Tarif Listrik Februari 2026, Beli Token Rp 100.000 Dapat Berapa kWh?

tarif listrik, tarif listrik Februari 2026, Tarif Listrik Februari 2026, Beli Token Rp 100.000 Dapat Berapa kWh?, Tarif listrik rumah tangga Februari 2026:, Tarif listrik bisnis Februari 2026:, Tarif listrik industri Februari 2026:, Tarif listrik fasilitas pemerintah dan penerangan jalan umum Februari 2026:, Tarif listrik pelayanan sosial Februari 2026:, Tarif listrik subsidi rumah tangga Februari 2026:

Tarif listrik PLN Februari 2026 dipastikan tidak mengalami perubahan.

Hal itu sesuai dengan keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang memutuskan tarif listrik triwulan I (Januari-Maret) 2026 tidak disesuaikan.

Dengan begitu, tarif listrik yang berlaku selama satu bulan ke depan masih sama dengan triwulan IV (Oktober-Desember) 2025.

"Berdasarkan perhitungan parameter tersebut, secara formula tarif tenaga listrik berpotensi mengalami perubahan," ujar Tri dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (1/1/2026).

"Namun, untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik triwulan I tahun 2026 tetap atau tidak mengalami perubahan," sambungnya.

Tarif Listrik PLN Februari 2026

Tri menjelaskan, penetapan tarif listrik triwulan I 2026 sudah sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero).

Khusus penyesuaian tarif tenaga listrik bagi pelanggan non-subsidi, hal ini dilakukan setiap tiga bulan mengacu pada perubahan realisasi parameter ekonomi makro, yakni kurs, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan Harga Batubara Acuan (HBA).

Berikut rincian tarif listrik Februari 2026:

Tarif listrik rumah tangga Februari 2026:

  • Golongan R-1/TR kecil daya 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh
  • Golongan R-1/TR kecil daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
  • Golongan R-1/TR kecil daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
  • Golongan R-2/TR menengah daya 3.500-5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
  • Golongan R-3/TR,TM besar daya di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh.

Tarif listrik bisnis Februari 2026:

  • Golongan B-2/TR kecil daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
  • Golongan B-3/TM,TT menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh.

Tarif listrik industri Februari 2026:

  • Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
  • Golongan I-4/TT daya di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh.

Tarif listrik fasilitas pemerintah dan penerangan jalan umum Februari 2026:

  • Golongan P-1/TR daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh
  • Golongan P-2/TM tegangan menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh
  • Golongan P-3/TR untuk penerangan jalan umum: Rp 1.699,53 per kWh
  • Golongan L/TR, TM, TT daya pada berbagai tegangan: Rp 1.644,52 per kWh.

Tarif listrik pelayanan sosial Februari 2026:

  • Golongan S-1/TR daya 450 VA: Rp 325 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 900 VA: Rp 455 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 1.300 VA: Rp 708 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 2.200 VA: Rp 760 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 3.500 VA-200 kVA: Rp 900 per kWh
  • Golongan S-2/TM daya lebih dari 200 kVA: Rp 925 per kWh.

Tarif listrik subsidi rumah tangga Februari 2026:

  • Golongan R-1/TR daya 450 VA: Rp 415 per kWh
  • Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp 605 per kWh.

Beli Token Listrik Rp 100.000 Dapat Berapa kWh?

Setelah mengetahui rincian tarif listrik Februari 2026, masyarakat perlu mengetahui berapa kWh yang didapat jika mereka membeli token dalam jumlah tertentu.

Pada layanan listrik prabayar yang menggunakan token, pelanggan terlebih dahulu membeli energi listrik dalam satuan kilowatt hour (kWh), bukan sekadar saldo uang. 

Energi tersebut akan terus berkurang sesuai pemakaian hingga perlu diisi ulang.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto, mengatakan bahwa sistem prabayar dirancang agar pelanggan dapat memantau sekaligus mengontrol konsumsi listrik sejak awal.

“Pada sistem prabayar, pelanggan membeli alokasi energi listrik dalam jumlah tertentu. Alokasi ini digunakan oleh seluruh peralatan listrik di rumah dan akan berkurang seiring pemakaian. Karena itu, total energi tersedia dalam satuan kilowatt hour (kWh),” ujar Gregorius dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (27/1/2026).

Dalam praktiknya, energi listrik yang tersedia digunakan secara bersama oleh seluruh peralatan rumah tangga. 

Tidak ada pembagian berdasarkan fungsi alat, sehingga pemakaian akan mengurangi total kWh yang tersisa di meteran.

Selain itu, pembelian token listrik prabayar tidak langsung dikonversi penuh menjadi energi. 

Ada beberapa komponen potongan di awal, seperti Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang ditetapkan pemerintah daerah dan biaya administrasi sesuai kanal pembayaran.

Untuk transaksi di atas Rp 5.000.000 dikenakan bea materai.

Sebagai gambaran, pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA yang membeli token listrik Rp 100.000 akan terkena potongan PPJ dan biaya administrasi. 

Setelah dikurangi, nilai yang dikonversi menjadi energi listrik berkisar antara Rp 90.000 hingga Rp 94.000.

Dengan tarif listrik rumah tangga 1.300 VA sebesar Rp 1.444,70 per kWh, nilai tersebut setara dengan sekitar 63 sampai 65 kWh. 

Jumlah inilah yang masuk ke meteran dan akan berkurang sesuai penggunaan listrik sehari-hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang