Top 5+ Kesalahan Saat Buka Puasa yang Diam-diam Bikin Berat Badan Bertambah

berat badan, buka puasa, 5 Kesalahan Saat Buka Puasa yang Diam-diam Bikin Berat Badan Bertambah, 1. Terlalu banyak makanan manis, 2. Gorengan menambah kalori tanpa sadar, 3. Porsi tidak terkontrol, 4. Tidak memperhatikan komposisi nutrisi, 5. Kurang aktivitas fisik

Berat badan justru naik saat Ramadhan sering dipicu pola makan berbuka yang tidak terkontrol, bukan karena puasanya.

Dokter spesialis kedokteran olahraga Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O, menjelaskan lonjakan berat badan selama puasa umumnya berkaitan dengan jenis dan jumlah makanan saat berbuka.

“Biasanya orang itu pada waktu buka puasa itu kayak kalap,” ujar dr. Risky dalam jumpa pers yang diikuti Kompas.com secara daring, Rabu (18/2/2026).

Menurut dia, kesalahan kecil yang dilakukan setiap hari dapat berujung pada kelebihan kalori tanpa disadari.

Penyebab berat badan naik saat puasa

Berikut adalah beberapa kebiasaan yang justru bisa meningkatkan berat badan saat puasa.

1. Terlalu banyak makanan manis

Minuman manis, sirup, kolak, dan camilan tinggi gula sering menjadi pilihan utama saat berbuka. Karbohidrat sederhana dengan indeks glikemik tinggi cepat meningkatkan gula darah.

Namun, lonjakan tersebut biasanya diikuti penurunan gula darah yang cepat sehingga rasa lapar kembali muncul.

“Karbohidrat yang indeks glikemiknya tinggi itu cepat kenyang tapi nanti cepat lapar juga,” jelas dr. Risky.

Kondisi ini mendorong seseorang makan lebih banyak dalam waktu singkat.

2. Gorengan menambah kalori tanpa sadar

berat badan, buka puasa, 5 Kesalahan Saat Buka Puasa yang Diam-diam Bikin Berat Badan Bertambah, 1. Terlalu banyak makanan manis, 2. Gorengan menambah kalori tanpa sadar, 3. Porsi tidak terkontrol, 4. Tidak memperhatikan komposisi nutrisi, 5. Kurang aktivitas fisik

Ilustrasi gorengan. Dokter olahraga RSPI menjelaskan kesalahan pola makan saat berbuka yang sering memicu kenaikan berat badan selama Ramadhan.

Gorengan menjadi menu yang hampir selalu hadir saat berbuka. Makanan yang digoreng cenderung mengandung kalori lebih tinggi karena tambahan minyak.

Jika dikonsumsi setiap hari dalam jumlah besar, asupan kalori bisa melebihi kebutuhan tubuh.

Risky mengingatkan bahwa metode memasak berpengaruh terhadap total kalori yang masuk.

3. Porsi tidak terkontrol

Setelah menahan lapar seharian, banyak orang langsung makan dalam porsi besar. Kebiasaan ini membuat tubuh menerima asupan energi berlebih dalam waktu singkat.

Jika tidak diimbangi aktivitas fisik, kelebihan energi akan disimpan sebagai lemak.

Risky menekankan pentingnya menjaga komposisi makan tetap seimbang.

4. Tidak memperhatikan komposisi nutrisi

Karbohidrat tetap diperlukan saat puasa, tetapi jenisnya harus diperhatikan. Karbohidrat kompleks membantu rasa kenyang lebih lama dibandingkan yang sederhana.

Protein dan serat juga berperan menjaga kestabilan energi tubuh.

“Yang penting bukan menghilangkan karbohidrat, tapi mengatur porsinya dengan seimbang,” ujar dr. Risky.

5. Kurang aktivitas fisik

Puasa sering dijadikan alasan untuk mengurangi aktivitas fisik secara drastis.

Padahal, olahraga dengan intensitas sedang tetap dianjurkan untuk mempertahankan kebugaran.

Tanpa pengeluaran energi tambahan, kalori yang masuk lebih mudah tersimpan sebagai lemak.

Kombinasi pola makan berlebih dan kurang gerak menjadi penyebab umum kenaikan berat badan saat Ramadhan.

Berat badan naik saat puasa lebih sering disebabkan kesalahan pola makan saat berbuka, seperti konsumsi gula berlebihan, gorengan, dan porsi besar.

Pengaturan komposisi makanan yang seimbang serta tetap aktif bergerak membantu mencegah penumpukan lemak selama Ramadhan.

Pendekatan yang terukur membuat puasa tetap sehat tanpa diikuti kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang