Diet Vegan Bisa Membantu Meningkatkan Kesuburan, Mitos atau Fakta? Ini Kata Dokter
Banyak pasangan yang sedang menjalani program kehamilan mulai memperhatikan pola makan sebagai salah satu upaya meningkatkan peluang memiliki anak. Salah satu pola makan yang kini banyak dilirik adalah diet vegan.
Diet berbasis nabati ini dianggap mampu membantu menyeimbangkan hormon, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kesehatan reproduksi. Namun, benarkah pola makan vegan bisa meningkatkan kesuburan?
“Pola makan nabati yang direncanakan dengan baik memang dapat mendukung kesuburan, tetapi veganisme sendiri bukanlah pengobatan ajaib untuk meningkatkan peluang hamil,” ujar dokter spesialis fertilitas dari Cloudnine Group of Hospitals Mumbai, Dr. Ritu Hinduja, dikutip dari Only My Health, Kamis (30/4/2026).
Ia menegaskan, kualitas nutrisi secara keseluruhan jauh lebih penting dibanding sekadar menghindari produk hewani.
Benarkah diet vegan bisa meningkatkan kesuburan?
Diet nabati bisa mendukung kesehatan reproduksi secara menyeluruh
Diet vegan berfokus pada konsumsi makanan nabati seperti sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, serta sumber protein nabati lainnya.
Makanan-makanan ini kaya antioksidan, serat, vitamin, dan mineral yang berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh, termasuk sistem reproduksi.
Dr. Hinduja menjelaskan, pola makan tinggi makanan nabati dapat membantu tubuh mengurangi peradangan kronis yang kerap mengganggu keseimbangan hormon.
Kondisi ini penting karena hormon yang stabil sangat memengaruhi proses ovulasi pada perempuan dan kualitas sperma pada laki-laki.
“Mengonsumsi banyak makanan nabati dapat mendukung ovulasi, kualitas sel telur, kualitas sperma, dan kesehatan reproduksi secara keseluruhan,” jelasnya.
Tak hanya itu, pola makan sehat berbasis tumbuhan juga sering dikaitkan dengan berat badan ideal. Berat badan yang terlalu rendah maupun terlalu berlebih diketahui dapat mengganggu siklus menstruasi dan menurunkan peluang kehamilan.
Manfaat diet vegan terhadap kesuburan lebih banyak berasal dari efek positifnya terhadap kesehatan tubuh secara umum.
Tingkat kesuburan bergantung pada kualitas nutrisi
Meski sering disebut-sebut mendukung fertilitas, para ahli menekankan bahwa keberhasilan pola makan untuk mendukung kesuburan bukan terletak pada label vegan, vegetarian, atau omnivora.
Dr. Hinduja menyebut pola makan seperti Mediterania justru memiliki bukti ilmiah yang lebih kuat terkait peningkatan kesuburan. Diet ini kaya buah, sayur, biji-bijian utuh, lemak sehat, dan protein berkualitas.
“Beberapa penelitian menunjukkan pola makan sehat seperti diet Mediterania dapat membantu meningkatkan kesuburan bahkan mendukung keberhasilan program bayi tabung (IVF),” katanya.
Hal ini menunjukkan bahwa tubuh membutuhkan keseimbangan nutrisi, bukan sekadar eliminasi makanan tertentu.
Penelitian yang dimuat dalam Journal of Human Nutrition and Dietetics juga menemukan tidak ada perbedaan signifikan pada kualitas sperma maupun kadar hormon seks antara pria vegetarian dan omnivora.
Seseorang tidak otomatis lebih subur hanya karena menjalani diet vegan. Yang paling menentukan adalah apakah tubuh mendapatkan asupan nutrisi penting dalam jumlah cukup untuk menunjang fungsi reproduksi.
Diet vegan yang tidak tepat justru bisa mengganggu kesuburan
Meski menawarkan banyak manfaat, diet vegan yang tidak dirancang dengan baik justru dapat menimbulkan kekurangan nutrisi yang berdampak pada kesehatan reproduksi.
Beberapa nutrisi penting yang rentan kurang pada pelaku diet vegan antara lain vitamin B12, zat besi, zinc, omega-3, vitamin D, protein, kolin, dan yodium.
Nutrisi-nutrisi ini memiliki peran vital dalam produksi hormon, pematangan sel telur, kesehatan sperma, hingga perkembangan janin di tahap awal kehamilan.
Dr. Hinduja mengingatkan, kekurangan nutrisi tersebut bisa menurunkan peluang kehamilan.
“Jika pola makan vegan tidak direncanakan dengan matang, kekurangan nutrisi dapat berdampak negatif pada kesehatan reproduksi, bahkan membuat proses kehamilan menjadi lebih sulit,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, perempuan yang sedang menjalani program hamil sebaiknya tidak melakukan diet ekstrem hanya demi mempercepat kehamilan.
Sebaliknya, fokus utama seharusnya adalah membangun pola makan seimbang yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Bagi pasangan yang ingin mencoba pola makan vegan sambil menjalani program kehamilan, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat dianjurkan.
Pendampingan profesional dapat membantu memastikan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi, termasuk melalui suplemen bila diperlukan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang