Waspadai Tanda Dehidrasi Ringan Saat Puasa, Jangan Sampai Terlambat
Dehidrasi ringan bisa muncul saat puasa ketika tubuh mulai kekurangan cairan, dan kondisi ini sering ditandai dengan rasa haus berlebihan, mulut kering, serta urine yang lebih pekat dari biasanya.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Pondok Indah, dr. Ihsanul Rajasa, Sp.PD, FISQua, menjelaskan bahwa tanda-tanda ini merupakan sinyal awal bahwa tubuh tidak mendapatkan cairan yang cukup.
“Dehidrasi adalah kondisi tubuh kekurangan cairan yang cukup sehingga fungsi organ terganggu,” ujar dr. Ihsanul dalam wawancara eksklusif bersama Kompas.com, Rabu (25/2/2026).
Kondisi ini dapat terjadi saat puasa jika cairan yang dikonsumsi saat sahur tidak mencukupi atau tubuh kehilangan cairan lebih banyak melalui aktivitas di siang hari.
Gejala dehidrasi ringan saat puasa
Dehidrasi ringan hingga sedang memiliki beberapa tanda yang relatif mudah dikenali.
Gejala yang paling umum adalah rasa haus yang lebih kuat dari biasanya. Mulut dan bibir juga dapat terasa kering karena tubuh mulai kekurangan cairan.
Selain itu, warna urine bisa berubah menjadi lebih pekat atau kuning tua dibandingkan kondisi normal. Jumlah urine juga biasanya menjadi lebih sedikit.
Pusing ringan atau rasa lemah yang lebih berat dari biasanya juga dapat muncul pada kondisi ini.
Mengapa dehidrasi bisa terjadi saat puasa
Ilustrasi udara panas. Rasa haus berlebihan, mulut kering, hingga urine berwarna pekat saat puasa bisa menjadi tanda awal dehidrasi yang perlu segera diwaspadai.
Puasa membuat tubuh tidak menerima cairan selama beberapa jam. Jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi saat sahur dan berbuka, tubuh akan mengalami defisit cairan.
Aktivitas fisik yang tinggi di siang hari juga dapat mempercepat terjadinya dehidrasi. Kondisi tersebut membuat tubuh kehilangan cairan lebih banyak melalui keringat.
Pentingnya mengenali tanda sejak awal
Mengenali gejala dehidrasi ringan sangat penting agar kondisi tidak berkembang menjadi dehidrasi berat.
Gejala seperti haus berlebihan, mulut kering, serta urine yang lebih pekat menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan cairan.
Jika kondisi ini diabaikan, risiko dehidrasi dapat meningkat dan mengganggu aktivitas selama puasa.
tanda awal ini membantu seseorang mengambil langkah yang tepat untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh selama menjalankan ibadah puasa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang