Kulit Lebih Kering Saat Puasa, Amankah Pakai Retinol?
Penggunaan bahan aktif dalam skincare, seperti retinol, sering menimbulkan pertanyaan saat menjalani puasa.
Sebagian orang khawatir bahan aktif tertentu dapat membuat kulit lebih sensitif atau menyebabkan iritasi selama Ramadan.
Dermatologist dr. Arlene Rainamira, Sp.DVE., menjelaskan bahwa bahan aktif sebenarnya tetap boleh digunakan selama puasa. Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit yang cenderung lebih kering dan dehidrasi.
“Tidak ada satu bahan aktif yang benar-benar harus dihindari, tetapi penggunaannya harus sangat tepat,” ujarnya dalam acara Sensatia Ramadan Pure Moments di Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).
Menurut dr. Arlene, perubahan pola makan serta berkurangnya asupan cairan pada siang hari dapat memengaruhi kondisi kulit. Hal ini membuat kulit menjadi lebih rentan mengalami kekeringan.
Oleh sebab itu, penggunaan bahan aktif selama puasa sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan.
Sesuaikan frekuensi penggunaan bahan aktif
Dr. Arlene mengatakan bahwa penggunaan bahan aktif sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit masing-masing. Pada kulit yang cenderung kering, bahan aktif tidak dianjurkan digunakan setiap hari.
“Kalau kulitnya kering, bahan aktif bisa digunakan sekitar dua sampai tiga kali seminggu,” jelasnya.
Penggunaan bahan aktif yang terlalu sering, terutama yang bersifat eksfoliasi, dapat membuat kulit menjadi semakin kering.
Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi fungsi skin barrier, yaitu lapisan pelindung terluar kulit yang berperan menjaga kelembapan sekaligus melindungi kulit dari iritasi.
Sementara itu, pada kulit berminyak penggunaan bahan aktif masih dapat dilakukan dengan frekuensi yang sedikit lebih sering.
Menurut dr. Arlene, bahan aktif pada kulit berminyak bisa digunakan selang sehari selama kondisi kulit tetap terjaga dengan baik.
Pengaturan frekuensi ini penting agar proses regenerasi kulit tetap berjalan optimal tanpa menyebabkan iritasi.
Retinol tetap boleh digunakan saat puasa
Terkait penggunaan retinol, dr. Arlene mengatakan bahwa bahan aktif tersebut tetap boleh digunakan selama puasa.
Retinol dikenal sebagai salah satu bahan aktif yang banyak digunakan dalam perawatan kulit karena manfaatnya dalam membantu regenerasi sel kulit serta mengatasi berbagai masalah kulit, seperti jerawat dan tanda penuaan.
Namun, penggunaan retinol tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.
“Retinol tetap boleh digunakan, tetapi perlu melihat jenis kulitnya dan apakah kulitnya sensitif atau tidak,” katanya.
Jika kulit cenderung sensitif, penggunaan retinol dapat dikombinasikan dengan pelembap untuk membantu mengurangi risiko iritasi.
Gunakan metode sandwich
Dermatologist dr. Arlene Rainamira, SpDVE. dalam acara Sensatia Ramadan Pure Moments di Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan sandwich method, yaitu teknik pemakaian skincare dengan mengaplikasikan pelembap sebelum dan sesudah penggunaan retinol.
Dalam metode ini, pelembap digunakan terlebih dahulu untuk membantu menjaga kelembapan kulit. Setelah itu, retinol dapat diaplikasikan secara tipis sebelum kembali dilapisi pelembap.
Metode tersebut dapat membantu mengurangi potensi iritasi sekaligus menjaga kondisi skin barrier tetap stabil. Selain itu, penggunaan retinol selama puasa juga sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering.
Pada kulit yang cenderung kering, retinol dapat digunakan sekitar dua sampai tiga kali dalam seminggu.
Sementara pada kulit berminyak, penggunaan retinol masih dapat dilakukan dengan frekuensi selang sehari.
Dengan penggunaan yang tepat serta frekuensi yang disesuaikan dengan jenis kulit, bahan aktif seperti retinol tetap dapat digunakan selama puasa tanpa mengganggu kesehatan kulit.
Hal terpenting adalah memastikan kulit tetap terhidrasi dengan baik serta tidak menggunakan terlalu banyak bahan aktif secara bersamaan.
Dengan demikian, fungsi skin barrier dapat tetap terjaga meski menjalani perubahan pola makan dan hidrasi selama Ramadan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang