Reshuffle Kabinet Dinilai Jadi Sinyal Pergantian 'Gerbong Jokowi' ke 'Wagon Gerindra'

Reshuffle Kabinet Dinilai Jadi Sinyal Pergantian 'Gerbong Jokowi' ke 'Wagon Gerindra', Sri Mulyani Dinilai Mundur dalam Posisi Antiklimaks    ,     Budi Gunawan Kehilangan Basis Politik    ,   Budi Arie Terseret Kasus Judi Online    ,   Abdul Kadir Karding Tersingkir karena Kasus Domino  ,   Dito Ariotedjo Dinilai Kurang Berperan    ,   Kapolri Tetap Aman    , Dari 'Gerbong Jokowi' ke 'Wagon Gerindra'

PENGAMAT politik Ray Rangkuti menilai langkah Presiden Prabowo Subianto merombak empat menteri dan menambah satu kementerian merupakan respons cepat terhadap dinamika politik yang berkembang sejak 25 Agustus lalu. Namun, menurut Ray, pertimbangan reshuffle kali ini tidak seragam. Setiap menteri memiliki alasan berbeda sehingga tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan situasi politik terkini.

Sri Mulyani Dinilai Mundur dalam Posisi Antiklimaks

Ray menyoroti pergantian Menteri Keuangan Sri Mulyani yang disebutnya terjadi dalam situasi antiklimaks. Ia menilai isu pengunduran diri Sri Mulyani sudah menguat sejak rumahnya dijarah massa, ditambah kejenuhan serta terbatasnya ide kreatif dalam mengelola perekonomian.

“Reshuffle ini menempatkan Sri Mulyani pada posisi antiklimaks, baik dari segi momentum maupun kinerja. Andai ia mundur saat protes publik atas pencalonan Gibran dulu, mungkin akan berbeda sambutannya,” kata Ray dalam keterangannya, Selasa (9/8).

Budi Gunawan Kehilangan Basis Politik

Ray menjelaskan dua faktor utama yang membuat Budi Gunawan dicopot dari kursi Menko Polhukam, yakni lemahnya kinerja dalam meredam aksi massa 27–28 Agustus serta makin menurunnya dukungan politik di lingkar istana.

“Uniknya, nama BG justru tidak disebut-sebut demonstran, tetapi malah diganti. Sementara itu, Kapolri yang dituntut mundur justru aman,” ujarnya.

Budi Arie Terseret Kasus Judi Online

Menurut Ray, pencopotan Budi Arie lebih banyak dikaitkan dengan kasus judi online saat ia menjabat menteri di era Jokowi. “Ini membuat posisi politik Prabowo kontradiktif dengan janji memberantas korupsi,” jelasnya.

Abdul Kadir Karding Tersingkir karena Kasus Domino

Ray menilai faktor utama yang membuat Abdul Kadir Karding diganti yakni perilaku yang mencoreng wajah pemerintahan setelah fotonya bermain domino bersama eks tersangka pembalakan liar viral di publik. “Karding pergi karena domino semalam,” tegas Ray.

Dito Ariotedjo Dinilai Kurang Berperan

Sementara itu, pergantian Menpora Dito Ariotedjo disebut karena kinerjanya dianggap kurang berkembang, terutama dalam menjangkau aspirasi anak muda yang banyak terlibat dalam aksi 27–28 Agustus. Selain itu, masuknya kader Golkar Mukhtarudin ke kabinet juga dinilai untuk menjaga keseimbangan politik.

Kapolri Tetap Aman

Ray juga menyoroti posisi Kapolri yang tetap dipertahankan meskipun menjadi sorotan utama demonstran. “Desakan publik agar Kapolri diganti begitu kuat, bahkan isu utamanya ialah penggantian Kapolri. Namun, Prabowo tetap mempertahankannya, ini sulit dijawab,” tutur Ray.

Dari 'Gerbong Jokowi' ke 'Wagon Gerindra'

Ray menyebut reshuffle kali ini memperlihatkan arah perubahan politik di kabinet. Empat dari lima menteri yang dicopot ialah mantan menteri di era Presiden Jokowi.

“Dari 12 orang, kini tinggal delapan mantan menteri era Jokowi yang ada di kabinet Prabowo. Pergantian gerbong Jokowi nampaknya sedang berlangsung dan bergeser ke wagon Gerindra,” pungkas Ray.(Pon)