4 Kesalahan Ini Bikin Pisang Goreng Berminyak, Hindari!
Pisang goreng menjadi salah satu camilan favorit masyarakat Indonesia. Rasanya yang manis dengan tekstur renyah di luar membuat gorengan satu ini selalu laris, baik dijual di pinggir jalan maupun dibuat sendiri di rumah.
Meski terlihat mudah, banyak orang mengeluhkan hasil pisang goreng buatan rumah yang terlalu berminyak.
Selain mengurangi kenikmatan saat disantap, pisang goreng yang penuh minyak juga bisa meninggalkan rasa tidak nyaman di tenggorokan.
Kesalahan saat bikin pisang goreng
Ternyata, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat menggoreng pisang. Jika dihindari, hasil pisang goreng bisa lebih renyah, tidak berminyak, dan mirip seperti buatan pedagang.
1. Menggoreng saat minyak belum panas
Salah satu kesalahan paling umum adalah memasukkan pisang yang sudah dibalut adonan ke dalam minyak yang belum cukup panas.
Minyak yang suhunya masih rendah membuat adonan dan pisang menyerap lebih banyak minyak selama proses penggorengan. Akibatnya, pisang goreng menjadi lembek dan terasa berminyak saat dimakan.
Karena itu, pastikan minyak sudah benar-benar panas sebelum mulai menggoreng. Dengan suhu yang tepat, bagian luar pisang akan cepat matang dan lebih renyah.
2. Menggunakan api terlalu kecil
Api kecil juga bisa menjadi penyebab pisang goreng menyerap banyak minyak.
Ilustrasi kompor gas. Meskipun terlihat sepele, api kompor gas kecil dapat menghambat proses memasak dan menurunkan efisiensi energi gas.
Saat api terlalu kecil, pisang tidak langsung matang melainkan hanya terendam dalam minyak panas dalam waktu yang lebih lama. Kondisi ini membuat minyak semakin banyak masuk ke dalam adonan.
Untuk hasil terbaik, gunakan api sedang. Hindari api yang terlalu besar karena dapat membuat bagian luar cepat gosong sementara bagian dalam belum matang sempurna.
3. Menumpuk pisang goreng saat ditiriskan
Setelah diangkat dari penggorengan, banyak orang langsung menumpuk pisang goreng di atas saringan atau wadah.
Padahal, kebiasaan ini justru membuat pisang goreng yang berada di bagian bawah menyerap minyak dari pisang yang ada di atasnya. Akibatnya, sebagian pisang menjadi lebih basah dan berminyak.
Sebaiknya tata pisang goreng secara terpisah atau beri jarak saat ditiriskan agar minyak dapat turun dengan maksimal.
4. Tidak mengganti tisu penyerap minyak
Meski sudah ditiriskan, biasanya masih ada sisa minyak yang menempel pada permukaan pisang goreng. Karena itu, penggunaan tisu makan sebagai alas sangat dianjurkan.
Namun, banyak yang lupa mengganti tisu yang sudah penuh minyak. Tisu yang jenuh minyak tidak lagi mampu menyerap sisa minyak dari pisang goreng yang baru diangkat.
Agar hasilnya lebih kering, gantilah tisu secara berkala ketika sudah terlihat basah oleh minyak.
Tips agar pisang goreng lebih renyah dan tidak berminyak
Selain menghindari empat kesalahan di atas, pastikan menggunakan minyak yang cukup banyak dan menjaga suhu minyak tetap stabil selama proses menggoreng.
Dengan teknik yang tepat, pisang goreng akan matang merata, renyah lebih lama, dan tidak meninggalkan rasa berminyak di mulut maupun tenggorokan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang