Begini Cara Barista Menilai Kualitas Kopi Lewat Coffee Cupping
kopi yang kita beli dan nikmati dari kafe, tidak lantas langsung sampai ke tangan pelanggan begitu saja.
Setelah melalui proses penanaman biji kopi sampai proses pascapanennya, pembuat kopi yang kita sebut sebagai barista, mesti mengecek kualitas kopi terlebih dulu.
Proses mengecek kualitas dan karakter kopi disebut coffee cupping. Kopi cupping biasa dilakukan oleh para barista di kafe untuk menilai karakter kopi secara objektif. Lantas, apa itu coffee cupping dan bagaimana prosesnya?
Apa itu coffee cupping?
Proses cupping kopi atau coffee cupping oleh Arief Nugroho dan Suraj Singh, barista trainer dari Kenal Coffee Roastery, dalam program BerKemana (bersama Kompas.com kemana), Casual Walking Tour pada Sabtu (18/4/2026).
Barista dari Kenal Coffee, Arie Nugroho, menjelaskan bahwa coffee cupping atau cupping kopi merupakan cara barista mencari formula baru dari biji kopi yang telah disangrai (roasting).
Lewat cupping kopi, barista bisa mengenal rasa dan aroma kopi yang diseduh dengan air panas di suhu tertentu, serta durasi menyeduhnya yang tepat.
"Kita akan nilai kopi ini masuk grade-nya ke mana? Specialty kah, komersial, atau mungkin di bawahnya lagi," kata Arie saat ditemui Kompas.com usai program BerKemana (bersama Kompas.com kemana), Casual Walking Tour pada Sabtu (18/4/2026).
"Kopi itu kan sebenarnya punya beberapa grade ya. Nanti proses cupping itu akan menentukan si kopi ini akan masuk ke grade mana," tambah dia.
Itu sebabnya, cupping kopi biasa dilakukan khusus untuk biji kopi baru, sebagai langkah penting untuk mengevaluasi kualitas serta karakter rasanya, sebelum disajikan kepada pelanggan.
Proses coffee cupping
Secara sederhana, coffee cupping bisa diartikan sebagai proses mencicipi seduhan kopi dari banyak gelas sekaligus.
Beberapa jenis biji kopi disiapkan untuk memulai kopi cupping ini. Dalam program BerKemana, Arie dan rekan baristanya, Suraj Singh, menggunakan tiga jenis kopi.
Ada biji kopi Kintayo Bean (Kintamani dan Gayo), Merah Putih Bean (campuran), dan Single Origin Gayo Bean. Semua biji kopi ini diproduksi oleh Kenal Coffee, roastery kopi berbasis Jakarta sejak 2013.
- Mencium aroma biji dan bubuk kopi
Proses cupping kopi atau coffee cupping oleh Arief Nugroho dan Suraj Singh, barista trainer dari Kenal Coffee Roastery, dalam program BerKemana (bersama Kompas.com kemana), Casual Walking Tour pada Sabtu (18/4/2026).
Proses cupping kopi dimulai dari mengenal aroma biji kopi yang telah disangrai. Tahap ini dilakukan untuk memahami perbedaan karakter aroma antara biji utuh atau setelah digiling.
Selanjutnya, Suraj yang saat itu memimpin proses cupping kopi, menyarankan peserta untuk mencium kembali aroma biji kopi yang telah digiling agak kasar.
"Uniknya kopi adalah dari mulai habis di-roasting (sangrai), di-grind (giling), sampai diseduh, aromanya akan berubah," ujar Arie.
- Menyeduh kopi
Proses cupping kopi atau coffee cupping oleh Arief Nugroho dan Suraj Singh, barista trainer dari Kenal Coffee Roastery, dalam program BerKemana (bersama Kompas.com kemana), Casual Walking Tour pada Sabtu (18/4/2026).
Biji kopi yang telah digiling selanjutnya diseduh dengan air panas. Namun, suhunya tak sampai 100 derajat celsius.
Arie menjelaskan, suhu menyeduh kopi umumnya berkisar 89-92 derajat celsius, sesuai dengan jenis kopinya.
"Jadi kadang-kadang kopi arabika pun juga ada yang cocok di suhu tinggi, ada juga yang cocok di suhu rendah," jelas Arie.
- Diamkan dan buang krema kopi
Pembuangan krema kopi dalam proses cupping kopi atau coffee cupping oleh Arief Nugroho dan Suraj Singh, barista trainer dari Kenal Coffee Roastery, dalam program BerKemana (bersama Kompas.com kemana), Casual Walking Tour pada Sabtu (18/4/2026).
Setelah diseduh, kopi perlu didiamkan beberapa saat, sekitar 5-10 menit hingga muncul krema.
Krema merupakan buih berwarna kuning tua pada permukaan kopi. Bagian ini harus dibuang terlebih dulu, demi mengenal karakter asli dari kopi yang diseduh.
- Mencoba kopi seduh
Proses cupping kopi atau coffee cupping oleh Arief Nugroho dan Suraj Singh, barista trainer dari Kenal Coffee Roastery, dalam program BerKemana (bersama Kompas.com kemana), Casual Walking Tour pada Sabtu (18/4/2026).
Proses cupping kopi berlanjut dengan mencium kembali aroma kopi yang telah diseduh dan didiamkan beberapa saat, sebelum akhirnya disesap.
Para barista menyiapkan satu gelas kopi sebagai wadah untuk membuang sisa kopi, serta satu gelas berisi air untuk membila sendok, sebelum mengambil sampel berikutnya.
Cangkir-cangkir kopi yang telah diseduh akan disusun berjajar, lalu diseruput satu per satu hingga terdengar bunyi "slurp", sebelum akhirnya dibuang setelah proses penilaian selesai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang