Jokowi Pilih Tetap di Rumah Lama, Tak Akan Tempati Rumah Pensiun di Karanganyar
Mantan Presiden RI Joko Widodo menegaskan tidak akan menempati rumah pensiun yang disiapkan pemerintah di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
Rumah tersebut kini hampir rampung dengan progres pembangunan mencapai 90 persen.
“Rumah itu masih kewenangan di Kementerian Sekretariat Negara karena masih belum diserahkan pada saya, dan saya melihat juga belum selesai,” ujar Jokowi saat ditemui di Banjarsari, Kota Solo, Senin (27/10/2025).
Lebih Nyaman di Rumah Lama di Sumber
Rumah pensiun Jokowi diketahui berlantai dua dan dibangun sesuai rancangan arsitek.
Meski demikian, mantan presiden dua periode itu mengaku lebih nyaman tinggal di rumah lamanya di Kelurahan Sumber, Kota Solo.
“Tetap di rumah lama. Sudah punya rumah, sudah punya rumah. Kita ini sudah punya rumah, meskipun rumahnya kecil ya, tapi tetap senang di rumah yang lama,” jelas Jokowi.
Rumah Pensiun Akan Difungsikan Jadi Ruang Publik
Jokowi membuka kemungkinan rumah pensiunnya dialihfungsikan menjadi ruang publik. Ia menilai bangunan tersebut bisa digunakan untuk kegiatan pertemuan tanpa harus dirinya berpindah tempat tinggal.
“Ya, bisa saja untuk pertemuan-pertemuan. (Dibuka sesekali untuk ruang publik) kayaknya iya, bisa aja,” ujarnya.
Namun Jokowi menegaskan, meskipun rumah itu telah selesai dan diserahkan, ia tetap tidak akan pindah domisili. “Enggak, tetap di Sumber,” tegasnya.
Awal Rencana Rumah Pensiun Sejak 2017
Rencana pembangunan rumah pensiun Jokowi di Colomadu sebenarnya sudah muncul sejak 2017, pada masa jabatan pertamanya bersama Jusuf Kalla.
Saat itu pemerintah telah menyiapkan lahan dan mekanisme pembangunan sesuai aturan tentang rumah kediaman bagi mantan presiden.
Namun Jokowi menolak tawaran tersebut. “Namun, Pak Jokowi (saat itu) menolak,” kata Bey Machmudin, Deputi Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden kala itu.
Menurut ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1978 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120 Tahun 2022, rumah pensiun bagi mantan presiden diberikan setelah masa jabatan berakhir, dengan lokasi dan desain disesuaikan kebutuhan.
Rumah hadiah untuk Presiden ke 7 Joko Widodo (Jokowi) masih ditutupi seng, Selasa (21/10/2025). Rumah pensiun ini diprediksi menambah harta kekayaan Jokowi yang kini tercatat Rp 95,8 miliar.
Setelah terpilih kembali untuk periode kedua, Jokowi baru menyetujui pembangunan rumah tersebut.
Pemerintah kemudian memproses pengadaan tanah melalui Sekretariat Negara pada Oktober 2022.
“Beliaunya enggak-enggak terus, akhirnya sekarang rumah pensiun di Colomadu belum jadi,” ujar Menteri Sekretaris Negara saat itu, Pratikno, pada Oktober 2024.
Progres Pembangunan Capai 95 Persen
Pembangunan rumah dimulai pada Juni 2024 dan kini memasuki tahap akhir. Kepala Desa Blulukan, Slamet Wiyono, menjelaskan proyek tersebut dibagi dua tahap.
“Tahap pertama sudah selesai 100 persen, sementara tahap kedua masih proses finishing,” ujarnya. “Kalau progres sekarang masih tahap finishing... bangunan utama sudah 90–95 persen, tapi pagar baru sekitar 50 persen,” tambahnya.
Rumah Jokowi di Colomadu disebut akan memiliki taman luas serta area dengan akses pengamanan khusus.
Lokasi Strategis di Jalur Solo–Karanganyar
Kediaman baru itu berada di Jalan Adi Sucipto, Desa Blulukan, sekitar 13 menit dari Bandara Adi Soemarmo.
Lokasinya strategis karena berada di jalur utama Solo–Karanganyar dan dekat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Harga tanah di kawasan tersebut kini mencapai Rp10–15 juta per meter persegi seiring pesatnya pembangunan di Colomadu.
Warga berharap rumah Jokowi segera rampung agar bisa dimanfaatkan sesuai rencana.
Warga Harapkan Kontribusi Jokowi
Kepala Desa Blulukan, Slamet Wiyono, mengungkapkan kebanggaannya karena wilayahnya menjadi lokasi rumah mantan presiden. Ia berharap Jokowi bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar.
"Yang jelas, suatu kehormatan di desa kami dengan adanya RI I ke-7 ada di desa kami barangkali bisa berkontribusi di desa Blulukan, terlebih putra beliau kan juga RI 2 ya. Harapan kami tetap ada kontribusi, dalam bentuk apa ya, barang kali kalau sudah beliau ada di desa kami. Kami bisa merapat ke beliau untuk sharing-sharing," ujarnya.
Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan Jokowi Pastikan Tidak Menempati Rumah Pensiun di Colomadu, Apa Alasannya?.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.