Ibu Punya Peran Krusial Menentukan Vaksinasi Anak, Dokter Ingatkan Bahaya Hoaks
Peran ibu dinilai memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan kesadaran dan keputusan keluarga terkait vaksinasi anak.
Seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan preventif, ibu kerap menjadi pihak yang paling aktif dalam menentukan langkah perlindungan kesehatan bagi anggota keluarga, khususnya anak.
CEO Bumame, James Andrew Wihardja mengatakan, kebutuhan layanan kesehatan keluarga terus berkembang, mulai dari program kehamilan hingga pemantauan kesehatan anak.
“Kami melihat bahwa kebutuhan layanan kesehatan keluarga semakin berkembang. Mulai dari pemeriksaan kesehatan selama program kehamilan, vaksinasi anak, hingga pemantauan kesehatan secara rutin,” jelasnya dalam Media Gathering Bumame bertema ‘Masa Depan Kesehatan Anak Indonesia’, di Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).
Ibu sering menjadi pengambil keputusan kesehatan keluarga
(Kiri ke kanan) Vaksinolog & Internis, sekaligus Chief Medical Advisor dari Imuni dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, FINASIM, FRSPH, FRCP dan CEO Bumame, James Andrew Wihardja dalam Media Gathering Bumame bertema ‘Masa Depan Kesehatan Anak Indonesia’, di Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).
Menurut James, pengalaman selama pandemi Covid-19 menunjukkan, bahwa perempuan sering kali menjadi pihak yang mengambil keputusan terkait kesehatan keluarga.
“Kami belajar dari masa pandemi, sering kali pembuat keputusan yang berhubungan dengan kesehatan itu adalah perempuan, baik itu ibu maupun anak,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut turut memengaruhi meningkatnya kesadaran tentang pentingnya vaksinasi pada anak.
Perkembangan informasi kesehatan yang semakin mudah diakses membuat banyak ibu kini lebih memahami kebutuhan imunisasi anak sejak dini.
“Menurut saya, di Indonesia ini vaksin yang berkaitan dengan ibu dan anak itu sangat besar gitu kan, karena ibu-ibu zaman sekarang ini sudah hafal dan tahu kebutuhan vaksin anaknya,” kata James.
Ia menambahkan, fenomena ini mencerminkan perubahan pola pikir masyarakat yang mulai mengutamakan pencegahan penyakit dibandingkan hanya mengobati ketika sudah sakit.
Pendekatan kesehatan yang berfokus pada pencegahan, termasuk melalui vaksinasi, dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas kesehatan keluarga dalam jangka panjang.
Vaksinasi anak penting untuk mencegah penyakit serius
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, FINASIM, FRSPH, FRCP menjelaskan, vaksinasi pada anak tetap menjadi salah satu intervensi kesehatan paling penting dalam mencegah penyakit berbahaya.
“Vaksinasi pada anak sangat krusial karena banyak penyakit serius yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi lengkap sejak usia dini,” jelas dr. Dirga.
Menurutnya, vaksinasi dasar yang diberikan pada masa kanak-kanak memiliki peran penting dalam membentuk perlindungan jangka panjang terhadap berbagai penyakit infeksi.
“Dalam beberapa kasus, vaksinasi pada orang dewasa lebih bersifat sebagai booster, dengan asumsi bahwa vaksinasi dasar lengkap sudah dilakukan saat masih kanak-kanak,” jelas dr. Dirga.
Hoaks masih menjadi tantangan
Meski kesadaran masyarakat terhadap vaksinasi meningkat, tantangan masih muncul dalam bentuk penyebaran informasi yang tidak akurat di media sosial.
“Betul, awareness soal vaksin ini meningkat sekali, bahkan ibu-ibu itu sudah paham betul vaksin anak-anaknya. Namun, tantangannya ada di hoax yang berbedar,” ujar dr. Dirga.
Ia menilai upaya edukasi yang berkelanjutan sangat penting untuk membantu masyarakat membedakan informasi kesehatan yang benar dan yang menyesatkan.
“Maka, penting untuk mencegah beredarnya hoax di media sosial agar bisa mempermudah akses vaksinasi demi perlindungan anak,” tambahnya.
Upaya mempermudah akses vaksinasi anak
(Kiri ke kanan) Vaksinolog & Internis, sekaligus Chief Medical Advisor dari Imuni dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, FINASIM, FRSPH, FRCP dan CEO Bumame, James Andrew Wihardja dalam Media Gathering Bumame bertema ‘Masa Depan Kesehatan Anak Indonesia’, di Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).
Selain faktor informasi, kesibukan orangtua di wilayah perkotaan juga kerap menjadi alasan tertundanya vaksinasi anak.
Padahal, kesadaran terhadap pentingnya imunisasi sebenarnya terus meningkat di kalangan orang tua muda, terutama generasi milenial.
Melihat kondisi tersebut, Bumame bersama Imuni menyediakan layanan vaksinasi anak dengan sistem walk-in di Klinik Bumame.
Layanan ini telah tersedia di Bumame BSD sejak 9 Februari lalu dan akan menyusul di Bumame TB Simatupang serta Bumame Cideng mulai 24 Maret 2026.
Melalui kolaborasi ini, Bumame berharap masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan vaksinasi tanpa harus melalui proses yang rumit.
Dengan akses yang lebih praktis dan layanan kesehatan yang terintegrasi, keluarga diharapkan dapat semakin proaktif dalam melakukan langkah pencegahan penyakit sejak dini, termasuk melalui vaksinasi anak secara lengkap.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang