Cara Memilih Jeruk Matang dan Menyimpannya Agar Awet, Menurut Ahli
Jeruk adalah salah satu buah paling serbaguna, bisa dinikmati langsung, dijus, dijadikan pelengkap masakan, hingga campuran dessert segar.
Namun, memilih jeruk yang benar-benar matang dan tahu cara menyimpannya agar tetap segar ternyata membutuhkan sedikit kejelian.
Cara memilih jeruk
Berikut panduan dari para ahli kuliner dan nutrisi tentang cara memilih dan menyimpan jeruk agar tahan lama serta tetap nikmat.
1. Perhatikan warna kulitnya
Warna menjadi petunjuk pertama untuk mengetahui kematangan jeruk. Menurut ahli gizi kuliner Nicole Stefanow, MS, RDN, jeruk matang memiliki kulit berwarna cerah, tipis, dan mengeluarkan aroma segar yang khas.
Meski begitu, jangan khawatir jika masih ada sedikit warna hijau—selama bagian lainnya cerah dan beraroma harum, jeruk tersebut tetap matang sempurna.
2. Pilih yang padat dan berat
Jeruk yang baik akan terasa padat dan berat saat dipegang. Berat menandakan banyaknya kandungan air dan kesegaran buah.
Menurut chef Nathan Lyon, jeruk yang terasa ringan biasanya cenderung kering dan kurang berair. Jadi, saat memilih, bandingkan bobot beberapa buah—yang paling berat adalah pilihan terbaik.
3. Hindari jeruk yang terlalu lembek
Periksa permukaan jeruk. Hindari jeruk dengan bintik lembek, keriput, atau tanda pembusukan, karena itu pertanda buah sudah melewati masa terbaiknya.
Ilustrasi jeruk.
Namun, jangan menilai jeruk hanya dari warna kulitnya saja. Menurut Ann Ziata, instruktur kuliner di Institute of Culinary Education, jeruk bisa saja memiliki bintik hijau atau cokelat dan tetap dalam kondisi matang sempurna.
4. Cium aroma jeruknya
Jeruk matang akan mengeluarkan aroma manis dan segar di bagian tangkai buah. Chef Lyon menyarankan untuk memberi “uji gores dan cium” kecil sebelum membeli—semakin kuat aroma citrus yang keluar, semakin matang jeruk tersebut.
Jika berencana menggunakan kulit jeruk untuk zest, pilihlah jeruk organik agar lebih aman dari residu pestisida.
Cara menyimpan jeruk agar tetap segar
Setelah membawa jeruk pulang, cara penyimpanannya akan menentukan berapa lama buah tersebut tetap segar. Berikut panduan dari para ahli:
1. Simpan di suhu ruangan (jika akan segera dikonsumsi)
Jika jeruk sudah matang dan akan segera dimakan, menyimpannya di meja dapur atau wadah buah terbuka sudah cukup.
Menurut Jeanne Oleksiak, executive chef di HERD Provisions, jeruk bisa bertahan hingga satu minggu di suhu ruangan, tergantung kelembapan daerah.
Pastikan jeruk tidak terkena sinar matahari langsung, karena panas dapat mempercepat proses pembusukan.
2. Simpan di kulkas untuk umur simpan lebih lama
Jika tidak segera dikonsumsi, jeruk sebaiknya disimpan di dalam lemari es. Chef Lyon mengatakan jeruk bisa bertahan hingga dua bulan di kulkas.
Ilustrasi kulkas.
Simpan jeruk tanpa plastik di laci pendingin agar bisa “bernapas” dan tetap segar. Hindari kantong tertutup atau wadah kedap udara, karena bisa menimbulkan kelembapan berlebih dan memicu jamur.
Ann Ziata juga menyarankan untuk menaruh jeruk di kantong jaring (mesh bag) agar sirkulasi udara tetap baik. Jangan lupa, periksa secara berkala—satu jeruk busuk bisa mempercepat pembusukan jeruk lainnya.
3. Bekukan jika tidak akan segera dipakai
Jika kamu punya banyak jeruk dan khawatir tidak akan sempat menghabiskannya, bekukan saja.
Jeruk beku bisa bertahan hingga satu tahun. Namun, sebaiknya kupas dan pisahkan per segmen terlebih dahulu sebelum disimpan di dalam kantong freezer.
Chef Ann Ziata menambahkan bahwa jeruk beku cocok untuk smoothie atau olahan minuman, tetapi tidak disarankan disajikan utuh setelah dicairkan karena teksturnya akan berubah menjadi lembek.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.