Tak Hanya untuk Obesitas, Ini Waktu Terbaik Konsultasi ke Dokter Gizi
Kapan sebaiknya konsultasi ke dokter gizi? Apa sebaiknya konsultasi ketika sudah terlanjur sakit atau mengalami obesitas?
Menurut dr. Maya Surjadjaja, Sp.GK, M.Gizi, dari Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), semakin dini seseorang berkonsultasi, semakin besar peluang untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.
Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kondisi tubuh sebelum muncul komplikasi.
Kapan konsultasi ke dokter gizi?
Tidak hanya untuk yang obesitas
dr. Maya Surjadjaja, Sp.GK, M.Gizi dari Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dalam acara Kolaborasi dan Inovasi untuk Indonesia Sehat: Prioritas pada Isu Obesitas, di Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2025)
Banyak orang mengira bahwa dokter gizi hanya menangani pasien dengan obesitas. Nyatanya, orang dengan tubuh yang terlalu kurus juga memerlukan pendampingan gizi yang tepat.
“Seseorang yang badannya terlalu gemuk atau terlalu kurus, itu juga harus memeriksakan dirinya ke dokter gizi. Sebab, ke dokter gizi itu enggak hanya orang yang obesitas atau gemuk, yang terlalu kurus juga,” jelas Maya dalam acara Kolaborasi dan Inovasi untuk Indonesia Sehat: Prioritas pada Isu Obesitas, di Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2025).
Menurutnya, orang dengan berat badan sangat rendah juga bisa mengalami masalah serius akibat kekurangan zat gizi tertentu.
“Kalau orang yang terlalu kurus, itu juga perlu memeriksakan dirinya, dokter akan lihat dia nutrisi dan gizi yang kurang dalam tubuhnya apa,” lanjutnya.
Kebanyakan orang datang saat sudah sakit
Banyak orang baru ke dokter gizi saat sudah obesitas. Padahal konsultasi sebaiknya dilakukan sejak dini, bahkan untuk yang kurus dan terlihat sehat.
Maya mengungkapkan, pola pikir masyarakat Indonesia cenderung menunda untuk pergi ke dokter hingga kondisinya parah.
“Masalahnya itu tidak semua dari kita sadar kalau dirinya perlu ke dokter. Kebanyakan orang Indonesia baru mau ke dokter kalau misalnya sudah sakit parah,” ucap dia.
Padahal, mengenali gejala sejak dini bisa membantu mencegah obesitas maupun malnutrisi berkembang menjadi masalah kesehatan kronis.
Bahkan seseorang yang tampak sehat sekalipun tetap bisa memiliki risiko tersembunyi terkait gizi.
Gunakan IMT dan lingkar pinggang sebagai indikator
Banyak orang baru ke dokter gizi saat sudah obesitas. Padahal konsultasi sebaiknya dilakukan sejak dini, bahkan untuk yang kurus dan terlihat sehat.
Cara paling sederhana untuk mengenali apakah seseorang sudah masuk kategori berisiko adalah dengan mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT) dan lingkar pinggang.
Berdasarkan standar untuk orang Asia, kategori kelebihan berat badan ditetapkan pada hasil IMT 23–25. Jika hasil IMT melebihi 25, maka sudah masuk dalam kategori obesitas.
Sementara itu, untuk ukuran lngkar pinggang perempuan normalnya 80 sentimeter (cm), sedangkan laki-laki 90 cm.
“Paling gampang itu mengukur dengan IMT dan lingkar pinggang, apabila sudah lebih dari batas normal, silakan konsultasikan ke dokter,” ujar Maya.
Ia juga menambahkan, jangan hanya terpaku pada angka IMT. Ada kondisi yang disebut obesitas sentral yakni seseorang memiliki IMT normal, tapi lingkar pinggangnya berlebih.
“Jangan salah, ada orang yang IMT-nya normal tapi lingkar pinggang besar, itu tanda awal obesitas sentral,” jelas Maya.
Obesitas sentral sendiri dikenal lebih berbahaya karena lemak menumpuk di sekitar perut dan organ dalam sehingga berisiko memicu penyakit metabolik seperti diabetes dan hipertensi.
Pencegahan lebih baik daripada pengobatan
Ia menegaskan, pentingnya masyarakat tidak menunggu hingga sakit untuk berkonsultasi dengan dokter gizi.
Pemeriksaan rutin dapat membantu mengatur pola makan, menyeimbangkan kebutuhan nutrisi, dan mencegah obesitas maupun malnutrisi berkembang lebih jauh.
Konsultasi ke dokter gizi bukan hanya soal menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga kesehatan jangka panjang melalui pola makan yang sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.