PLN Garap Proyek Kereta Listrik Malaysia, Dua Infrastruktur Rampung Lebih Cepat
PLN Group telah mencatatkan capaian dalam proyek infrastruktur di tingkat internasional.
Subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui anak usahanya, PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC), menyelesaikan dua titik proyek elektrifikasi East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia lebih cepat dari jadwal.
Kedua proyek tersebut adalah Feeder Station (FS) 01 di Tunjung, Kelantan yang selesai 15 hari lebih cepat dari jadwal, serta FS 09 di Jambu Rias, Pahang yang rampung sekitar satu bulan lebih cepat dari target.
Penyelesaian proyek yang lebih cepat dari jadwal tersebut mendapat apresiasi dari Tenaga Switchgear (TSG) selaku Project Delivery Partner (PDP) dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) sebagai pemilik jaringan.
Head Project Management Office TNB, Tn Azreen Bin Othman, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelesaian koneksi dari Pencawang Masuk Utama (Gardu Induk) Tunjung.
Karenanya, FS 01 dan FS 09 yang menjadi bagian penting dalam sistem elektrifikasi ECRL.
"Lebih awal dari target yang ditetapkan. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Kami melihat PLN menunjukkan komitmen dan kesungguhan yang tinggi dalam memastikan proyek ini selesai dengan cepat tanpa mengesampingkan kualitas," kata Azreen dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (7/3/2026).
Bagian dari proyek kereta listrik ECRL
ECRL merupakan proyek kereta listrik jalur ganda sepanjang 665 kilometer yang menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan.
Jalur kereta tersebut sepenuhnya menggunakan tenaga listrik untuk operasional penumpang dan kargo.
Proyek ini juga diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga satu juta ton CO₂ per tahun saat mulai beroperasi pada 2027.
Azreen menyampaikan pihaknya berharap kinerja PLN dalam proyek ini dapat berlanjut pada tahapan pekerjaan berikutnya.
"Kami sangat puas dengan hasilnya dan berharap pencapaian luar biasa ini dapat terus berlanjut pada proyek-proyek berikutnya di Pencawang Seberang Jerteh dan Gombak,” tambahnya.
Peran PLN dalam proyek internasional
Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memperluas proses bisnis di tingkat global.
"Keberhasilan ini menjadi pijakan strategis bagi PLN Group untuk terus memperluas proses bisnis di level internasional. Dengan kompetensi teknis dan pengalaman di bidang kelistrikan yang dimiliki, kami yakin mampu menyelesaikan proyek sesuai standar internasional sekaligus mengharumkan nama bangsa di level dunia," jelasnya.
Dalam proyek ini, PLN Group tergabung dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC).
PLN Nusantara Power berperan dalam pengadaan peralatan utama, sementara PLN Nusantara Power Construction bertanggung jawab dalam pengadaan peralatan pendukung, pekerjaan konstruksi, serta pelaksanaan komisioning.
Kerjakan empat feeder station
Secara teknis, PLN Group mengerjakan empat dari total 10 Feeder Station dalam proyek ECRL, yaitu FS1, FS2, FS9, dan FS10.
Proyek tersebut dimulai pada Juni 2024 dan ditargetkan selesai secara keseluruhan pada Juni 2026.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan penyelesaian proyek lebih cepat dari target menunjukkan kemampuan perusahaan Indonesia dalam proyek infrastruktur lintas negara.
"Penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek strategis lintas negara. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kebanggaan nasional," ujar Ruly.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Construction, Djarot Hutabri, menjelaskan bahwa PLN NPC memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang pembangkitan dan transmisi yang menjadi dasar dalam mengerjakan proyek elektrifikasi ECRL di Malaysia.
Ia menyebut PLN NPC siap melaksanakan design and build untuk elektrifikasi Feeder Station ECRL, termasuk pembangunan 132 kV Switching Station, instalasi Overhead Transmission Line (OHL), serta Underground Cable sepanjang 3 kilometer.
"Capaian ini mencerminkan kapabilitas, profesionalisme, dan komitmen seluruh insan PLN NPC dalam menghadirkan layanan konstruksi ketenagalistrikan yang andal, tepat waktu, dan berstandar global. Apresiasi dari TSG dan TNB menjadi bukti bahwa kami mampu memberikan nilai tambah bagi mitra strategis," pungkas Djarot.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang