3 Tanda Skin Barrier Melemah Saat Puasa, Kulit Lebih Kering dan Sensitif

skin barrier, 3 Tanda Skin Barrier Melemah Saat Puasa, Kulit Lebih Kering dan Sensitif

Selama menjalani puasa, tubuh mengalami berbagai perubahan metabolik sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan pola makan dan asupan cairan yang dapat berdampak pada kesehatan kulit.

Dermatologist dr. Arlene Rainamira, SpDVE. menjelaskan bahwa selama puasa, kulit ikut beradaptasi dengan perubahan tersebut, termasuk perubahan asupan nutrisi, cairan, hingga metabolisme tubuh.

“Ternyata saat kita berpuasa, tubuh mengalami adaptasi metabolik dan kulit pun ikut beradaptasi,” ujarnya dalam acara Sensatia Ramadan Pure Moments di Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, perubahan pola makan selama Ramadhan dapat memengaruhi asupan nutrisi yang dibutuhkan kulit, seperti vitamin, mineral, dan antioksidan yang berperan penting dalam proses regenerasi sel kulit.

Selain itu, berkurangnya asupan cairan pada siang hari juga dapat memengaruhi tingkat hidrasi kulit.

“Ketika asupan cairan berkurang, terutama di siang hari, kulit mulai memberikan tanda bahwa ia mengalami dehidrasi atau ‘haus’,” jelas dr. Arlene.

Kondisi dehidrasi ini dapat memengaruhi fungsi skin barrier, yaitu lapisan pelindung terluar kulit yang berperan menjaga kelembapan sekaligus melindungi kulit dari berbagai iritasi.

Ketika skin barrier terganggu, kulit menjadi lebih rentan mengalami berbagai masalah.

Tanda skin barrier melemah

1. Kulit menjadi lebih kering

Salah satu tanda paling umum dari skin barrier yang mulai melemah selama berpuasa ini adalah kulit menjadi lebih kering. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai xerosis

“Yang paling common, pertama itu xerosis atau kulit kering. Jadi di bagian kaki atau ujung-ujung tangan biasanya kita mulai merasa kering,” terang dr. Arlene.

Kulit yang mengalami kekeringan juga sering terasa kaku setelah mencuci wajah atau tubuh.

Pada beberapa orang, kondisi ini juga dapat disertai rasa gatal yang cukup mengganggu.

2. Kulit menjadi lebih sensitif

Selain kering, skin barrier yang terganggu ketika puasa juga dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif.

Kulit dapat tampak lebih mudah memerah atau mengalami reaksi terhadap faktor tertentu, seperti perubahan cuaca, produk skincare, maupun paparan sinar matahari.

Kondisi ini juga dapat memicu reaksi peradangan pada kulit.

Akibatnya, masalah kulit seperti eksim maupun jerawat dapat lebih mudah muncul atau kambuh selama menjalani puasa.

“Mulai agak merah, sensitif, bahkan bisa masuk ke kondisi inflamasi seperti eksim atau jerawat,” jelasnya.

3. Kulit mudah pecah-pecah

skin barrier, 3 Tanda Skin Barrier Melemah Saat Puasa, Kulit Lebih Kering dan Sensitif

Dermatologist dr. Arlene Rainamira, SpDVE. dalam acara Sensatia Ramadan Pure Moments di Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).

Tanda lain dari skin barrier yang melemah saat sedang berpuasa adalah munculnya area kulit yang sangat kering hingga tampak pecah-pecah.

Kondisi ini biasanya terjadi pada bagian jari atau area kulit yang sering terpapar udara kering.

Dalam beberapa kasus, kulit juga dapat terlihat bersisik atau muncul dry patches, yaitu area kulit yang sangat kering hingga terasa kasar.

Kondisi tersebut juga bisa dipicu oleh kebiasaan tertentu, seperti terlalu sering mencuci wajah atau tubuh saat kulit sedang mengalami dehidrasi.

Jika tidak diatasi, kulit yang terlalu kering dapat menjadi lebih mudah iritasi.

Dipengaruhi pola makan dan hidrasi

Selain asupan cairan yang berkurang, perubahan pola makan selama puasa juga dapat memengaruhi kondisi kulit.

Konsumsi makanan tinggi gula saat berbuka, misalnya, dapat memicu peradangan pada kulit dan memperburuk kondisi jerawat.

Di sisi lain, kurangnya asupan nutrisi tertentu juga dapat memengaruhi proses regenerasi kulit.

Maka dari itu, menjaga pola makan yang seimbang selama Ramadhan menjadi penting untuk mendukung kesehatan kulit.

Asupan nutrisi seperti protein, lemak sehat, serta antioksidan dapat membantu proses regenerasi sel kulit sekaligus menjaga fungsi skin barrier tetap optimal.

Selain itu, mencukupi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka juga penting untuk membantu menjaga hidrasi kulit.

Dengan menjaga pola makan yang baik serta perawatan kulit yang tepat, kondisi skin barrier diharapkan tetap stabil, sehingga kulit tidak mudah mengalami kekeringan maupun iritasi selama puasa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang