Tarif Listrik PLN per 1 November untuk Pelanggan Prabayar dan Pascabayar

tarif listrik, tarif listrik PLN, tarif listrik per kWh, Tarif Listrik 2025, tarif listrik per kwh 2025, tarif listrik prabayar, tarif listrik pasca bayar, tarif listrik subsidi 2025, tarif listrik november 2025, Tarif Listrik PLN per 1 November untuk Pelanggan Prabayar dan Pascabayar, Tarif listrik PLN untuk pelanggan rumah tangga per 1 November 2025:, Tarif listrik PLN untuk pelanggan bisnis per 1 November 2025:, Tarif listrik PLN untuk pelanggan industri per 1 November 2025:, Tarif listrik PLN untuk fasilitas pemerintah dan penerangan jalan umum per 1 November 2025:, Tarif listrik PLN untuk pelayanan sosial per 1 November 2025:, Tarif listrik subsidi PLN untuk pelanggan rumah tangga per 1 November 2025:

Tarif listrik per 1 November 2025 bagi pelanggan PLN, baik pengguna meteran prabayar (token) maupun pascabayar (tagihan), dipastikan tidak mengalami perubahan.

Tarif listrik yang berlaku mengikuti penetapan tarif subsidi dan non-subsidi triwulan IV (Oktober–Desember) 2025 yang diumumkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (24/9/2025).

Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan bahwa tarif listrik pada triwulan IV ditetapkan tetap untuk memprioritaskan daya beli masyarakat.

Ini artinya, tarif listrik tidak mengalami perubahan sejak triwulan I (Januari–Maret) 2025.

“Dengan menggunakan realisasi ekonomi makro untuk Tariff Adjustment triwulan IV Tahun 2025 di mana secara akumulasi pengaruh perubahan ekonomi makro tersebut seharusnya menyebabkan kenaikan tarif listrik,” ujar Tri dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (29/9/2025).

“Namun, untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah memutuskan tarif listrik tetap atau tidak naik,” tambahnya.

Tarif listrik per 1 November 2025 untuk pelanggan prabayar dan pascabayar

Tri menjelaskan bahwa penetapan tarif listrik triwulan IV 2025 mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024. B

Berdasarkan aturan tersebut, penyesuaian tarif dilakukan setiap tiga bulan atau per triwulan.

Beberapa parameter ekonomi makro yang menjadi dasar penetapan tarif meliputi nilai tukar Rupiah (kurs), Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, serta Harga Batu Bara Acuan (HBA).

“Pemerintah berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, terjangkau, dan berkeadilan. Dengan mempertahankan tarif listrik hingga akhir tahun ini, kami ingin memberikan kepastian dan menjaga stabilitas bagi masyarakat serta dunia usaha,” imbuh Tri.

Adapun tarif listrik bagi pelanggan prabayar dan pascabayar tetap sama. Perbedaannya hanya terletak pada metode pembayaran.

Pelanggan prabayar kemungkinan dikenakan biaya admin sekitar Rp 1.000–Rp 2.000 saat membeli token melalui dompet digital atau marketplace.

Berikut tarif listrik per 1 November 2025 untuk pelanggan prabayar dan pascabayar lengkap dengan golongan dan besaran kWh:

Tarif listrik PLN untuk pelanggan rumah tangga per 1 November 2025:

  • Golongan R-1/TR kecil daya 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh
  • Golongan R-1/TR kecil daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
  • Golongan R-1/TR kecil daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
  • Golongan R-2/TR menengah daya 3.500-5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
  • Golongan R-3/TR, TM besar daya di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh.

Tarif listrik PLN untuk pelanggan bisnis per 1 November 2025:

  • Golongan B-2/TR kecil daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
  • Golongan B-3/TM,TT menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh.

Tarif listrik PLN untuk pelanggan industri per 1 November 2025:

  • Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
  • Golongan I-4/TT daya di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh.

Tarif listrik PLN untuk fasilitas pemerintah dan penerangan jalan umum per 1 November 2025:

  • Golongan P-1/TR daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh
  • Golongan P-2/TM tegangan menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh
  • Golongan P-3/TR untuk penerangan jalan umum: Rp 1.699,53 per kWh
  • Golongan L/TR, TM, TT daya pada berbagai tegangan: Rp 1.644,52 per kWh.

Tarif listrik PLN untuk pelayanan sosial per 1 November 2025:

  • Golongan S-1/TR daya 450 VA: Rp 325 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 900 VA: Rp 455 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 1.300 VA: Rp 708 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 2.200 VA: Rp 760 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 3.500 VA-200 kVA: Rp 900 per kWh
  • Golongan S-2/TM daya lebih dari 200 kVA: Rp 925 per kWh.

Tarif listrik subsidi PLN untuk pelanggan rumah tangga per 1 November 2025:

  • Golongan R-1/TR daya 450 VA: Rp 415 per kWh
  • Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp 605 per kWh.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.