Sering Makan Terlalu Malam? Ini Dampaknya untuk Tubuh Menurut Studi

makan malam, Makan larut malam, Sering Makan Terlalu Malam? Ini Dampaknya untuk Tubuh Menurut Studi

Sering merasa lapar saat tengah malam, apalagi saat alami stres akibat pekerjaan atau masalah lain? Hati-hati, kebiasaan ini bisa berdampak terhadap kesehatan.

Penelitian terbaru menunjukkan, makan setelah pukul 21.00 malam bisa berdampak buruk bagi kesehatan, bahkan risiko masalah pencernaan bisa meningkat hingga dua kali lipat lebih besar.

"Bukan hanya soal apa yang Anda makan, tapi juga kapan Anda memakannya," kata Harika Dadigiri, MD, dokter residen di New York Medical College di Rumah Sakit Saint Mary’s dan Saint Clare’s, serta penulis utama studi tersebut, dilansir dari SciTechDaily, Sabtu (9/5/2026).

"Dan ketika kita sedang mengalami stres, waktu makan tersebut bisa memberikan ‘dampak ganda’ bagi kesehatan usus," tambah dia. 

Dampak makan terlalu malam bagi tubuh

Risiko diare dan sembelit meningkat

makan malam, Makan larut malam, Sering Makan Terlalu Malam? Ini Dampaknya untuk Tubuh Menurut Studi

Sering makan setelah jam 9 malam saat stres? Hati-hati, risiko masalah pencernaan bisa meningkat hingga dua kali lipat.

Kombinasi antara stres dan makan malam yang terlambat bisa berbahaya. Penelitian yang dipresentasikan pada acara Digestive Disease Week (DDW) 2026 ini menunjukkan, stres kronis bisa mengganggu proses pencernaan normal dalam tubuh.

Stres bisa membuat seseorang sering bolak-balik ke kamar mandi, tapi di sisi lain, stres juga bisa menyebabkan seseorang susah buang air besar atau sembelit. Makan larut malam dinilai bisa memperparah kondisi tersebut.

Para peneliti meninjau data lebih dari 11.000 peserta dalam survei kesehatan nasional. Mereka fokus pada hubungan stres kronis dengan pola makan larut malam. 

Hasilnya, orang dengan tingkat stres fisik yang tinggi lebih mudah terkena masalah pencernaan. Jika mereka mengonsumsi lebih dari 25 persen kalori harian setelah pukul 21.00 malam, risiko mereka 1,7 kali lebih tinggi untuk mengalami sembelit atau diare.

Data lain dari American Gut Project yang melibatkan 4.000 peserta bahkan lebih mengkhawatirkan. Orang yang stres dan sering makan larut malam memiliki risiko 2,5 kali lipat lebih besar.

Lantas, harus bagaimana?

Dr. Dadigiri menyadari bahwa makan camilan malam hari adalah kebiasaan yang umum. Banyak orang melakukan ini untuk menghilangkan stres setelah hari yang panjang.

Kendati demikian, perubahan kecil sangat penting untuk kesehatan jangka panjang.

"Saya bukan polisi es krim. Semua orang boleh makan es krim, mungkin lebih baik dimakan pagi hari," ucap Dr. Dadigiri.

kebiasaan kecil yang konsisten, seperti menjaga rutinitas makan yang teratur, dapat membantu membentuk pola makan yang lebih teratur dan mendukung fungsi pencernaan seiring berjalannya waktu," tambah dia. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang