Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Resmikan SPKLU ke-5.000 di Tanjung Priok
Di kawasan dengan mobilitas logistik dan aktivitas masyarakat yang tinggi yaitu Jakarta Utara, PLN menghadirkan SPKLU Center Tanjung Priok sebagai penanda beroperasinya SPKLU ke-5.000 di Indonesia. Semangat kebangkitan di hari Peringatan Hari Kebangkitan Nasional diterjemahkan melalui langkah konkret memperkuat infrastruktur kendaraan listrik di Tanah Air.
PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi Jakarta Raya meresmikan pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU ke-5.000 di Indonesia, Rabu (20/5/2026). Fasilitas tersebut berlokasi di PLN UP3 Tanjung Priok, kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat mobilitas warga, logistik, dan aktivitas ekonomi Jakarta Utara.
Peresmian ini dihadiri Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto, General Manager PLN UID Jakarta Raya Moch. Andy Adchaminoerdin, serta Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Setiawan. Kehadiran mereka menandai bahwa pembangunan infrastruktur kendaraan listrik tidak lagi hanya dipandang sebagai urusan teknis penyediaan daya, tetapi juga bagian dari perubahan cara masyarakat bergerak, bekerja, dan beradaptasi dengan energi yang lebih bersih.
Adi mengatakan, peresmian SPKLU ke-5.000 menjadi tonggak penting bagi PLN dalam memperluas ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Menurut dia, pengembangan SPKLU dilakukan sejalan dengan pertumbuhan kendaraan listrik yang terus meningkat dari waktu ke waktu.
“SPKLU ke-5.000 ini kami bangun sesuai dengan pertumbuhan kendaraan listrik yang semakin lama semakin banyak. SPKLU sudah tersedia di mana-mana di seluruh Indonesia, semoga masyarakat semakin nyaman dan tidak ragu menggunakan kendaraan listrik. PLN sangat mendukung dan berupaya menunjang perkembangan kendaraan listrik sesuai dengan program pemerintah mencapai net zero emissions,” kata Adi.
Bagi pengguna kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya bukan sekadar fasilitas tambahan. Keberadaannya menentukan perencanaan perjalanan, kenyamanan berkendara, hingga keyakinan bahwa kendaraan listrik dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Karena itu, SPKLU Center Tanjung Priok tidak hanya dihadirkan sebagai satu titik pengisian baru. Fasilitas ini dibangun dengan konsep pusat layanan pengisian daya yang menyediakan beberapa mesin pengisi dengan kapasitas berbeda dalam satu area. Pengguna dapat memilih jenis pengisian sesuai kebutuhan, baik ketika membutuhkan pengisian cepat maupun saat memiliki waktu parkir lebih lama.
SPKLU Center Tanjung Priok dilengkapi dua unit Ultra Fast Charging 200 kilowatt, enam unit Ultra Fast Charging 120 kilowatt, serta satu unit Medium Charging 22 kilowatt. Seluruh unit tersedia dengan konektor CCS2 dan AC sehingga dapat digunakan oleh berbagai jenis kendaraan listrik.
Selain itu, sejumlah pemberitaan juga mencatat bahwa fasilitas ini dilengkapi dua unit SPKLU roda dua dan dua unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum atau SPBKLU. Kehadiran fasilitas untuk kendaraan roda dua memperluas cakupan layanan, mengingat mobilitas masyarakat perkotaan tidak hanya bertumpu pada mobil listrik, tetapi juga sepeda motor listrik.
Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, SPKLU Center Tanjung Priok juga dilengkapi fasilitas penunjang, seperti lounge, fasilitas pengisian angin ban, kamar kecil, serta vending machine. Dengan fasilitas tersebut, proses pengisian daya tidak lagi diposisikan sebagai waktu tunggu yang pasif, tetapi sebagai bagian dari pengalaman mobilitas yang lebih nyaman.
Adi menegaskan, PLN akan terus menyesuaikan pengembangan infrastruktur dengan kebutuhan pengguna kendaraan listrik yang terus bertambah. Menurut dia, semakin luas titik pengisian daya, semakin besar pula kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik.
“PLN terus menyesuaikan pengembangan infrastruktur dengan kebutuhan pengguna kendaraan listrik yang berkembang pesat. Kehadiran SPKLU ke-5.000 ini memperluas akses pengisian daya di titik strategis, sehingga pengguna dapat melakukan perjalanan dan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. PLN akan terus menambah infrastruktur pengisian agar layanan semakin mudah dijangkau di berbagai wilayah,” ujar Adi.
General Manager PLN UID Jakarta Raya Moch. Andy Adchaminoerdin mengatakan, konsep SPKLU Center di Tanjung Priok dihadirkan agar masyarakat memiliki pilihan pengisian daya yang lebih lengkap dalam satu lokasi.
“Kami menghadirkan SPKLU Center di Tanjung Priok agar masyarakat memiliki opsi pengisian daya dalam satu lokasi yang lengkap. Pengguna bisa menyesuaikan dengan kebutuhan waktunya, sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan lancar,” ujar Andy.
Dalam konteks Jakarta, fleksibilitas waktu menjadi hal penting. Pengguna kendaraan listrik tidak selalu memiliki kebutuhan yang sama. Ada pengguna yang membutuhkan pengisian cepat sebelum kembali bekerja, ada pula yang mengisi daya sambil menunggu atau beristirahat. Dengan beberapa kapasitas charger dalam satu area, SPKLU Center memberi ruang pilihan bagi berbagai pola mobilitas tersebut.
Kegiatan peresmian ini juga mengusung semangat “Betawi Electrifying Lifestyle”, sebuah pesan yang mengaitkan identitas lokal Jakarta dengan gaya hidup modern berbasis energi bersih. Melalui pendekatan ini, kendaraan listrik tidak diposisikan sebagai teknologi yang jauh dari keseharian warga, tetapi sebagai bagian dari perubahan gaya hidup yang dapat diakses dan digunakan masyarakat.
Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Setiawan mengapresiasi langkah PLN dalam memperluas infrastruktur kendaraan listrik di wilayah Jakarta Utara. Menurut dia, kehadiran SPKLU Center merupakan bagian dari upaya bersama untuk mendorong transformasi Jakarta menjadi kota yang modern, inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Kami menyampaikan selamat atas peresmian SPKLU ke-5.000 ini, semoga langkah baik ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ucap Fredy.
Dalam sejumlah pemberitaan, Fredy juga menilai keberadaan SPKLU bukan semata penyediaan fasilitas pengisian daya. Lebih jauh, fasilitas ini menjadi langkah penting untuk mempercepat transisi masyarakat menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan.