Intip Harta Kekayaan Roy Suryo, Tersangka Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi: Mulai dari Tanah hingga Kendaraan Mewah
Roy Suryo, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus pakar telematika yang kini tersandung dugaan kasus ijazah palsu Presiden Joko Widodo, menjadi sorotan publik Tanah Air.
Selain kasus hukum, kekayaan yang dimilikinya juga menjadi perhatian masyarakat. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai harta kekayaan Roy Suryo, yang disusun dari berbagai sumber publik.
Mantan politikus Partai Demokrat Roy Suryo mendatangi kantor LPSK di Jakarta, Ka
Dirangkum VIVA Jum’at, 7 November 2025, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Desember 2018, Roy Suryo melaporkan total kekayaan bersih sekitar Rp 4,19 miliar. Kekayaan ini mencakup:
- Tanah dan bangunan senilai ± Rp 1,617 miliar
- Kendaraan dan alat transportasi senilai ± Rp 2,621 miliar
- Harta bergerak lain senilai ± Rp 504 juta
- Kas dan setara kas sekitar Rp 341 juta
- Utang tercatat ± Rp 893 juta
Data ini menunjukkan bahwa Roy memiliki kombinasi aset tetap (tanah & bangunan), aset bergerak (kendaraan), serta kas dan harta lain.
Detail Aset Menonjol
Beberapa aset Roy yang menjadi sorotan publik antara lain:
- Tanah dan bangunan: Memiliki beberapa properti dengan ukuran dan nilai berbeda, mulai dari rumah tinggal hingga tanah kosong. Nilai properti terbesar dilaporkan mencapai Rp 500 juta.
- Kendaraan: Total nilai kendaraan sekitar Rp 2,6 miliar, termasuk mobil pribadi dan koleksi.
- Harta bergerak lain: Roy juga memiliki berbagai peralatan teknologi dan kamera profesional, yang menurut beberapa laporan media bernilai cukup besar.
- Utang: Roy tercatat memiliki utang sekitar Rp 893 juta, yang menjadi bagian dari perhitungan kekayaan bersih.
- Selain itu, media mencatat adanya tagihan barang milik negara yang pernah dikaitkan dengan Roy senilai sekitar Rp 8–9 miliar, yang menjadi perhatian publik.
Eks Menpora sekaligus pakar telematika Roy Suryo
Secara resmi, kekayaan Roy Suryo per 2018 mencapai sekitar Rp 4,19 miliar, yang terdiri dari tanah, bangunan, kendaraan, harta bergerak, dan kas. Meski demikian, sorotan publik terkait koleksi barang khusus dan tagihan barang milik negara menambah dimensi lain yang menarik untuk diketahui.