Super Flu Sudah Telan Korban, Apakah Vaksinasi Masih Penting? Ini Kata Pakar Mikrobiologi UGM
Pakar mikrobiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK(K) menegaskan bahwa vaksinasi tetap diperlukan untuk melindungi diri sendiri dari penularan influenza A ”subclade” K atau super flu.
Menurutnya, kelompok rentan yang memerlukan vaksinasi adalah anak-anak, orang lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis.
Tri menambahkan, sifat materi genetik RNA membuat virus Influenza A “subclade” K terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Mutasi kecil yang terjadi dapat memunculkan varian-varian baru yang masih berkerabat dekat satu sama lain.
Perubahan virus yang cepat dan munculnya varian yang berbeda secara signifikan berpotensi memengaruhi daya tahan tubuh manusia.
"Ada potensi akan menyebabkan sistem kekebalan manusia menjadi tidak mampu untuk melawan, dan konsekuensi lainnya, seperti penularan yang lebih cepat,” ujar Tri dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (9/1/2026).
Super Flu Bisa Berakbat Fatal
Tri menambahkan, meski virus Influenza A “subclade” K memiliki perbedaan genetik dibanding virus yang sebelumnya beredar, virus ini masih berkerabat dekat dengan influenza musiman yang umum dialami masyarakat.
Para ahli, kata Tri, belum menemukan pola evolusi virus yang tidak lazim.
Pasalnya, virus influenza memang terus berubah secara alami dari waktu ke waktu.
“Sejauh ini, tidak ada bukti dari studi laboratorium maupun studi populasi bahwa varian ini dapat menghindari kekebalan tubuh manusia yang terbentuk oleh infeksi influenza sebelumnya atau dari vaksin yang telah didapatkan," jelas Tri.
Langkah Pencegahan Super Flu
Tri juga menegaskan bahwa penyebutan super flu bukan istilah ilmiah.
Berdasarkan bukti yang ada, belum ditemukan indikasi bahwa Influenza A “subclade” K lebih berbahaya dibandingkan virus influenza H3N2 lain yang selama ini beredar luas di masyarakat.
Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan karena influenza H3N2 dapat berdampak serius pada kelompok berisiko.
“Harus tetap waspada, karena virus influenza H3N2 memang dapat berakibat fatal pada orang yang rentan, seperti lansia,” jelas Tri.
Oleh sebab itu, Tri mengingatkan pentingnya langkah pencegahan dasar untuk mencegah super flu.
Di antaranya menerapkan etika batuk yang benar, menggunakan masker saat mengalami gejala flu, rutin mencuci tangan, cukup waktu istirahat, hingga memastikan ventilasi ruangan berjalan baik.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang