orang-orang saat ini," ucap Prilly. 

Bagi Prilly, menggunakan fitur tersebut bukan berarti ia mau mengambil "jatah" pekerjaan orang lain. Melainkan menjadi upayanya untuk terus mengembangkan kapasitasnya sebagai individu. 

Ia juga menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk menyerobot kesempatan orang lain, melainkan sebagai bagian dari proses belajarnya dan upayanya untuk terus bertumbuh.

"Ini bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapa pun, melainkan sebagai bagian dari proses belajarku dan upayaku untuk terus bertumbuh," jelasnya. 

Prilly mengakui kurang empati

Namun, Prilly juga mengakui bahwa ia kurang empati ketika banyak orang Indonesia sedang kesulitan mencari kerja.

Ia menyadari bahwa banyak orang yang sedang berjuang mencari pekerjaan dan menganggap penggunaan fitur #OpentoWork oleh seorang selebriti seperti dirinya bisa terlihat tidak sensitif. 

"Aku sadar, posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang, dan aku mengerti kenapa hal ini bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak," ujar Prilly.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang