FIFA Beri Lampu Hijau, John Herdman Panggil 2 Calon Pemain Naturalisasi Baru ke Timnas Indonesia di Piala AFF 2026?
Timnas Indonesia berpotensi diperkuat dua pemain naturalisasi baru untuk menghadapi Piala AFF 2026. Secara aturan, FIFA pun telah memberikan lampu hijau karena memiliki darah Indonesia.
Piala AFF 2026 akan digelar pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Timnas Indonesia bergabung di Grup A bersama Kamboja, Singapura, Timor Leste, dan sang juara bertahan, Vietnam.
Jelang turnamen tersebut, Timnas Indonesia memiliki modal yang sangat bagus. Dalam ajang FIFA Matchday Juni lalu, skuad Garuda berhasil meraih kemenangan atas Oman dan Mozambik.
Saat menghadapi Oman, Kevin Diks dan kawan-kawan berhasil membekuk perlawanan dengan skor telak 3-0. Sementara saat menghadapi Mozambik, gol tunggal Ole Romeny membuat Garuda terbang tinggi.
Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday
Kemenangan ini membuat posisi ranking FIFA Timnas Indonesia naik cukup signifikan. Tim besutan John Herdman berhasil naik empat peringkat ke posisi 118 setelah sempat tertahan di posisi 122.
Di Piala AFF 2026 nanti, Timnas Indonesia berpeluang besar diperkuat oleh dua pemain naturalisasi baru. Mereka adalah Luke Vickery dan Mitchell Baker yang bahkan sudah ikut berlatih.
PSSI sendiri diketahui sedang mengupayakan penyelesaian proses naturalisasi kedua pemain tersebut. Langkah ini dilakukan agar mereka bisa segera memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang dibutuhkan untuk membela Timnas Indonesia di ajang resmi.
Luke Vickery dan Mitchell Baker sempat mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia pada akhir Mei lalu. Mereka juga ambil bagian dalam internal game yang digelar tim pelatih sebagai bagian dari persiapan menuju Piala AFF 2026.
Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Luke Vickery
Luke Vickery, lahir pada 25 Oktober 2005, adalah gelandang serang atau penyerang sayap berusia 20 tahun yang saat ini membela Macarthur FC di liga teratas Australia. Sementara Mitchell Baker, kelahiran Melbourne dan baru berusia 19 tahun, berstatus sebagai striker yang bermain untuk Colorado Rapids di Amerika Serikat.
Keduanya punya alasan kuat secara regulasi untuk membela Indonesia. Luke Vickery punya darah Indonesia dari neneknya yang lahir di Medan, Sumatra Utara, sementara Mitchell Baker merupakan keturunan Semarang, Jawa Tengah, dari ibunya
FIFA merestui aturan naturalisasi alias perpindahan federasi selama pemain yang bersangkutan terbukti memiliki paspor dari negara tempatnya hendak berpindah. Selama sang pemain tidak memainkan tiga pertandingan di level senior bersama negara lamanya dan tidak bermain setelah usia 21 tahun, maka mereka diperbolehkan untuk berganti asosiasi
Mengacu pada aturan tersebut, posisi Vickery dan Baker relatif aman. Regulasi FIFA mempersyaratkan bahwa perpindahan asosiasi pemain hanya dapat terjadi jika darahnya berasal dari ibu, ayah, kakek, atau nenek dan keduanya memenuhi syarat tersebut. (fan)