Suami Pelit ke Istri, Anak Bisa Ikut Pelit atau Malah Boros? Ini Kata Psikolog

Masalah rumah tangga, suami pelit ke istri, suami pelit, suami pelit terhadap istri, suami pelit kepada istri, suami pelit dan perhitungan, Suami Pelit ke Istri, Anak Bisa Ikut Pelit atau Malah Boros? Ini Kata Psikolog

Dalam sebuah rumah tangga, apakah sifat pelit suami ke istri bisa menurun ke anak? 

“Jelas bisa karena anak bisa meniru pola perilaku ayahnya,” kata psikolog klinis Yustinus Joko Dwi Nugroho, M.Psi. yang berpraktik di Rumah Sakit DR Oen Solo Baru, Minggu (5/10/2025).

Ketika ayah menunjukkan kecenderungan terlalu perhitungan saat mengeluarkan uang, anak berpotensi menginternalisasi hal tersebut sebagai bagian dari cara hidup. Namun, di sisi lain, ada anak yang justru bersikap sebaliknya.

“Anak bisa, sebagai reaksi balik atau kompensasi, justru menjadi sangat boros,” sambung Joko.

Ketatnya finansial yang dialami anak dahulu kala bisa membuatnya “kalap” ketika memegang uang dalam jumlah yang banyak. Hubungan yang tidak sehat dengan uang ini, bisa berujung pada perilaku terlalu konsumtif.

Sifat pelit suami ke istri bisa menurun ke anak

Harga diri anak bisa terdampak

Masalah rumah tangga, suami pelit ke istri, suami pelit, suami pelit terhadap istri, suami pelit kepada istri, suami pelit dan perhitungan, Suami Pelit ke Istri, Anak Bisa Ikut Pelit atau Malah Boros? Ini Kata Psikolog

Sifat suami pelit ke istri bisa menurun ke anak, tapi dampaknya akan berbeda. Simak penjelasan psikolog selengkapnya.

Sifat pelit sang ayah juga bisa berdampak pada harga diri anak. Ia bisa menjadi kurang percaya diri di hadapan teman-temannya.

“Finansial yang kurang terpenuhi karena ayahnya pelit bisa memicu masalah harga diri, terutama kalau teman-temannya secara uang sakunya lebih daripada dia,” terang Joko.

Akan tetapi, hal tersebut bukan berarti anak harus dimanjakan dengan uang. Saat anak merasa kebutuhan dasar atau sosialnya diabaikan atas nama “berhemat”, ia bisa merasa kurang berharga di mata ayahnya.

Padahal ada perbedaan antara berhemat dan pelit. Sifat hemat adalah ketika suami masih mau mengeluarkan uang untuk pengeluaran yang dirasa wajar, seperti uang belanja untuk kebutuhan sehari-hari, kebutuhan liburan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, dan keperluan sekolah anak.

“Kalau terkait dengan suami pelit, dia punya tabungan tapi menghindari mengeluarkan uang, bahkan untuk kebutuhan yang wajar,” kata Joko.

Dengan demikian, suami yang pelit ke istri tidak hanya berdampak pada hubungan rumah tangga, tapi juga bisa memengaruhi pola pikir dan kepribadian anak.

Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk menanamkan nilai hemat yang sehat, bukan pelit, dengan cara tetap memenuhi kebutuhan wajar keluarga sambil mengajarkan anak mengelola uang secara bijak.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.