Top 5+ Kesalahan Menggunakan Rice Cooker yang Bikin Boros Listrik

rice cooker, memasak nasi, boros listrik, 5 Kesalahan Menggunakan Rice Cooker yang Bikin Boros Listrik, 1. Tidak merendam beras lebih dulu, 2. Membiarkan mode warm terlalu lama, 3. Memasak berulang kali, 4. Menggunakan rice cooker yang terlalu besar atau terlalu kecil untuk porsi, 5. Tidak membersihkan rice cooker

 Penggunaan rice cooker hampir tak terpisahkan dari kehidupan rumah tangga di Indonesia.

Alat ini praktis untuk menanak nasi sekaligus menghangatkan makanan sepanjang hari.

Namun, tanpa disadari, kebiasaan memakai rice cooker dengan cara yang keliru justru bisa membuat konsumsi listrik melonjak tinggi.

Kesalahan sepele ini jika dilakukan terus-menerus akan membuat anggaran rumah tangga makin membengkak hari demi hari.

Kesalahan apa saja itu?

Kesalahan menggunakan rice cooker

Berikut ini 5 kesalahan memasak nasi menggunakan rice cooker yang membuat boros listrik: 

1. Tidak merendam beras lebih dulu

Jika ingin memasak nasi, ada baiknya merendam beras terlebih dahulu selama beberapa menit.

Dilansir dari Researchgate (7/72007), memasak beras langsung tanpa direndam akan memperpanjang waktu masa, sehingga konsumsi listrik meningkat.

Sebuah studi menunjukkan, merendam beras sebelum memasaknya dapat menurunkan konsumsi energi sebesar 5–11 persen pada masak biasa, dan 3–18 persen dalam masak terkontrol (controlled cooking) seperti menggunakan rice cooker.

2. Membiarkan mode warm terlalu lama

Dilansir dari Science Direct (2/7/2006), setelah nasi matang, kebanyakan orang akan membiarkan nasi berada di dalam rice cooker dalam mode warm atau keep warm.

Fungsi keep warm memang memudahkan, karena Anda tak perlu berulang kali menghangatkan nasi kembali.

Tapi, apabila dibiarkan menyala terlalu lama, rice cooker akan tetap mengonsumsi energi listrik, meski lebih rendah dibandingkan mode memasak.

Konsumsi daya bisa mencapai 40–140 watt/jam dalam mode keep warm, sehingga jika dibiarkan selama 10 jam, Anda bisa mengonsumsi antara 0,4 hingga 1,5 kWh.

3. Memasak berulang kali

Memasak nasi sebaiknya dalam jumlah langsung banyak, disesuaikan dengan anggota keluarga yang akan menyantap makanan.

Jika Anda memasak dalam porsi kecil tapi berulang kali, maka akan menyebabkan rice cooker menyala berkali-kali. Hal ini akan menambah penggunaan daya total.

4. Menggunakan rice cooker yang terlalu besar atau terlalu kecil untuk porsi

Jika kapasitas rice cooker terlalu besar untuk volume nasi yang dimasak, perangkat tetap menggunakan daya tinggi untuk memanaskan ruang kosong.

Sebaliknya, memasak sedikit nasi di alat besar, juga sangat tidak efisien.

5. Tidak membersihkan rice cooker

Jika rice cooker tidak dibersihkan rutin, maka permukaan logam inner pot yang kotor atau teroksidasi akan mengurangi efisiensi pemanasan, sehingga memerlukan lebih banyak daya untuk mencapai suhu matang.

Jadi disarankan untuk membersihkan bagian dalam rice cooker secara rutin, serta menjaga kontak optimal antara inner pot dan heating plate untuk efisiensi maksimal.

Cara memasak nasi agar hemat listrik

Agar memasak nasi bisa praktis plus hemat listrik, ini beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan saat menggunakan rice cooker:

  • Merendam beras dulu
  • Gunakan takaran air dan beras yang tepat supaya nasi cepat matang
  • Menonaktifkan fungsi "keep warm" segera setelah matang, dan simpan nasi di wadah yang bersih
  • Memasak sekaligus dalam jumlah cukup
  • Membersihkan rice cooker secara berkala
  • Gunakan sesuai fungsi, jangan sebagai kettle atau untuk merebus air
  • Pastikan panci bagian dalam bersih dan kering sebelum digunakan agar panas merata
  • Tutup rice cooker dengan rapat saat memasak untuk menjaga panas tidak terbuang.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang