Bandingkan Ekonomi era SBY dan Jokowi, Purbaya Soroti Sumber Penggeraknya

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, membandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada era pemerintahan Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu diungkapkannya di acara '1 tahun Prabowo-Gibran: Optimism 8% Economic Growth', yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Purbaya mengatakan, pertumbuhan ekonomi era SBY mampu mencetak angka 6 persen, meski pembangunannya tak seagresif pemerintahan Jokowi. Sementara pada era Jokowi, pertumbuhan ekonomi berada pada level rata-rata 5 persen.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, APBN KiTA Oktober 2025

Menurutnya, perbedaan itu disebabkan oleh sumber penggerak ekonomi, di mana Jokowi lebih memusatkan perhatian pada belanja pemerintah sementara SBY lebih menggerakkan sektor swasta.

Maka dari itu, melalui jabatannya sebagai Menteri Keuangan kali ini, Purbaya berniat menggerakkan kedua sektor secara bersamaan dan membidik pertumbuhan ekonomi pada level 6 persen.

Purbaya sebelumnya melihat tren tekanan perekonomian pada kisaran April hingga Agustus 2025, yang utamanya terlihat pada sektor riil. Dia pun berpendapat demonstrasi besar pada akhir Agustus 2025 lalu disebabkan oleh tekanan ekonomi, bukan instabilitas politik.

"Rakyat langsung merasakan tekanan di perekonomian. Kalau sudah kesal, mereka turun ke jalan. Jadi itu bukan protes karena politiknya kacau, tetapi karena ekonomi mereka susah. Kalau nggak cepat diperbaiki, nggak akan berhenti demonya dan kita akan susah terus ke depan," kata Purbaya, Kamis, 16 Oktober 2025.

Purbaya mengaku, observasinya itulah yang melandasi keputusannya menempatkan dana pemerintah atau Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp 200 triliun pada bank Himbara. Melalui injeksi dana ini, dia menargetkan adanya pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh suntikan kredit pada sektor riil.

Purbaya menyebut dampak kebijakan itu sudah terlihat, salah satunya tercermin pada uang beredar alias M0 atau base money, yang sudah tumbuh ke level 13,2 persen.

“Artinya apa? Gelontoran uang saya (pemerintah) sudah menambah likuiditas di sistem finansial kita secara signifikan. Saya akan monitor itu dari bulan ke bulan seperti apa. Kalau kurang, saya tambah lagi," ujarnya.