Jangan Asal Simpan, Ini Cara Aman Menaruh Telur di Kulkas agar Tetap Segar
Menyimpan bahan makanan dalam jumlah banyak sering dilakukan sebagai langkah penghematan pengeluaran belanja bulanan.
Namun, beberapa bahan makanan seperti telur perlu disimpan dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga dan tidak cepat rusak. Banyak orang mulai mencari cara agar telur bisa bertahan lebih lama di rumah tanpa mengurangi kualitasnya saat dikonsumsi.
Dilansir dari NBC News, ahli kuliner dan keamanan pangan membagikan sejumlah tips menyimpan telur yang tepat agar tetap segar dan aman digunakan.
Simpan telur di bagian paling dingin kulkas
Instruktur dari Johnson & Wales College of Food Innovation & Technology, Kelly Fernandes, menjelaskan bahwa telur sebaiknya disimpan pada suhu dingin, sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah.
Posisi terbaik untuk menyimpan telur adalah di bagian tengah atau belakang kulkas karena suhunya lebih stabil dan lebih dingin dibanding rak pintu kulkas.
Menyimpan telur di pintu kulkas justru kurang disarankan karena suhu di area tersebut lebih mudah berubah akibat sering dibuka dan ditutup.
Sebaiknya tetap simpan di kemasan asli
Ahli dari Institute of Culinary Education, Bridget Vickers, menyarankan agar telur tetap disimpan di dalam karton aslinya.
Kemasan karton membantu melindungi telur dari aroma makanan lain di kulkas sekaligus menjaga kelembapannya. Selain itu, wadah karton atau styrofoam dinilai lebih aman dibanding wadah plastik keras karena dapat mengurangi risiko cangkang retak.
Cangkang telur yang retak membuat telur lebih cepat rusak dan rentan terkontaminasi bakteri.
Jangan lupa cek kondisi cangkang telur
Sebelum membeli maupun menyimpan telur, pastikan tidak ada retakan pada cangkangnya.
Retakan kecil sering kali tidak terlihat, tetapi dapat memengaruhi kualitas telur dan mempercepat pembusukan.
Apakah tanggal kedaluwarsa telur selalu akurat?
Tanggal kedaluwarsa pada kemasan telur ternyata tidak selalu menjadi patokan mutlak.
Menurut Fernandes, telur yang disimpan dengan suhu tepat masih aman dikonsumsi hingga beberapa minggu setelah tanggal yang tertera pada kemasan.
Sementara itu, Elisa Maloberti dari American Egg Board menjelaskan bahwa label “best before” lebih menunjukkan kualitas terbaik telur, bukan batas keamanan konsumsi.
Seiring waktu, tekstur putih telur memang menjadi lebih encer dan kuning telur cenderung lebih datar. Namun, kondisi tersebut belum tentu menandakan telur sudah busuk.
Cara mengecek telur masih segar atau tidak
Ada beberapa cara sederhana untuk mengetahui apakah telur masih layak dikonsumsi.
1. Tes air
Masukkan telur ke dalam mangkuk berisi air suhu ruang. Langkah ini merupakan tips yang paling awam digunakan untuk melihat kualitas telur.
Telur segar biasanya akan tenggelam dan berada di posisi miring. Sementara telur yang mulai tua akan berdiri tegak atau mengapung karena kantong udaranya membesar.
2. Tes goyang
Pegang telur dekat telinga lalu goyang perlahan. Jika tidak terdengar suara, telur biasanya masih segar. Namun jika terdengar suara cairan berguncang, kualitas telur kemungkinan sudah menurun.
3. Cek setelah dipecahkan
Pecahkan telur di atas piring. Perhatikan tekstur kuning pada telur. Telur segar memiliki putih telur yang lebih kental dan sedikit keruh. Sebaliknya, telur lama cenderung memiliki putih telur yang lebih cair.
4. Cium aromanya
Telur busuk biasanya mengeluarkan bau menyengat seperti belerang setelah dipecahkan. Selain itu, perhatikan juga apakah ada jamur atau retakan pada cangkang telur sebelum digunakan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang