Cara Memilih Kolang-kaling Segar agar Tak Salah Beli

Cara Memilih Kolang-kaling Segar agar Tak Salah Beli

 Kolang-kaling kerap menjadi pelengkap minuman segar dan aneka hidangan penutup.

Teksturnya yang kenyal serta rasanya yang netral membuat bahan ini mudah diolah menjadi beragam sajian, mulai dari kolak hingga es campur.

Pembeli perlu lebih cermat saat memilih kolang-kaling karena kualitas yang beredar di pasaran bisa berbeda-beda.

Tidak semua yang tampak bening dan kenyal menandakan kondisi yang masih baik untuk dikonsumsi.

Cara memilih kolang-kaling

Mengutip dari buku Pangan Sehat Tinggi Kalsium Kolang-kaling & Siwalan (2015), Hindah J. Muaris yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama memaparkan panduan memilih kolang-kaling yang bagus agar tetap segar dan aman saat diolah.

1. Pilih kolang-kaling yang masih muda

Langkah pertama adalah memilih kolang-kaling yang masih muda. Buah yang muda cenderung lebih mudah diolah karena teksturnya belum terlalu keras.

Selain itu, kolang-kaling muda juga menghasilkan cita rasa yang lebih enak saat dimasak, baik untuk minuman manis maupun campuran makanan.

Secara fisik, kolang-kaling muda biasanya berbentuk pipih, lebar, dan tipis. Bentuk ini menandakan bahwa daging buahnya masih dalam kondisi baik dan belum terlalu tua.

2. Perhatikan warna daging buah

Warna menjadi indikator penting dalam menilai kesegaran kolang-kaling. Pilihlah yang memiliki daging buah berwarna putih alami.

Cara Memilih Kolang-kaling Segar agar Tak Salah Beli

Ilustrasi kolang-kaling.

Warna putih alami ini terlihat bening, tetapi sedikit kusam, bukan putih cerah mencolok. Hindari kolang-kaling yang tampak terlalu keruh, menguning, atau berubah warna.

Perubahan warna bisa menjadi tanda proses penyimpanan yang kurang baik atau kualitas yang sudah menurun.

3. Cek tekstur, hindari yang lunak dan berlendir

Sebelum membeli kolang-kaling, ambil satu buah kolang-kaling untuk memeriksa teksturnya. Kolang-kaling yang baik memiliki tekstur kenyal dan padat saat ditekan.


Sebaliknya, hindari kolang-kaling yang terasa lunak, berlendir, atau memiliki pinggiran berwarna putih pekat.

Karena kondisi ini menandakan kualitas buah yang sudah tidak baik. Jika tetap diolah, kolang-kaling seperti ini akan berisiko menghasilkan rasa asam yang mengganggu.

4. Pastikan aroma netral dan tidak menyengat

Aroma juga menjadi hal yang penting pada saat memilih kolang-kaling. Kolang-kaling yang segar memiliki aroma netral dan tidak asam. Jika tercium bau menyengat atau bau yang tidak biasa, sebaiknya jangan dibeli.

Aroma yang tidak wajar dapat menjadi indikasi bahwa kolang-kaling telah mengalami proses yang kurang higienis atau bahkan diolah menggunakan bahan kimia tertentu.

Mengonsumsi kolang-kaling dengan kondisi seperti ini berpotensi membahayakan kesehatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang