Berapa Anak Pakubuwono XIII? Ini 7 Profil Mereka

Pakubuwono XIII, PB XIII, Keraton Solo, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, anak Pakubuwono XIII, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Gusti Purbaya, Berapa Anak Pakubuwono XIII? Ini 7 Profil Mereka, 1. GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, 2. GRAy Devi Lelyana Dewi, 3. GRAy Dewi Ratih Widyasari, 4. GRAy Sugih Oceania (Almarhumah), 5. GRAj Putri Purnaningrum, 6. KGPH Mangkubumi (Hangabehi), 7. KGPAA Hamangkunegoro (Gusti Purbaya)

Wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII (PB XIII) menandai akhir masa kepemimpinan panjangnya di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Pakubuwono XIII meninggal dunia di Rumah Sakit Indriati, Solo Baru, Jawa Tengah, pada Minggu (2/11/2025) pukul 07.30 WIB.

Pria bernama asli Gusti Raden Mas Suryo Partono ini berpulang pada usia 77 tahun setelah menderita sakit.

PB XIII dimakamkan di Makam Raja-Raja Mataram, Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (5/11/2025).

PB XIII merupakan putra tertua Pakubuwono XII.

Ia lahir pada 28 Juni 1948 dengan nama kecil Gusti Raden Mas Suryadi, yang kemudian diubah menjadi Gusti Raden Mas Surya Partana karena kondisi kesehatannya yang sering menurun semasa kecil.

Pakubuwono XIII naik takhta menggantikan Sri Susuhunan Pakubuwono XII, yang memimpin Keraton Solo sejak 1945 hingga wafat pada 2004.

Dengan demikian, PB XIII mulai memerintah sejak 2004, didampingi oleh Permaisuri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwono.

Sementara, Pakubuwono XIII menikah sebanyak tiga kali dan memiliki tujuh anak kandung.

Pernikahan pertama PB XIII dengan Nuk Kusumaningdyah atau Kanjeng Raden Ayu (KRAy) Endang Kusumaningdyah, yang dikarunia tiga anak perempuan.

Pernikahan keduanya dilakukan dengan Winari Sri Haryani atau KRAy Winari Sri Haryani, yang juga berakhir sebelum PB XIII naik takhta. Dari pernikahan ini, lahir tiga anak.

PB XIII menikah ketiga kalinya dengan Asih Winarni atau KRAy Pradapaningsih, yang juga dikenal sebagai Gusti Kanjeng Ratu Pakubuwana. Dari pernikahan ini lahir seorang anak laki-laki.

Berikut sosok tujuh anak kandung dari Sinuhun Pakubuwono XIII.

Profil 7 anak Pakubuwono XIII

1. GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani

Gusti Kanjeng Ratu Timoer Rumbai Kusuma Dewayani atau GKR Timoer Rumbai adalah putri sulung PB XIII dari pernikahan dengan Kanjeng Raden Ayu (KRAy) Endang Kusumaningdyah, yang juga dikenal dengan nama Nuk Kusumaningdyah.

GKR Timoer dikenal sebagai sosok yang aktif dan terbuka dengan masyarakat.

Ia cukup aktif di media sosial, terutama melalui akun Instagram @gkrtimoer, di mana ia kerap membagikan kegiatan keluarga dan aktivitas sosialnya.

Sebagai anak tertua, GKR Timoer Rumbai sering kali menjadi penghubung antara keluarga besar keraton dan masyarakat umum, terutama dalam kegiatan adat maupun budaya.

2. GRAy Devi Lelyana Dewi

Gusti Raden Ayu Devi Lelyana Dewi atau GRAy Devi Lelyana Dewi merupakan putri kedua Pakubuwono XIII, juga dari pernikahan dengan KRAy Endang Kusumaningdyah.

GRAy Devi dikenal berkepribadian lembut dan memiliki minat pada kegiatan budaya Jawa.

Ia aktif berinteraksi dengan masyarakat melalui media sosial dengan akun @graydevi, di mana ia sering menampilkan kegiatan keraton dan upaya pelestarian adat Jawa di era modern.

3. GRAy Dewi Ratih Widyasari

Gusti Raden Ayu Dewi Ratih Widyasari, atau yang lebih dikenal dengan nama GRAy Ratih, merupakan putri ketiga PB XIII dan juga anak dari KRAy Endang Kusumaningdyah.

GRAy Ratih dikenal memiliki perhatian besar pada seni dan budaya Jawa.

Ia aktif di media sosial dengan akun @grayratih, tempat ia membagikan foto-foto kegiatan budaya, prosesi adat, dan keseharian keluarga keraton.

Sama seperti dua kakaknya, GRAy Ratih termasuk generasi muda keraton Solo yang terbuka terhadap publik dan berperan menjaga citra keluarga kerajaan.

4. GRAy Sugih Oceania (Almarhumah)

Gusti Raden Ayu Sugih Oceania adalah putri keempat PB XIII dari pernikahannya dengan KRAy Winari Sri Haryani.

Namun, GRAy Sugih Oceania telah meninggal dunia.

Semasa hidupnya, ia dikenal memiliki kepribadian pendiam dan jarang tampil di publik.

5. GRAj Putri Purnaningrum

Gusti Raden Ajeng Putri Purnaningrum atau GRAj Purnaningrum adalah putri kelima PB XIII, sekaligus putri bungsu dari pernikahan dengan KRAy Winari Sri Haryani.

Ia dikenal sebagai pribadi yang anggun dan memiliki minat besar dalam seni sastra dan kebudayaan Jawa.

GRAj Purnaningrum aktif di media sosial melalui akun Instagram @grajpoetry, tempat ia membagikan hal-hal berbau budaya serta tradisi Jawa.

Ia juga kerap menghadiri kegiatan adat mewakili keluarga besar keraton.

6. KGPH Mangkubumi (Hangabehi)

Kanjeng Gusti Pangeran Harya Mangkubumi adalah putra sulung PB XIII dari pernikahannya dengan KRAy Winari Sri Haryani.

Pada Desember 2022, namanya diubah menjadi KGPH Hangabehi sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur keraton.

7. KGPAA Hamangkunegoro (Gusti Purbaya)

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, atau dikenal dengan nama Gusti Purbaya, adalah putra bungsu sekaligus putra kedua PB XIII dari pernikahannya dengan KRAy Pradapaningsih (Asih Winarni), yang bergelar Gusti Kanjeng Ratu Pakubuwana.

Lahir pada tahun 2002 dengan nama kecil GRM Suryo Mustiko, Gusti Purbaya merupakan putra satu-satunya PB XIII dari permaisurinya.

Ia dinobatkan sebagai putra mahkota oleh PB XIII pada Minggu (27/2/2022) dalam acara Tingalan Dalem Jumenengan, peringatan kenaikan takhta PB XIII yang ke-18.

Dalam prosesi adat tersebut, ia mendapat gelar resmi KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, yang menandakan penetapannya sebagai pewaris tahta Keraton Solo.

Namun, penobatan ini sempat menuai pro dan kontra, karena dinilai belum melalui proses adat yang utuh.

Gusti Purbaya juga pernah menjadi sorotan publik karena unggahan Instagram Story yang viral dengan kalimat “Nyesel Gabung Republik.”

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “” dan di Tribunnews.com dengan judul “Sosok 7 Anak Kandung Pakubuwono XIII, 2 Laki-laki dan 5 Perempuan, Siapa Penerus Raja Keraton Solo?”

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.