Banjir Makassar, Gubernur Sulsel Utus Tim Tagana untuk Bantu Korban Banjir
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menurunkan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) provinsi untuk bantu korban banjir di Kota Makassar.
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan Tim Tagana Provinsi Sulsel diterjunkan untuk mendukung Tagana Kota Makassar.
Hal ini dilakukan untuk dapat menjangkau warga terdampak di beberapa lokasi banjir, khususnya di Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea.
“Dinas Sosial Provinsi melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Makassar turun langsung membantu penanganan banjir. Tim Tagana Provinsi mensupport Tagana Kota Makassar untuk menjangkau para korban terdampak,” kata Andi Sudirman, dikutip dari Antara, Kamis (26/2/2026).
Tim Tagana Provinsi bantu evakuasi dan bangun tenda pengungsian
Tim Tagana Provinsi Sulsel akan membantu evakuasi dan pelayanan warga terdampak, hingga mendirikan tenda pengungsian untuk memenuhi kebutuhan darurat masyarakat.
Salah satu tenda didirikan di wilayah Blok 10 Antang sebagai lokasi penampungan sementara bagi warga yang terdampak.
Berdasarkan laporan kegiatan Tim Dinas Sosial dan Tagana Sulsel dalam penanganan banjir Makassar per tanggal 24 Februari 2026, sejumlah langkah telah dilakukan di lapangan.
Di antaranya adalah pemasangan tenda serbaguna, distribusi logistik ke dapur umum dan posko pengungsian, serta koordinasi penanganan pengungsi bersama Dinas Sosial Kota Makassar.
Tim Pemprov akan terus berkoordinasi dengan Pemkot Makassar dan seluruh pihak terkait untuk memastikan penanganan korban banjir berjalan optimal.
Banjir di Makassar
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar mendata sebanyak 545 warga mengungsi saat terjadi banjir akibat cuaca ekstrem beberapa hari terakhir.
Kepala BPBD Makassar Fadli Tahar di Makassar mengatakan, pihaknya telah membantu mengevakuasi warga yang kebanjiran ke titik pengungsian yang telah disiapkan.
"Jumlah warga yang mengungsi akibat bencana di sejumlah wilayah Kota Makassar sebanyak 545 jiwa dan itu tersebar di enam titik," ujarnya, dilansir Antara, Rabu (25/2/2026).
Enam titik pengungsian banjir Makassar tersebut tersebar di Kecamatan Manggala dan Kecamatan Biringkanaya.
Adapun total 545 warga yang mengungsi akibat banjir tercatat sebanyak 169 Kepala Keluarga (KK).
Di Kecamatan Manggala ada dua lokasi pengungsian yakni di Masjid Jabal Nur yang menampung 12 KK atau 36 jiwa dan Masjid Yuda Alfatih yang menampung 7 KK dengan jumlah 27 jiwa.
Sementara di Kecamatan Biringkanaya, terdapat empat titik pengungsian. Masjid Lailatul Qadar BTP Blok AF di Kelurahan Katimbang dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 67 KK atau 232 jiwa.
Lokasi lain yakni SD Paccerakkang di Kelurahan Katimbang dengan jumlah 24 KK atau 86 jiwa, Masjid Nurul Ikhlas di Kelurahan Katimbang menampung 40 KK atau 133 jiwa, dan Masjid Al Ramun di Kelurahan Paccerakkang menampung 9 KK atau 31 jiwa.
Fadli mengatakan upaya penanganan dan pelayanan terhadap warga terdampak terus dimaksimalkan hingga kondisi dinyatakan aman dan para pengungsi kembali ke rumah masing-masing.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang