Jangan Ubah Dosis Obat Diabetes Saat Puasa Tanpa Konsultasi Dokter
Penderita diabetes tidak boleh mengatur sendiri jadwal dan dosis obat saat puasa karena perubahan pola makan dapat memengaruhi kestabilan gula darah.
Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi-Imunologi dr. Bramantya Wicaksana, Sp.PD, K-AI, menegaskan bahwa penyesuaian obat harus dilakukan dengan pengawasan dokter agar tetap aman selama menjalankan ibadah.
“Pada umumnya, orang dengan diabetes dapat berpuasa dan wajib mengomunikasikan hal ini kepada dokter,” ujar dr. Bramantya saat diwawancarai Kompas.com, Kamis (12/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa perubahan waktu makan saat puasa berdampak langsung pada cara kerja obat di dalam tubuh sehingga aturan minum obat tidak bisa disamakan dengan hari biasa.
Obat 3 kali sehari bisa diubah
Pada kondisi normal, sebagian pasien diabetes mengonsumsi obat tiga kali sehari. Saat puasa, jadwal tersebut dapat disesuaikan.
“Untuk obat yang biasanya dikonsumsi 3 kali, maka dapat diubah menjadi 2 kali dengan dosis yang sama atau 1 kali dilewatkan karena dalam kondisi puasa,” jelas dokter dari RSU Hasanah Graha Afiah Depok itu.
Penyesuaian ini bergantung pada kondisi masing-masing pasien dan harus melalui evaluasi dokter.
Tidak boleh mengatur sendiri
Ilustrasi diabetes. Dokter menjelaskan faktor risiko diabetes pada usia muda serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan sejak dini.
Sebagian pasien mungkin mengurangi atau menghentikan obat karena khawatir gula darah turun saat puasa. Langkah tersebut justru berisiko membuat gula darah tidak terkontrol.
Perubahan terapi obat tetap harus berdasarkan penilaian medis. Tujuannya untuk mencegah gula darah terlalu rendah maupun terlalu tinggi selama puasa.
Tujuan penyesuaian obat
Penyesuaian obat bertujuan menjaga keseimbangan gula darah ketika tubuh tidak menerima asupan makanan dalam waktu lama.
Waktu makan yang hanya saat sahur dan berbuka membuat efek obat harus diperhitungkan dengan cermat.
“Hal ini bergantung dengan penilaian dokter,” kata dr. Bramantya.
Setiap pasien memiliki kondisi berbeda sehingga tidak ada aturan yang bisa disamaratakan.
Konsultasi sebelum puasa
Persiapan sebelum puasa sangat penting bagi penderita diabetes. Pemeriksaan gula darah dan evaluasi obat membantu dokter menentukan apakah pasien aman berpuasa.
Dengan pengaturan obat yang tepat dan pengawasan medis, penderita diabetes tetap dapat menjalankan puasa tanpa mengabaikan kesehatan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang