Masak Pakai Rice Cooker Vs Panci Listrik, Mana yang Lebih Boros untuk Anak Kos?

rice cooker, listrik, anak kos, Panci Listrik, Masak Pakai Rice Cooker Vs Panci Listrik, Mana yang Lebih Boros untuk Anak Kos?

Bagi anak kos, memilih perangkat elektronik untuk memasak bukan sekadar urusan fungsionalitas, melainkan juga strategi untuk menekan pengeluaran bulanan.

Beberapa perangkat populer seperti rice cooker dan panci listrik sering kali menjadi andalan. Namun, setiap alat memiliki karakteristik daya yang berbeda sehingga memengaruhi efisiensi pemakaian listrik harian.

Dosen Pendidikan Teknik Elektro dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Toto Sukisno, menjelaskan bahwa kebutuhan daya listrik kedua alat tersebut sangat bervariasi tergantung pada kapasitas dan teknologinya.

Mana yang paling irit?

Secara umum, rice cooker menempati posisi teratas sebagai alat yang paling hemat daya, terutama untuk penggunaan skala kecil.

1. Rice Cooker

Untuk anak kos yang memasak dalam jumlah sedikit, rice cooker berkapasitas 0,3 liter hanya memerlukan daya yang sangat rendah.

“Untuk kebutuhan listrik rice cooker daya terkecil ada yang 100-180 watt untuk kapasitas 0,3 liter,” kata Toto, Selasa (17/12/2025).

Sedangkan untuk kapasitas yang lebih besar, yakni 1,5 liter, kebutuhan dayanya merangkak naik di kisaran 150 watt hingga 500 watt.

Selain untuk menanak nasi, alat ini juga kerap difungsikan untuk merebus hingga menggoreng secara praktis.

2. Panci Listrik

Panci listrik kini mulai diminati karena praktis, di mana wadah dan elemen pemanasnya sudah menjadi satu kesatuan.

Namun, penggunanya harus bersiap dengan konsumsi daya yang sedikit lebih tinggi dibanding rice cooker.

“Di pasaran, kebutuhan listrik panci listrik berkisar 225 watt hingga 1000 watt,” tutur Toto.

3. Kompor Listrik

Dibandingkan kedua alat sebelumnya, kompor listrik memiliki kebutuhan daya yang paling besar namun menawarkan fleksibilitas memasak yang lebih tinggi.

Karena hanya berfungsi sebagai sumber panas, pengguna masih membutuhkan peralatan tambahan seperti wajan atau panci terpisah.

“Yang kebutuhan listrik kompor listrik berkisar antara 1.000-5.000 watt,” ujarnya.

Efisiensi panas dan penggunaan

Toto menilai bahwa dari sisi efisiensi dalam menghasilkan panas, panci listrik cenderung lebih hemat dibandingkan kompor listrik. Hal ini sebabkan karena panas dari panci listrik langsung terdistribusi pada wadah yang menyatu, berbeda dengan kompor listrik yang memerlukan media perantara.

Meski demikian, kompor listrik tetap unggul bagi mereka yang perlu memasak beragam jenis masakan yang lebih kompleks.

Bahaya memakai alat elektronik bekas yang rusak

Selain pemilihan jenis alat, Toto juga memberikan peringatan keras bagi anak kos yang gemar menggunakan alat elektronik bekas atau peralatan yang sudah pernah rusak demi berhemat.

Alih-alih irit, penggunaan barang yang mesinnya sudah bermasalah justru bisa membuat tagihan listrik melonjak.

“Untuk peralatan elektronik yang rusak, bila yang diperbaiki misal motornya (dengan melilit ulang), maka sudah bisa dipastikan akan semakin turun efisiensinya, dengan kata lain menjadi lebih boros,” tegas Toto.

Namun, ia memberikan catatan, jika perbaikan dilakukan pada komponen elektronik tertentu seperti komponen pasif maupun aktif, hal tersebut biasanya tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap konsumsi energi.

Penggunaan alat elektronik yang sudah tidak optimal hingga sering mati sendiri tidak disarankan karena selain boros energi, juga berisiko terhadap keamanan instalasi listrik di kamar kos.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang