Hati-Hati, Ini Kesalahan Diet yang Bikin Tubuh Lemas Menurut Dokter
Berat badan turun cepat dalam seminggu, apakah tanda diet berhasil? Hati-hati, terkadang diet yang dijalani bisa salah, meskipun kamu sudah turun berat badan.
Dokter spesialis gizi klinik Inge Permadhi menuturkan, kesalahan dalam menerapkan pola diet dapat muncul lewat tanda yang cukup jelas.
"Pertama, kalau misalnya sangat turun berat badan, tetapi kemudian tidak berenergi, jadi lebih ke arah ototnya hilang. Jadi tampak malnutrisi, kurus tapi enggak bagus," kata Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK(K), dilansir dari Antara, Rabu (26/11/2025).
Ia lantas memberikan gambaran bahwa penurunan berat badan yang ekstrem, misalnya mencapai tiga sampai empat kilogram dalam satu minggu.
Kondisi ini bisa diikuti rasa lelah yang berlebihan, kulit kering dan kusam, mudah sakit, sering merasa kedinginan, sampai gangguan menstruasi. Hal tersebut menunjukkan tubuh kekurangan gizi dan cairan.
Simak beberapa kesalahan diet yang bisa terjadi, tapi sering tidak disadari selengkapnya.
Kesalahan diet yang sering tidak disadari
1. Berat badan turun terlalu cepat
Turun berat badan drastis belum tentu sehat. Pelajari kesalahan diet yang memicu metabolisme melambat menurut dokter.
Diet ekstrem sering memotong banyak kalori dalam waktu singkat. Angka di timbangan memang turun, tapi tubuh akan cepat kehilangan massa otot dan lemak, dilansir dari WebMD.
Hasilnya, tubuh jadi lemah dan metabolisme ikut melambat.
Menurut dr. Inge, kesalahan ini bisa membuat tubuh "melakukan reserve".
lama kan badan juga mau reserve gitu, menjaga supaya berat badan jangan sampai kondisinya makin jelek, makanya dia harus reserve," kata dr. Inge.
"Reserve itu mempertahankan apa yang masih tersisa, jadi metabolismenya menjadi rendah," lanjut dia.
2. Mengabaikan kebutuhan nutrisi harian
Turun berat badan drastis belum tentu sehat. Pelajari kesalahan diet yang memicu metabolisme melambat menurut dokter.
Banyak pelaku diet hanya fokus pada pengurangan porsi makan, tapi tidak melihat kualitas dan komposisi nutrisi.
Padahal tubuh tetap membutuhkan karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, sayur, dan buah.
Dr. Inge menegaskan pentingnya memahami kebutuhan nutrisi sebelum memulai diet.
"Misalnya berapa banyak sih dia harus makan dalam sehari, telurnya, dagingnya, ikan atau ayamnya, terus nabatinya berapa banyak, itu sayur buahnya berapa banyak. Itu yang harus kita bikin dulu, setelah itu kasih lah olahraganya apa," ucap dia.
3. Diet tidak sesuai kondisi tubuh
Turun berat badan drastis belum tentu sehat. Pelajari kesalahan diet yang memicu metabolisme melambat menurut dokter.
Setiap tubuh punya kebutuhan berbeda. Ada yang butuh lebih banyak protein, ada yang perlu mengontrol karbohidrat, ada pula yang perlu fokus pada pengurangan lemak. Maka dari itu, pola diet tidak boleh sama untuk semua orang.
Dr. Inge menyarankan konsultasi dengan tenaga profesional sebelum memulai diet, terutama untuk yang sudah mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
Ahli gizi bisa membantu mengatur pola makan yang aman dan efektif tanpa membuat tubuh jatuh sakit.
4. Menghilangkan gorengan dan lemak dalam waktu cepat
Mengurangi gorengan memang penting, tapi dr. Inge menyarankan melakukannya secara bertahap.
Perubahan yang mendadak sering membuat kamu "kaget" dan berujung makan berlebihan saat craving datang. Diet yang bertahap lebih mudah kamu jalani dan hasilnya lebih konsisten.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang