Sering Terpancing Emosi pada Anak saat Puasa? Psikolog Sarankan Teknik Jeda

konsep HALT, teknik jeda, Sering Terpancing Emosi pada Anak saat Puasa? Psikolog Sarankan Teknik Jeda

Bulan Ramadan menjadi momen refleksi diri, termasuk dalam pola pengasuhan anak. Namun di sisi lain, perubahan pola makan dan waktu istirahat selama puasa juga bisa memengaruhi kondisi fisik dan emosional orangtua.

Tak sedikit yang merasa lebih mudah lelah, sensitif, bahkan cepat terpancing emosi ketika menghadapi perilaku anak.

Psikolog Klinis Remaja dan Dewasa, Nena Mawar Sari, menjelaskan bahwa kondisi tersebut sangat mungkin terjadi, terutama ketika tubuh dan pikiran berada dalam keadaan tidak optimal.

Menurut Nena, salah satu kunci penting dalam pengasuhan adalah kemampuan orangtua untuk meregulasi emosi.

Regulasi emosi berarti mampu mengenali, memahami, dan mengelola perasaan sebelum merespons suatu situasi, termasuk saat menghadapi anak yang rewel atau sulit diatur.

"Biasanya dalam kondisi lapar, marah, kesepian kemudian kita merasa capek, emosi kita jadi mudah terpancing. Nah caranya adalah dengan berjeda dan tetap menyadari emosi kita itu bentuknya yang mana," ujarnya dikutip dari ANTARA, Selasa (3/3/2026).

Mengenal Konsep HALT

Nena merujuk pada konsep HALT, singkatan dari Hungry, Angry, Lonely, Tired (lapar, marah, kesepian, lelah).

Keempat kondisi ini sering kali menjadi pemicu munculnya respons emosional yang berlebihan.

Saat berpuasa, kadar gula darah dapat menurun sehingga tubuh terasa lemas.

Energi yang biasanya digunakan untuk beraktivitas sehari-hari juga berkurang.

Ditambah tanggung jawab domestik seperti menyiapkan sahur dan berbuka, kondisi lelah bisa semakin terasa.

Dalam situasi tersebut, orang tua mungkin menjadi lebih sensitif terhadap perilaku anak yang sebenarnya masih dalam batas wajar perkembangan.

Karena itu, penting untuk tidak langsung bereaksi secara impulsif.

konsep HALT, teknik jeda, Sering Terpancing Emosi pada Anak saat Puasa? Psikolog Sarankan Teknik Jeda

ilustrasi ibu dan anak. Ucapan, twibbon, dan poster Selamat Hari Ibu 22 Desember 2025.

Pentingnya Teknik Jeda

Salah satu strategi yang disarankan adalah teknik jeda.

Artinya, orang tua memberi waktu sejenak sebelum merespons situasi yang memicu emosi.

Jeda bisa dilakukan dengan menarik napas dalam-dalam, mengambil waktu beberapa menit untuk menenangkan diri, atau bahkan secara jujur menyampaikan kondisi kepada anak.

"Jadi nggak apa-apa untuk mengatakan mama sedang capek, bisa nggak kita ngobrolnya nanti atau misalnya lihat gambarnya ya pada saat sudah istirahat dan lain sebagainya sehingga kita bisa menghindari tindakan impulsif," jelasnya.

Menurut Nena, langkah sederhana ini dapat mencegah tindakan impulsif yang berpotensi disesali di kemudian hari, seperti membentak atau berkata kasar.

Teknik jeda juga membantu orang tua menyadari bahwa yang sedang terjadi bukan semata-mata karena perilaku anak, tetapi karena kondisi diri yang sedang tidak stabil.

Orangtua juga manusia

Dalam pengasuhan, ada kecenderungan orangtua merasa harus selalu sabar dan terkendali.

Padahal, orangtua juga manusia yang bisa lelah dan mengalami tekanan.

Karena itu, dukungan emosional dari pasangan dan keluarga menjadi faktor penting.

Pengasuhan sebaiknya tidak hanya dibebankan pada satu pihak saja, misalnya ibu.

Pembagian peran yang setara sesuai kapasitas masing-masing anggota keluarga dapat membantu mengurangi stres.

Berdialog dengan pasangan tentang kelelahan, hambatan, atau ketidakseimbangan peran juga menjadi langkah preventif agar emosi tidak menumpuk dan meledak pada anak.

Pada akhirnya, puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri.

Dengan mengenali kondisi HALT dan menerapkan teknik jeda, orang tua dapat menghadirkan suasana rumah yang lebih tenang dan suportif bagi tumbuh kembang anak.

Karena sebelum mendidik anak untuk mengelola emosi, orang tua pun perlu belajar melakukan hal yang sama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang