Jangan Salah Pilih! Begini Cara Memilih Timun Suri Manis

Timun suri menjadi salah satu buah yang banyak diburu saat bulan Ramadan.
Buah berkulit hijau hingga kuning ini kerap diolah menjadi es buah, sirup segar, hingga puding untuk menu berbuka puasa.
Mengutip dari Kompas.com (29/03/2026), rasa timun suri cenderung hambar dengan sedikit sentuhan manis. Teksturnya agak renyah dan memiliki aroma khas yang menyegarkan.
Namun, banyaknya pedagang di pasaran sering membuat pembeli bingung menentukan pilihan terbaik.
Berikut beberapa tips memilih timun suri agar mendapatkan buah yang manis dan berkualitas.
Pilih yang retak atau tidak?
Saat memilih timun suri di pasar, biasanya terdapat buah dengan kulit retak sehingga lapisan putih di bawahnya terlihat.
Dilansir dari Sajian Sedap, Jumat (29/3/2024), timun suri dengan kulit retak menandakan buah tersebut sudah matang sehingga dagingnya lebih pulen.
Jika ingin memilih yang retak, sebaiknya pilih yang retaknya sedikit dan tetap dalam kondisi baik.
Namun, perlu berhati-hati.
Dilaporkan oleh Kompas.com, Rabu (14/4/2021), retaknya kulit timun suri bisa menjadi tanda kurangnya zat hara yang berdampak pada pecahnya dinding sel buah.
Selain itu, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko masuknya bakteri dari luar.
Perhatikan warna kulit
Timun suri di pasaran memiliki warna beragam, mulai dari kuning mencolok, kuning keputihan, hingga hijau.
Jika mencari timun suri yang lebih manis, pilihlah yang berwarna kuning kemerahan karena umumnya lebih pulen dibandingkan yang masih hijau.
Mirip seperti pisang, timun suri berkulit hijau sebenarnya masih bisa didiamkan beberapa hari hingga menguning.
Meski demikian, rasa buah yang matang alami di pohon biasanya lebih pulen dibandingkan yang diperam setelah dipetik.
Pilih yang teksturnya agak keras
Timun suri memiliki kandungan air sekitar 90 persen. Kandungan air yang tinggi ini membuat buah tidak tahan lama jika disimpan terlalu lama dalam kondisi terlalu matang.
Jika ingin menyimpannya beberapa hari, pilih timun suri yang teksturnya masih agak keras.
Dengan kondisi tersebut, buah bisa bertahan sekitar satu minggu sebelum dikonsumsi.
Memilih timun suri yang tepat bukan hanya soal tampilan luar, tetapi juga memahami tingkat kematangan dan kualitasnya.
Dengan memperhatikan kondisi kulit, warna, dan tekstur, kamu bisa mendapatkan timun suri yang manis, segar, dan cocok untuk hidangan berbuka puasa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang