4 Alat Elektronik Paling Boros Listrik, Salah Satunya Ada di Tiap Ruangan

Pemilihan dan durasi pemakaian alat elektronik di rumah tangga memengaruhi tagihan listrik bulanan.
Tidak selalu alat dengan daya tinggi yang paling boros, karena beberapa perangkat dengan daya rendah justru bisa menghabiskan listrik lebih banyak jika digunakan dalam durasi lama.
Misalnya, lampu yang menyala berjam-jam setiap hari. Meskipun dayanya kecil, namun secara kumulatif dapat menyumbang konsumsi listrik signifikan.
Selain lampu, berbagai peralatan rumah tangga lain juga termasuk “biang boros listrik” jika tidak digunakan secara efisien.
Kulkas, televisi, pompa air, hingga charger gadget yang terus terpasang meski tidak digunakan, semuanya berpotensi meningkatkan konsumsi listrik.
Mengetahui daftar alat elektronik paling boros ini penting agar pemilik rumah dapat mengatur penggunaan listrik lebih bijak dan menekan biaya energi.
Alat elektronik paling boros listrik
Dosen Teknik Ketenagalistrikan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB), Syarif Hidayat mengatakan, beberapa alat elektronik di rumah tangga memiliki daya pakai atau watt yang tinggi.
Apabila digunakan dalam waktu yang lama, peralatan tersebut bisa menyebabkan tagihan pembayaran listrik menjadi melonjak.
"Peluang yang menjadi boros itu adalah besar energi dikali lama pemakaian," kata dia, dilansir dari (3/7/2025).
Menurut Syarif, setiap alat elektronik rumah tangga memiliki daya listrik yang berbeda-beda. Pada umumnya, lampu penerangan rata-rata memiliki daya 7-10 watt, sedangkan setrika sekitar 400 watt.
Lemari pendingin, seperti kulkas yang digunakan setiap hari, besaran daya listriknya mencapai 100-150 watt. Sementara kompor listrik dan microwave masing-masing 1.000 watt dan 2.000 watt.
Namun, di antara seluruh alat elektronik tersebut, Syarif mengatakan, AC adalah alat elektronik yang paling boros listrik.
Berikut daftar alat elektronik paling boros listrik:
1. Pendingin udara atau AC
AC memiliki daya sekitar 300 watt. Dengan daya sebesar itu, AC menjadi alat elektronik paling boros listrik karena sering dinyalakan meski tidak digunakan.
Listrik makin boros jika AC sering dinyalakan dan dimatikan dalam 24 jam.
2. Lampu
Setelah AC, alat elektronik berikutnya yang memakan banyak dana adalah lampu. Lampu dengan daya 7-10 watt yang dibiarkan menyala pada 5 ruangan bisa menyebabkan boros listrik.
Sayangnya, hampir tiap ruangan rumah pasti memiliki lampu penerangan.
"Lampu itu kadang di ruangan tidak diperlukan tapi menyala terus," ungkapnya.
3. Televisi
Alat elektronik yang juga memicu boros listrik adalah televisi. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan masyarakat yang sering membiarkan televisi menyala meski tidak ditonton.
"TV itu kira-kira bisa 90 watt. Kita tidur di depan TV yang dibiarkan menyala, itu bisa boros listrik. Atau kita tinggalkan nyala begitu saja di ruangan," jelas Syarif.
4. Pompa air
Dilansir dari (10/12/2025), dosen Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Yogyakarta, Toto Sukisno, menjelaskan bahwa untuk rumah dengan daya 900 VA, dua perangkat yang paling banyak menghabiskan energi adalah pompa air dan televisi.
Ia menyarankan kedua perangkat ini digunakan secara lebih bijak dan hanya saat diperlukan.
"Kalau hunian perumahan tipe 36 yang menggunakan PDAM, biasanya bebannya hanya kulkas, kipas, lampu, dan TV. Biasanya pulsa Rp 50 ribu bisa digunakan 15 hari,” ujarnya.
Menurut Syarif, pemborosan listrik lebih tergantung pada durasi pemakaian alat elektronik,
Jadi meski alat berdaya besar, tapi jika hanya dinyalakan ketika butuh atau ketika akan digunakan saja, maka tidak akan memicu pemborosan listrik.
Sedangkan untuk kulkas, meski harus dinyalakan setiap saat, alat elektronik ini bisa disetel agar tidak boros listrik.
Caranya adalah dengan mengatur pendingin kulkas agar tidak terlalu tinggi dan pastikan pintu kulkas tertutup dengan rapat dan tidak sering dibuka tutup.
Cara mengurangi tagihan listrik PLN
Lampu adalah salah satu alat elektronik paling boros listrik.
Setelah tahu alat elektronik yang bisa memicu boros listrik, maka masyarakat bisa secara bijak mengelola dan menggunakannya.Caranya adalah dengan menghindari kebiasaan membiarkan alat elektronik rumah tangga menyala terus saat tidak begitu dibutuhkan.
Segera matikan AC apabila ruangan tidak digunakan. Selain itu, pastikan bahwa AC tidak bocor dengan cara menutup pintu dan jendela ruangan.
Atau, bisa juga dengan memasang gorden kain pada jendela. Tujuannya adalah untuk menyekat panas agar tidak masuk ke dalam ruangan.
Kemudian matikan lampu jika ruangan sudah mendapatkan sinar Matahari. Matikan juga lampu saat Anda akan tidur.
Selain mengubah kebiasaan boros listrik, berganti ke alat elektronik semi otomatis atau juga bisa menjadi solusi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang