Kapolda Sulsel: Bripda Pirman Resmi Jadi Tersangka Utama Tewasnya Bripda DP

Pinrang, Bripda DP, Makassar, Kapolda Sulsel: Bripda Pirman Resmi Jadi Tersangka Utama Tewasnya Bripda DP

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi menetapkan Bripda Pirman sebagai tersangka utama dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya seorang bintara muda, Bripda DP (19).

Penetapan status tersangka ini dilakukan setelah penyidik menemukan kesesuaian antara keterangan pelaku dengan hasil pemeriksaan medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulsel.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, menyatakan bahwa tindakan kekerasan tersebut terbukti melalui sinkronisasi data lapangan dan keterangan ahli.

"Kesesuaian itu dari keterangan memukul bagian kepala korban dan bagian tubuh lainnya, ini sudah sinkron," ujar Djuhandhani saat ditemui di Mapolres Pinrang, Senin (23/2/2026).

Konstruksi Kasus dan Pemeriksaan Anggota Lain

Meskipun telah menetapkan satu orang tersangka, pihak kepolisian masih mendalami motif penganiayaan yang dilakukan oleh Bripda Pirman terhadap juniornya tersebut. Hingga saat ini, tim penyidik juga tengah memeriksa lima anggota Polri lainnya yang diduga kuat ikut terlibat dalam peristiwa berdarah di Asrama Ditsamapta Polda Sulsel itu.

"Tadi malam kita sudah lakukan konstruksi ulang, kita masih dalami motifnya. Untuk perkembangan, lima orang lagi saat ini masih dalam proses pemeriksaan, itu kita memerlukan bukti-bukti baik secara materil maupun secara lainnya," ungkap Kapolda.

Djuhandhani menegaskan tidak akan ada toleransi bagi anggota yang melanggar hukum. Para pelaku akan menghadapi dua jalur hukum sekaligus, yakni peradilan umum (pidana) dan sidang kode etik profesi.

"Kami akan buktikan bahwa dalam waktu kurang dari 1x24 jam, kami bisa mengungkap ini secara transparan. Disiplin etika akan kita tegakkan di Polda Sulsel," tegas jenderal bintang dua tersebut.

Isak Tangis dan Luka pada Tubuh Korban

Kematian Bripda DP menyisakan duka mendalam bagi keluarga di Desa Pincara, Kabupaten Pinrang. Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, yang juga merupakan personel Polres Pinrang, mengungkapkan kejanggalan sejak awal kematian putranya.

Jabir menyebutkan terdapat sejumlah luka memar di tubuh Bripda DP, mulai dari bagian perut, dada dekat leher yang menghitam, hingga darah yang terus keluar dari mulut.

"Kalau benda tumpul (mungkin tidak ada), kalau bekas pukulan mungkin ada. Kami selaku orang tua sudah menyampaikan untuk diusut tuntas sampai jelas siapa yang melakukan penganiayaan," kata Jabir dengan tegar.

Kesedihan memuncak saat Kapolda Sulsel mendatangi rumah duka pada Senin pagi. Ibu korban, Sumarni, menangis histeris sambil memegang erat tangan Kapolda, meminta keadilan bagi putra keduanya tersebut.

"Janji Pak Kapolda ya, janji. Lanjutkan perjuangan anakku, janji Pak Kapolda," pinta Sumarni terisak.

TKP Diduga di Asrama Polisi

Bripda DP merupakan lulusan Bintara Polri tahun 2025 yang baru bertugas sekitar satu bulan di Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Sulsel. Peristiwa tragis ini diduga terjadi pada Minggu (22/2/2026) subuh di asrama yang berlokasi di dalam lingkungan Mapolda Sulsel, Makassar.

Ironisnya, beberapa jam sebelum dikabarkan meninggal, Bripda DP sempat menelepon ibunya untuk meminta dibawakan makanan khas Pinrang, Palekko', untuk berbuka puasa bersama.

Namun, pada pukul 07.00 Wita, keluarga justru menerima kabar bahwa korban telah dilarikan ke RSUD Daya Makassar dan kemudian dinyatakan meninggal dunia. Guna memastikan penyebab kematian, jenazah korban telah menjalani otopsidi RS Bhayangkara Makassar.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan Tribun-Timur.com dengan judul Terungkap Sosok Tersangka Pembunuhan Bripda DP, Ternyata Senior Korban

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang