Sering Makan Pedas, Apakah Berbahaya bagi Lambung? Ini Penjelasannya

lambung, makanan pedas, Sering Makan Pedas, Apakah Berbahaya bagi Lambung? Ini Penjelasannya

Bagi banyak orang Indonesia, makan tanpa sambal rasanya seperti ada yang kurang. 

Sensasi terbakar di lidah dan keringat yang mengucur justru sering kali menambah nafsu makan. 

Namun, di balik kenikmatannya, muncul pertanyaan klasik yang sering bikin was-was, "Sering makan pedas, apakah sebenarnya berbahaya buat lambung?"

Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, mari kita bedah faktanya berdasarkan ulasan kesehatan mendalam dari laman Real Simple, lengkap dengan penjelasan dari para pakar medis.

tahun, banyak orang percaya bahwa cabai adalah penyebab utama luka di lambung atau tukak lambung (ulcer). Namun, faktanya tidak sesederhana itu.

Mengutip laporan dari Real Simple, penelitian medis modern menunjukkan bahwa makanan pedas bukanlah penyebab utama tukak lambung. 

Sebagian besar kasus luka lambung justru disebabkan oleh bakteri H. pylori atau penggunaan obat pereda nyeri jangka panjang. 

Meski begitu, bagi kamu yang sudah memiliki masalah pencernaan seperti maag atau GERD, makanan pedas memang bisa menjadi "pemicu" yang memperparah gejala.

Namun, di balik rasa pedas yang menyengat, ada zat ajaib bernama Capsaicin

Menurut para pakar yang dikutip oleh Real Simple, capsaicin memiliki beberapa manfaat kesehatan yang mengejutkan:

lambung, makanan pedas, Sering Makan Pedas, Apakah Berbahaya bagi Lambung? Ini Penjelasannya

Ilustrasi sambal bajak.

1. Meningkatkan Metabolisme

Dr. Lisa Young, PhD, RDN, seorang profesor nutrisi di NYU, menjelaskan bahwa makanan pedas dapat memberikan sedikit dorongan pada metabolisme tubuh. 

Capsaicin membantu meningkatkan suhu tubuh, yang secara teori membantu membakar lebih banyak kalori setelah makan.

2. Menjaga Kesehatan Jantung

Beberapa studi menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi makanan pedas cenderung memiliki kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang lebih rendah. Ini berdampak positif pada kesehatan jantung dalam jangka panjang.


3. Sifat Anti-Inflamasi

Capsaicin juga dikenal memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Zat ini bekerja melawan peradangan di dalam tubuh yang sering menjadi akar dari berbagai penyakit kronis.

Risiko yang Harus Diwaspadai

Walaupun punya manfaat, bukan berarti kita bisa makan pedas tanpa batas. Dr. Supriya Rao, MD, seorang ahli gastroenterologi (spesialis pencernaan), memberikan beberapa catatan penting dalam artikel tersebut:

  • Pemicu GERD: Bagi penderita asam lambung, makanan pedas dapat merelaksasi otot katup antara kerongkongan dan lambung, yang memicu asam naik kembali ke atas (reflux).
  • Iritasi Usus: Pada beberapa orang, makanan pedas mempercepat pergerakan usus, yang bisa berujung pada diare atau rasa mulas yang hebat.
  • Sensitivitas Individu: Setiap orang punya ambang batas toleransi yang berbeda. Apa yang "biasa saja" bagi satu orang, bisa jadi "bencana" bagi orang lain.

Tips Menikmati Pedas dengan Aman

Agar lambung tetap aman tapi hobi makan sambal tetap jalan, berikut tips yang disarankan:

  • Jangan Perut Kosong: Hindari makan pedas saat perut benar-benar kosong. Lapisi lambung dengan karbohidrat atau protein terlebih dahulu.
  • Netralkan dengan Produk Susu: Jika mulut terasa terbakar, susu atau yogurt adalah penyelamat terbaik karena protein casein di dalamnya mampu mengikat capsaicin dan menetralkannya.
  • Dengarkan Tubuhmu: Jika setiap kali makan pedas kamu merasa kembung atau perih yang luar biasa, itu tandanya kamu harus mengurangi level kepedasannya.

Jadi, apakah makan pedas berbahaya? Jawabannya, tidak secara langsung, selama dikonsumsi dalam batas wajar dan tubuhmu tidak memiliki kondisi medis tertentu. 

Sebagaimana dirangkum dari Real Simple, makanan pedas justru bisa jadi bumbu kehidupan yang sehat jika dinikmati dengan bijak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang