Tarif Listrik PLN per 1 Februari 2026 di Jawa Barat, Berlaku untuk Semua Golongan
- Tarif listrik per 1 Februari 2026 keperluan rumah tangga:
- Tarif listrik per 1 Februari 2026 keperluan bisnis:
- Tarif listrik per 1 Februari 2026 keperluan industri:
- Tarif listrik per 1 Februari 2026 keperluan fasilitas pemerintah dan penerangan jalan umum
- Tarif listrik per 1 Februari 2026 keperluan pelayanan sosial:
- Tarif listrik subsidi per 1 Februari 2026 rumah tangga:
Masyarakat Jawa Barat tidak perlu khawatir mengenai kenaikan tarif listrik mulai 1 Februari 2026.
Tarif listrik mulai bulan depan dipastikan tidak mengalami penyesuaian karena mengikuti keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 1 Januari 2026.
Pada saat itu, Plt Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, tarif listrik triwulan I (Januari-Maret) 2026 secara nasional tidak mengalami perubahan.
Artinya, tarif listrik triwulan I 2026 masih sama dengan triwulan IV (Oktober-Desember) 2025.
"Berdasarkan perhitungan parameter tersebut, secara formula tarif tenaga listrik berpotensi mengalami perubahan," jelas Tri dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (1/1/2026).
"Namun, untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik triwulan I tahun 2026 tetap atau tidak mengalami perubahan," sambungnya.
Tarif Listrik PLN per 1 Februari 2026 di Jawa Barat
Tri menjelaskan, penetapan tarif listrik non-subsidi diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero).
Ada beberapa parameter ekonomi makro yang menjadi dasar penetapan tarif listrik, yakni kurs, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan Harga Batubara Acuan (HBA).
Tri juga memastikan tarif listrik subsidi untuk 25 pelanggan bersubsidi tidak mengalami penyesuaian.
Keputusan ini memberi ruang bagi masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengelola pengeluaran di awal tahun.
Dengan begitu, daya beli tetap terjaga dan stabilitas ekonomi nasional dapat dipertahankan.
Selengkapnya mengenai tarif listrik PLN per 1 Februari 2026 di Jawa Barat dapat dilihat melalui daftar berikut ini:
Tarif listrik per 1 Februari 2026 keperluan rumah tangga:
- Golongan R-1/TR kecil daya 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh
- Golongan R-1/TR kecil daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- Golongan R-1/TR kecil daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- Golongan R-2/TR menengah daya 3.500-5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
- Golongan R-3/TR,TM besar daya di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh.
Tarif listrik per 1 Februari 2026 keperluan bisnis:
- Golongan B-2/TR kecil daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
- Golongan B-3/TM,TT menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh.
Tarif listrik per 1 Februari 2026 keperluan industri:
- Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
- Golongan I-4/TT daya di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh.
Tarif listrik per 1 Februari 2026 keperluan fasilitas pemerintah dan penerangan jalan umum
- Golongan P-1/TR daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh
- Golongan P-2/TM tegangan menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh
- Golongan P-3/TR untuk penerangan jalan umum: Rp 1.699,53 per kWh
- Golongan L/TR, TM, TT daya pada berbagai tegangan: Rp 1.644,52 per kWh.
Tarif listrik per 1 Februari 2026 keperluan pelayanan sosial:
- Golongan S-1/TR daya 450 VA: Rp325 per kWh
- Golongan S-1/TR daya 900 VA: Rp455 per kWh
- Golongan S-1/TR daya 1.300 VA: Rp708 per kWh
- Golongan S-1/TR daya 2.200 VA: Rp760 per kWh
- Golongan S-1/TR daya 3.500 VA-200 kVA: Rp900 per kWh
- Golongan S-2/TM daya lebih dari 200 kVA: Rp925 per kWh.
Tarif listrik subsidi per 1 Februari 2026 rumah tangga:
- Golongan R-1/TR daya 450 VA: Rp415 per kWh
- Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp605 per kWh.
Itulah rincian tarif listrik PLN per 1 Februari 2026 di Jawa Barat yang berlaku untuk semua golongan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang