Anak Susah Makan? Dokter Ingatkan Evaluasi Feeding Rules Sebelum Curiga Penyakit

Anak Susah Makan? Dokter Ingatkan Evaluasi Feeding Rules Sebelum Curiga Penyakit

Menghadapi anak yang melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM) atau susah makan sering kali membuat para orangtua merasa kebingungan.

Kekhawatiran akan berat badan anak yang seret kerap memicu kepanikan, hingga orangtua buru-buru mencurigai adanya penyakit tertentu pada anak.

Sebelum memeriksakan anak untuk penyakit sekunder yang menyebabkan mereka susah makan, misalnya tuberkulosis (TBC) atau anemia, langkah pertama yang wajib dievaluasi adalah praktik pemberian makannya (feeding rules).

"Feeding rules sudah benar atau belum? Kalau feeding rules-nya salah, ini berarti diagnosisnya bukan TBC lah, bukan infeksi saluran kencing lah, bukan anemia lah. Diagnosisnya cuma inappropriate feeding practice. Cara pemberian makan yang salah".

Hal ini disampaikan oleh dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A dalam acara Health Corner bertajuk "Pejuang Berat Badan Anak: Nutrisi Tepat, Tumbuh Hebat" di Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).

Detail aturan feeding rules

Menurut dokter spesialis anak yang berpraktik di Tzu Chi Hospital PIK itu, pemberian makan yang tepat harus mengacu pada jadwal, lingkungan, dan prosedur yang teratur.

Anak Susah Makan? Dokter Ingatkan Evaluasi Feeding Rules Sebelum Curiga Penyakit

dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A (ujung kanan) dalam acara Health Corner bertajuk Pejuang Berat Badan Anak: Nutrisi Tepat, Tumbuh Hebat di Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengedukasi metode responsive feeding, yaitu ketika orangtua harus mengerti sinyal kenyang dan lapar anak.

Berikut adalah rincian feeding rules yang harus dipatuhi orangtua:

Jadwal

Anak harus memiliki jadwal makanan utama dan makanan selingan (snack) yang teratur, yaitu tiga kali makanan utama dan dua kali makanan kecil di antaranya.

Waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit. Susu dapat diberikan dua hingga tiga kali sehari, dan anak hanya boleh mengonsumsi air putih di antara waktu makan.

Lingkungan

Ciptakan lingkungan yang menyenangkan dan hindari segala bentuk paksaan saat anak makan. Pastikan tidak ada distraksi seperti mainan, televisi, atau perangkat gawai. Orangtua juga dilarang memberikan makanan sebagai hadiah.

Prosedur

Selalu dorong anak untuk makan sendiri. Bila anak menunjukkan tanda tidak mau makan, seperti mengatupkan mulut, memalingkan kepala, atau menangis, tawarkan kembali makanan secara netral tanpa membujuk atau memaksa. Bila setelah 10-15 menit anak tetap menolak, akhiri proses makan tersebut.

Anak Susah Makan? Dokter Ingatkan Evaluasi Feeding Rules Sebelum Curiga Penyakit

Ilustrasi anak susah makan.

Namun, penerapan aturan pemberian makan baru bisa dimulai ketika anak berusia empat bulan, dimulai dari jadwal pemberian makan yang ketat.

Pada anak berusia nol sampai tiga bulan, mereka minum susu semaunya. Pada usia empat sampai enam bulan, pemberian susu harus sudah mulai mengikuti jadwal yang diatur oleh orangtua.

Penyusunan jadwal pemberian susu tersebut bisa disesuaikan dengan anjuran dari dokter anak masing-masing agar lebih tepat dengan kondisi anak masing-masing.

"Boleh dikonsultasikan ke dokter anak masing-masing. Semakin usia anak bertambah, makannya juga harus semakin banyak," kata dr. Ian.

Prinsip "tiga tepat" dan wajib protein hewani

Dokter Ian menegaskan pentingnya prinsip "tiga tepat" dalam pemberian asupan anak. Alias, pemberian makanan pada waktu yang tepat, dengan cara yang tepat, dan mengandung komposisi yang tepat.

Perihal komposisi, selain sayur dan buah, kehadiran karbohidrat dan protein hewani sifatnya wajib ada di piring anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sangat merekomendasikan protein hewani, seperti daging, telur, atau susu, karena perannya yang krusial dalam mencegah stunting.

"Protein hewani itu asam aminonya lengkap, nilai nutrisinya juga banyak, mengandung zat besi yang juga lebih bagus, mengandung kandungan-kandungan nutrisi yang jauh diperlukan, dan jauh lebih banyak diperlukan daripada protein nabati," terang dr. Ian.

Namun, bukan berarti orangtua hanya memberi anak protein hewani. Dokter Ian tetap merekomendasikan asupan bergizi seimbang, yang turut mencaku karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

Anak Susah Makan? Dokter Ingatkan Evaluasi Feeding Rules Sebelum Curiga Penyakit

Ilustrasi anak makan. Menerapkan pola makan sehat, cukup tidur, dan olahraga rutin dapat membantu mengurangi risiko pubertas dini pada anak dan mendukung tumbuh kembang optimal.

Sinyal bahaya dan intervensi medis

Lebih lanjut, dr. Ian mengingatkan orangtua untuk peka terhadap porsi makan yang masuk. Jumlah asupan harus dikonsultasikan karena seiring bertambahnya usia, porsi makan anak seharusnya makin banyak, seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

"Ini menjadi alarm. Kok anak umur sembilan bulan, sekali makan cuma 30 ml? Itu udah bahaya tuh ya," tutur dr. Ian.

Jika seluruh feeding rules sudah dijalankan dengan ketat, tetapi berat badan anak stagnan atau turun, pihak medis akan melakukan skrining penyakit penyerta.

"Kalau anak makannya sudah banyak, kalori yang masuk sudah banyak, tapi berat badannya enggak banyak naiknya, itu baru mungkin penyakit," ucap dia.

Jika hasilnya nihil, dokter akan mengevaluasi tipe makan sang anak.

"Jangan-jangan anaknya tipe small eaters (makan dalam porsi sedikit). Jangan-jangan anaknya picky eaters, selective eaters, dan lain sebagainya. Itu baru kita milih strateginya apa," ungkap dr. Ian.

Jika strategi penyesuaian tipe makan masih dirasa kurang, dokter akan memastikan anak mendapat asupan kalori lebih besar untuk mengejar ketertinggalannya, yakni dengan pemberian susu tinggi kalori (sutingkal).

Sutingkal adalah intervensi medis untuk mendongkrak asupan kalori anak secara optimal. Tentunya, pemberian sutingkal harus berdasarkan arahan dan di bawah pengawasan dokter anak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang