Dekan FKUI Bagikan 4 Tips Aman Makan Pedas Saat Sahur dan Berbuka

Dekan FKUI Bagikan 4 Tips Aman Makan Pedas Saat Sahur dan Berbuka, 1. Boleh Mengonsumsi Cabai Jika Tidak Punya Gangguan Pencernaan, 2. Hindari Konsumsi Berlebihan, 3. Tidak Disarankan bagi Penderita Maag dan Gangguan Lambung, 4. Hati-hati bagi Penderita Ambeien

Selama bulan puasa Ramadhan, kita banyak mendengar berbagai anjuran kesehatan yang menyarankan makan dan minuman apa saja yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi. Salah satunya, makanan pedas.

Seperti penjelasan Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB dalam wawancaranya bersama Jawapos menjelaskan bahwa anjuran menghentikan mengkonsumsi sambal atau cabai tidak perlu dilakukan.

Cabai terkenal akan kaya zat gizi. Cabai mengandung serat, vitamin khususnya vitamin C, vitamin A, mineral dan antioksidan.

Selain itu, cabai tidak sepenuhnya buruk untuk dikonsumsi selama dalam batas wajar. Ada berbagai manfaat cabai untuk kesehatan kita misalnya saat puasa, frekuensi minum dan aktivitas fisik cenderung berkurang sehingga sebagian orang mengalami sembelit. Cabai dapat membantu melancarkan buang air besar.

Selain itu, cabai memiliki kandungan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh selama berpuasa untuk membantu menjaga daya tahan. Kandungan capsaicin dalam cabai bersifat analgesik alami yang dapat membantu mengurangi rasa pegal atau sakit kepala.

Pertanyaannya, apakah cabai boleh dikonsumsi saat sahur dan berbuka? Berikut penjelasan d. Ari terkait anjuran mengkonsumsi cabai atau sambal saat berbuka atau sahur.

Tips aman mengkonsumsi cabai saat sahur dan berbuka

1. Boleh Mengonsumsi Cabai Jika Tidak Punya Gangguan Pencernaan

Secara umum, cabai aman dikonsumsi saat sahur maupun berbuka puasa bagi orang yang tidak memiliki gangguan pencernaan. Kandungan capsaicin pada cabai memang memberikan sensasi pedas, namun ada manfaat lain dari cabai yang mengandung vitamin C, vitamin A yang baik untuk tubuh.

Meski demikian, pastikan kamu bisa mentoleransi rasa pedasnya karena setiap orang mempunyai batas pedasnya masing-masing.

2. Hindari Konsumsi Berlebihan

Meski kamu sangat menyukai makanan pedas, ada baiknya konsumsi cabai atau sambal perlu dibatasi agar tidak menimbulkan efek samping pada sistem pencernaan.

Asupan cabai yang berlebihan dapat memicu iritasi lambung, perut terasa perih, hingga diare. Kondisi ini tentu membuat kamu tidak nyaman selama menjalan ibadah puasa. Jadi sebaiknya konsumsi cabai dalam jumlah wajar yang seimbang.

3. Tidak Disarankan bagi Penderita Maag dan Gangguan Lambung

Bagi penderita maag atau gangguan lambung lainnya, makanan pedas sebaiknya dihindari saat sahur maupun berbuka. Kandungan capsaicin dalam cabai dapat merangsang produksi asam lambung yang berpotensi memperparah gejala seperti perih, mual, atau nyeri ulu hati.

Jika memiliki riwayat gangguan lambung, sebaiknya pilih menu berbuka dan sahur yang mudah dicerna, lembut, dengan porsi kecil dan tidak langsung makanan berat.

4. Hati-hati bagi Penderita Ambeien

Bagi penderita ambeien atau wasir perlu lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi cabai. Sensasi panas yang ditimbulkan makanan pedas dapat terasa hingga ke area dubur dan memicu rasa tidak nyaman saat buang air besar.

Untuk menjaga kondisi tetap stabil, penderita ambeien sebaiknya membatasi makanan pedas dan memperbanyak konsumsi serat serta cairan saat sahur dan berbuka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang