Masak Pakai Air Fryer Bisa Sebabkan Kanker, Mitos atau Fakta?
Meski menjadi terobosan baru dalam dunia memasak, penggunaan air fryer sering kali dikaitkan dengan risiko kanker. Benarkah demikian?
"Sebenarnya, ada misleading terkait hal ini karena makanan yang dapat menyebabkan karsinogenik adalah makanan yang tinggi karbohidrat atau tinggi gula," kata Food Technologist sekaligus Founder Fitbreak.id, Devina Wirawan, saat ditemui Kompas.com dalam salah satu acara di Jakarta, Senin (22/12/2025).
Dilansir dari Very Well Health, Selasa (30/12/2025), karsinogenik atau zat penyebab kanker bisa disebabkan oleh minyak goreng yang dipanaskan berulang atau menggoreng dengan minyak banyak.
Dua hal ini menjadi potensi pembentukan karsinogen akrilamida terbesar dalam proses memasak.
Akrilamida adalah karsinogen yang terbentuk dalam makanan tertentu saat memasak dengan suhu tinggi, seperti metode menggoreng, memanggang, maupun membakar.
Namun, perlu dicatat bahwa akrilamida tidak semata-mata berasal dari minyak goreng yang dipakai, melainkan saat glukosa dan asam amino terpapar suhu tinggi.
Devina menjelaskan, proses memasak makanan yang mengandung karbohidrat tinggi pada suhu tinggi, dapat memicu terbentuknya senyawa akrilamida yang bersifat karsinogenik.
"Misalnya kentang goreng dimasak pakai banyak minyak (deep fry) dengan suhu 230 derajat celsius, itu memang bisa menyebabkan karsinogenik," tutur dia.
Di sisi lain, penggunaan air fryer tidak selalu berpatokan dengan suhu tinggi mencapai 230 derajat celsius.
Mini Quiche buatan Chef Adele Adelina dalam peluncuran Air Fryer Oven seri KitchenMate Polytron di Jakarta, Senin (22/12/2025).
Proses memasak dengan air fryer pun memakan waktu singkat. Artinya, penggunaan air fryer belum tentu meningkatkan risiko terkena kanker.
Mengingat air fryer menggunakan lebih sedikit minyak saat memasak, maka lebih sedikit akrilamida karsinogen yang dihasilkan.
Tips memasak pakai air fryer
Demi menghindari risiko penyebab penyakit, termasuk kanker, Devina menyarankan cara memasak menggunakan air fryer yang tepat.
Sebaiknya, atur suhu panas air fryer saat memasak berkisar 160-180 derajat celsius, jangan melebihi 200 derajat celsius.
Atur juga lama memasak dengan air fryer, cukup sekitar 15-20 menit. Untuk memaksimalkan durasi ini, kamu bisa memotong bahan makanan lebih kecil agar cepat matang.
"Biasanya kalau masak kue di air fryer gitu kan terksturnya lembut ya, enggak sampai berwarha kehitaman. Jadi yang bahaya itu kalau misalnya dia (makanan) sudah berwarna kecoklatan hitam. Itu yang dihindari," jelas Devina.
Sebaliknya, memasak makanan alami (real food) dengan suhu panas sewajarnya menggunakan air fryer, tidak akan berdampak pada risiko kanker.
"Misalnya, sayur, bahan protein gitu, itu enggak apa-apa pakai air fryer karena kan gulanya rendah ya. Jadi enggak memunculkan reaksi yang menimbulkan akrilamida tadi," jela dia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang