Raja Keraton Surakarta dari Masa ke Masa, PB II hingga XIII

Keraton Surakarta, Pakubuwono XIII, Raja Keraton Surakarta, Raja Keraton Surakarta dari Masa ke Masa, PB II hingga XIII, 1. Sri Susuhunan Pakubuwono II (1745–1749), 2. Sri Susuhunan Pakubuwono III (1749-1788), 3. Sri Susuhunan Pakubuwono IV (1788-1820), 4. Sri Susuhunan Pakubuwono V (1820-1823), 5. Sri Susuhunan Pakubuwono VI (1823-1830), 6. Sri Susuhunan Pakubuwono VII (1830-1858), 7. Sri Susuhunan Pakubuwono VIII (1858-1861), 8. Sri Susuhunan Pakubuwono IX (1861-1893), 9. Sri Susuhunan Pakubuwono X (1893-1939), 10. Sri Susuhunan Pakubuwono XI (1939-1945), 11. Sri Susuhunan Pakubuwono XII (1945-2004), 12. Sri Susuhunan Pakubuwono XIII (2004-2025)

Berdirinya Kerajaan Kasunanan Surakarta Hadiningrat bermula dari pemindahan pusat pemerintahan dari Kasunan Kartasura ke Desa Sala pada tahun 1743 oleh Sri Susuhunan Pakubuwono II.

Peristiwa itu menandai lahirnya Keraton Surakarta, dengan Pakubuwono II sebagai raja terakhir Kasunanan Kartasura sekaligus raja pertama Kasunanan Surakarta.

Sejak saat itu, Keraton Surakarta telah berganti sebanyak 12 kali, mulai dari Pakubuwono II diganti Pakubuwono III, hingga terakhir Pakubuwono XIII yang wafat pada 2 November 2025.

 

Raja Keraton Surakarta dari Masa ke Masa

Dikutip dari Kompas.com, berikut daftar Raja Keraton Surakarta sejak awal hingga terakhir Pakubuwono XIII:

1. Sri Susuhunan Pakubuwono II (1745–1749)

Susuhunan Pakubuwono II atau Raden Mas Prabuyasa merupakan putra Sunan Amangkurat IV dan Gusti Kanjeng Ratu Kencana.

Ia lahir pada 8 Desember 1711 dan diangkat menjadi raja Kerajaan Mataram Islam pada tahun 1726 saat berusia 15 tahun.

Pakubuwono II memimpin Kasunanan Kartasura (1726–1742) dan kemudian Kasunanan Surakarta (1745–1749).

2. Sri Susuhunan Pakubuwono III (1749-1788)

Sri Susuhunan Pakubuwono III, yang memiliki nama kecil Raden Mas Suryadi, adalah raja Mataram terakhir sekaligus sunan pertama Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Pada 1749, Raden Mas Suryadi dilantik Belanda menjadi raja Mataram untuk menggantikan Pakubuwono II yang wafat karena sakit.

3. Sri Susuhunan Pakubuwono IV (1788-1820)

Sri Susuhunan Pakubuwono IV adalah putra Pakubuwono III yang lahir dengan nama Raden Mas Subadya.

Pakubuwono IV memerintah selama 32 tahun, hingga akhir hidupnya pada 2 Oktober 1820.

4. Sri Susuhunan Pakubuwono V (1820-1823)

Lahir dengan nama Raden Mas Sugandi, Sri Susuhunan Pakubuwono V adalah putra Pakubuwono IV dan permaisuri KRAy. Handoyo.

Sebelum naik takhta menggantikan ayahnya, Raden Mas Sugandi lebih dulu diangkat menjadi putra mahkota bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Amangkunegara Ing Surakarta.

5. Sri Susuhunan Pakubuwono VI (1823-1830)

Sri Susuhunan Pakubuwono VI—Raden Mas Sapardan—adalah putra Pakubuwono V yang mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro, serta turut ditangkap dan diasingkan ke Ambon.

Untuk menghargai jasanya, Pakubuwono VI telah dikukuhan sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No. 294 Tahun 1964.

6. Sri Susuhunan Pakubuwono VII (1830-1858)

Setelah Pakubuwono VI diasingkan Belanda ke Ambon, takhta Kasunanan Surakarta pindah ke tangan pamannya, Sri Susuhunan Pakubuwono VII atau Raden Mas Malikis Solikin.

Pakubuwono VII adalah putra Pakubuwono IV dan Raden Ayu Sukaptinah atau Kanjeng Ratu Kencana Wungu.

7. Sri Susuhunan Pakubuwono VIII (1858-1861)

Sri Susuhunan Pakubuwono VIII adalah putra Pakubuwono IV sekaligus kakak dari Pakubuwono VII, tetapi lain ibu.

Ketika naik takhta menggantikan Pakubuwono VII yang tidak memiliki keturunan laki-laki, usianya sudah 69 tahun, sehingga hanya memerintah selama tiga tahun.

8. Sri Susuhunan Pakubuwono IX (1861-1893)

Sri Susuhunan Pakubuwono IX lahir dengan nama Raden Mas Suryo Duksina.

Ia dikenal sebagai sunan yang aktif menulis karya sastra yang sarat akan nasihat.

Pakubuwono IX juga aktif melakukan renovasi bangunan keraton, hingga dijuluki sebagai Sinuhun Bangun Kedhaton.

9. Sri Susuhunan Pakubuwono X (1893-1939)

Lahir dengan nama Raden Mas Sayiddin Malikul Kusno, Sri Susuhunan Pakubuwono X adalah putra Pakubuwono IX dan Kanjeng Ratu Kustiyah.

Pakubuwono X dikenal aktif dalam pergerakan nasional, pelopor pembangunan dan pendidikan rakyat.

Atas jasa-jasanya, Pakubuwono X dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2011.

10. Sri Susuhunan Pakubuwono XI (1939-1945)

Sri Susuhunan Pakubuwono XI, memiliki nama Raden Mas Ontoseno, memimpin pada masa Perang Dunia II, sekaligus menandai pergantian pemerintah penjajahan dari Belanda ke Jepang.

Namun, Pakubuwono XI meninggal sebelum kemerdekaan Indonesia, yakni pada 1 Juni 1945.

11. Sri Susuhunan Pakubuwono XII (1945-2004)

Sri Susuhunan Pakubuwono XII adalah putra Pakubuwono XI dan KRAy. Koespariyah yang lahir dengan nama Raden Mas Suryo Guritno.

Pakubuwono XII menjadi penguasa terlama yang memerintah Kasunanan Surakarta, yakni selama 59 tahun.

12. Sri Susuhunan Pakubuwono XIII (2004-2025)

Sri Susuhunan Pakubuwono XIII adalah putra tertua Pakubuwono XII yang lahir dengan nama GRM Suryadi yang diganti menjadi GRM. Suryo Partono.

Pakubuwono XIII memimpin kurang lebih selama 21 tahun dan baru saja berpulang pada Minggu (2/11/2025) sekitar pukul 07.30 WIB di Rumah Sakit Indriati, Solo.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, kondisi kesehatan Pakubuwono XIII diketahui memang terus menurun.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.