PSI Tidak Didedikasikan untuk Keluarga Jokowi, Tegas Ahmad Ali
Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menegaskan bahwa PSI tidak diperuntukkan bagi kepentingan keluarga Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Pernyataan ini disampaikan saat Ahmad Ali memberi arahan dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Se-Sultra di Kendari, Jumat (21/11/2025).
"Partai ini, kami, atau Pak Jokowi tidak akan dedikasikan untuk kepentingan keluarga, hanya karena kebetulan Kongres mengamanati Kaesang sebagai Ketua Umum, yang kebetulan adalah putra beliau. Tapi, selamanya ke depan tidak akan dilestarikan untuk keluarga beliau," ujar Ali.
PSI Harus Dimiliki Anggotanya Sendiri
Ahmad Ali menjelaskan, untuk memutus mata rantai politik keluarga, PSI ke depan harus benar-benar dimiliki oleh anggotanya sendiri.
Ali mencontohkan, jika kondisi memungkinkan, Ketua DPW PSI Sultra, Raji’un, bisa menjadi Ketua Umum di masa depan, meski ia bercanda bahwa usia Raji’un “sudah lewat.”
"Bisa jadi Pak Raji'un menjadi Ketua Umum, tapi kayaknya umurnya sudah lewat," ucap Ali disambut tawa para kader.
Ali menambahkan, PSI yang mapan kelak akan menjadi harapan bagi anak-anak muda Indonesia. Ia menekankan alasan mengapa Jokowi dijadikan patron bagi PSI.
"Tidak semata-mata karena dia adalah presiden. Kalau presiden itu anaknya mantan presiden, biasa saja. Tapi Pak Jokowi ini harus menjadi patron bagi PSI, bagi anak-anak Indonesia. Karena kenapa? Beliau dari kampung, dari desa sama dengan kita yang ada di sini," papar Ali.
Lebih lanjut, Ali menegaskan bahwa latar belakang keluarga Kaesang tidak menjadi alasan PSI menempatkan dirinya dalam kepemimpinan.
"Bukan anaknya siapa-siapa, ayahnya, neneknya Kaesang, kakeknya Kaesang, bukan darah biru di dunia politik. Bukan orang kaya, tukang kayu, tapi dia bisa membuktikan, beliau bisa membuktikan bahwa ketika rakyat memberi kepercayaan," sambung Ali.
PSI Targetkan Nomor 1 di Pemilu 2029
Dalam penutupan Rakorwil PSI Se-Sultra, Ali menekankan pentingnya ambisi politik PSI untuk menjadi partai nomor satu di Pemilu 2029.
"Jangan pernah merasa puas dengan capaian kita hari ini. Jadikan semua partai sebagai kawan, tapi dalam politik tidak ada kawan yang abadi. Semua haruslah kita tanamkan dalam diri kita untuk mengalahkan semua partai-partai politik. Karena kita ingin nomor 1. Kalau kita ingin nomor 1, maka seenggaknya harus mengalahkan partai-partai yang lain," ujar Ali.
Ali menegaskan, PSI hanya ingin menang, bukan menjadi juara dua atau berada di posisi di bawah partai lain.
Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan Mau Menang Pemilu 2029, PSI: Kita Habisi Siapapun Partai yang Menghalangi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.