Pakubuwono XIV Batasi Masa Jabatan Bebadan Keraton Surakarta Jadi Lima Tahun
Sinuhun Pakubuwono XIV Hamengkunegoro mengambil kebijakan baru terkait masa jabatan bebadan Keraton Kasunanan Surakarta.
Kebijakan tersebut mematok masa jabatan bebadan hanya lima tahun dan langsung diterapkan setelah pengukuhan di Sasana Handrawina pada Rabu (26/11/2025).
Langkah ini memutus tradisi lama bebadanan yang selama ini menjabat sepanjang masa kepemimpinan sang raja.
Keputusan itu menjadi sorotan publik karena dinilai membawa mekanisme evaluasi kepengurusan yang lebih modern dan akuntabel.
Alasan Pembatasan Masa Jabatan Bebadan Keraton Surakarta
Dilansir dari TribunSolo.com, Penghageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, menyampaikan bahwa perubahan ini merupakan langkah Sinuhun untuk menciptakan tata kelola yang sehat dan transparan.
“Kalau yang lalu sepertinya sepanjang umur raja bebadannya. Ini sinuhun meminta tidak seperti itu lagi supaya bisa merefresh kinerjanya, bisa ternilai ketika lima tahun,” ujar GKR Panembahan Timoer pada Rabu (26/11/2025).
Prosesi pengukuhan dimulai dari pembacaan dhawuh dalem dan pengangkatan sumpah di Sasana Parasdya sebelum dilanjutkan doa bersama.
Seluruh sentana dan abdi dalem kemudian menuju Sasana Handrawina untuk menandatangani pakta integritas di hadapan Sinuhun.
“Di Parasdya prosesinya hanya pengangkatan sumpah dan dhawuh dalem. Tapi karena banyak yang di dalam bebadan adalah putra-putri Pakubuwono XII, sinuhun ini kan jatuhnya ponakan dengan beliau-beliau, upacaranya menjadi seperti ini. Tidak layak sinuhun lenggah kami berdiri di Parasdya,” lanjutnya.
Struktur Baru Ikuti Perubahan Zaman
GKR Panembahan Timoer menekankan pentingnya pengukuhan ini agar masyarakat mengetahui struktur resmi yang bekerja di bawah Sinuhun Pakubuwono XIV.
“Yang di sini prosesi pembacaan siapa saja yang jadi bebadan. Supaya abdi dalem panjenengan tahu muka kami siapa saja, nama yang jadi bebadan Sinuhun Pakubuwono XIV. Tanda tangan supaya tidak seperti yang lalu,” jelasnya.
Menurutnya, sejumlah struktur tetap dipertahankan, namun beberapa posisi baru ditambahkan untuk menyesuaikan perkembangan zaman, termasuk bebadan keamanan, dokumentasi, dan teknologi informasi.
“Yang lama tetap kami pertahankan, yang baru ada. Seperti adanya bebadan keamanan, dokumentasi dan IT, itu bebadan baru. Staf khusus itu kan hubungan dengan luar disinergikan dengan yang di dalam. Kita harus menyesuaikan zaman. Kalau nanti tidak mengikuti itu kita akan ketinggalan,” tuturnya.
Penghageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, saat ditemui di Sasana Handrawina, Rabu (26/11/2025).
Keraton Siapkan Pemberitahuan Resmi ke Pemerintah
Keraton Kasunanan Surakarta diketahui akan mengirimkan surat resmi kepada pemerintah pusat hingga daerah terkait terbentuknya bebadan baru yang dipimpin Pakubuwono XIV Purboyo.
“Saya hanya ingin masyarakat tahu pemerintah tahu di sini sudah ada kelembagaan baru yang dipimpin Pakubuwono XIV. Presiden dan jajarannya. Pastinya sampai Wali Kota. Ketua DPR MPR Kapolri pun kami tembusi,” jelas GKR Panembahan Timoer.
Surat resmi tersebut rencananya akan dikirim minggu depan sebagai pemberitahuan formal terkait struktur bebadan baru.
“Pastinya akan memberitahukan jajaran pemerintah untuk pemberitahuan secara resmi di Keraton Kasunanan Surakarta sudah ada terbentuk kelembagaan yang dipimpin Pakubuwono XIV. Kemungkinan minggu depan sowan surat ke Jakarta,” tuturnya.
Sementara, berbicara soal dana hibah yang kini hangat diperbincangkan, dia menyatakan tak mau terburu-buru.
GKR Panembahan Timoer menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan pemerintah mengetahui terbentuknya bebadan baru.
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul "ALASAN Pakubuwono XIV Purboyo Putus Tradisi Lama Bebadan Jabat Sepanjang Kepemimpinan Raja Solo" dan "Keraton Solo Segera Kirim Surat ke Presiden, Umumkan Bebadan Baru PB XIV Purboyo".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang