Dokter Ingatkan Bahaya Kecanduan Drakor dan Dracin, Bisa Bahayakan Punggung dan Jantung

kesehatan, drakor, dracin, punggung, olahraga, Aquarobic, Dokter Ingatkan Bahaya Kecanduan Drakor dan Dracin, Bisa Bahayakan Punggung dan Jantung

Kehadiran drama Korea (drakor) dan drama China (dracin) telah mencuri perhatian masyarakat Indonesia,

Namun, di balik hobi baru tersebut, ada beberapa risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.

Ketertarikan yang mendalam terhadap alur cerita yang menarik, penampilan para aktor yang menawan, dan banyaknya kejutan dalam plot, dapat membuat seseorang terjebak dalam maraton menonton yang berdampak buruk pada postur tubuh dan memicu nyeri.

Hal ini menjadi topik menarik dalam talkshow kesehatan yang diadakan di Aula RS Sari Asih, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Sabtu (17/1/2026).

Bahaya menonton drakor dan dracin nonstop

Prof. DR. dr. Maria Regina Rachmawati, spesialis rehabilitasi medis, menjelaskan bahwa kebiasaan menonton drakor dan dracin secara berkelanjutan bisa menyebabkan seseorang jadi kurang bergerak.

Kebiasaan ini tentu dapat mengganggu kualitas hidup, di mana posisi duduk yang salah atau terlalu lama dapat memicu nyeri pada punggung, leher, dan bahu.

"Duduk terlalu lama juga meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung, serta mengganggu pola tidur yang bisa berujung pada kelelahan dan suasana hati yang buruk," jelasnya.

Prof. Maria menekankan bahwa menonton bisa menjadi hobi yang sehat jika disertai dengan aktivitas fisik.

Beberapa solusi yang disarankan adalah membatasi waktu menonton, misalnya maksimal 12 episode dalam sehari, dan mengintegrasikan olahraga dalam rutinitas harian.

Olahraga memiliki banyak manfaat, seperti mencegah otot menjadi kaku dan menjaga stabilitas sendi untuk menghindari peradangan yang memicu nyeri.

"Dengan berolahraga, otot terbentuk dan cadangan energi meningkat, sehingga tubuh terasa lebih bertenaga," tambahnya.

Upaya pengobatan nyeri

Bagi mereka yang sudah mengalami nyeri, olahraga air seperti hidroterapi bisa menjadi pilihan yang baik.

Aktivitas dalam air tidak hanya menyegarkan tetapi juga membawa banyak manfaat, seperti meredakan nyeri otot, mengurangi stres, dan memperbaiki kualitas hidup.

Air memberikan daya apung yang membuat tubuh terasa lebih ringan, sehingga ideal bagi orang yang memiliki masalah nyeri punggung atau lutut, bahkan bagi yang mengalami obesitas.

Sedangkan aquarobik, menurut Rizal Umami, pelatih Aquarobic Health Club, adalah bentuk latihan yang menggabungkan unsur aerobik dengan aktivitas fisik di dalam air.

Metode ini dirancang untuk meningkatkan kebugaran kardiovaskular, kekuatan otot, dan fleksibilitas tubuh dengan risiko cedera yang minimal.

Selain itu, aquarobic juga bisa membantu menurunkan stres dan meningkatkan kesehatan mental.

Yenny Mangoendaan, konselor kesehatan mental dan hipnoterapis, menambahkan bahwa aquarobic adalah solusi ideal bagi masalah kesehatan mental, terutama di kalangan remaja dan pekerja perkotaan.

Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 15,5 juta remaja di Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental, sedangkan akses terhadap layanan masih sangat terbatas.

Penelitian menunjukkan bahwa aquarobic tidak hanya berfungsi sebagai olahraga rekreasi, tetapi juga memberikan dampak fisiologis yang signifikan, mendukung kesehatan jantung dan proses rehabilitasi.

Dengan kata lain, aquarobic bisa meningkatkan kebugaran fisik serta berperan dalam keseimbangan hormonal yang penting bagi kesehatan jangka panjang.

Selain menjaga pola makan yang sehat, penting bagi kita untuk memperhatikan kebutuhan tubuh akan aktivitas fisik, terutama bagi mereka yang berusia 40 tahun ke atas.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang