Olahraga Setelah Berbuka Lebih Aman, Dokter Jelaskan Alasannya

olahraga setelah berbuka, intensitas olahraga, berolahraga saat puasa, Olahraga Setelah Berbuka Lebih Aman, Dokter Jelaskan Alasannya, Tubuh sudah mendapatkan energi dan cairan, Intensitas olahraga bisa lebih tinggi, Tetap perhatikan kebutuhan nutrisi, Hindari makanan tertentu

Olahraga setelah berbuka puasa menjadi waktu yang lebih aman bagi orang yang ingin tetap aktif selama Ramadhan karena tubuh sudah kembali mendapatkan energi dan cairan.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga RS Pondok Indah, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O, mengatakan olahraga setelah berbuka memungkinkan tubuh menjalankan aktivitas fisik dengan kondisi yang lebih siap.

“Olahraga setelah berbuka dapat dilakukan dengan intensitas tinggi,” ujar dr. Risky kepada pada Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa kondisi tubuh setelah berbuka berbeda dibandingkan saat masih berpuasa karena tubuh sudah mulai mendapatkan kembali asupan energi.

Tubuh sudah mendapatkan energi dan cairan

Saat berbuka puasa, tubuh kembali mendapatkan sumber energi dari makanan dan minuman.

Kondisi ini membuat tubuh lebih siap untuk melakukan aktivitas fisik dibandingkan saat masih berpuasa. Energi yang masuk membantu tubuh menjalankan aktivitas olahraga dengan lebih stabil.

Selain itu, asupan cairan juga membantu mencegah tubuh mengalami kekurangan cairan saat berolahraga.

Intensitas olahraga bisa lebih tinggi

olahraga setelah berbuka, intensitas olahraga, berolahraga saat puasa, Olahraga Setelah Berbuka Lebih Aman, Dokter Jelaskan Alasannya, Tubuh sudah mendapatkan energi dan cairan, Intensitas olahraga bisa lebih tinggi, Tetap perhatikan kebutuhan nutrisi, Hindari makanan tertentu

Ilustrasi olahraga.Dokter olahraga dr. Risky Dwi Rahayu menjelaskan bahwa olahraga setelah berbuka puasa lebih aman karena tubuh sudah kembali mendapatkan energi dan cairan.

Olahraga setelah berbuka juga memungkinkan seseorang melakukan latihan dengan intensitas yang lebih tinggi.

Risky menjelaskan bahwa tubuh yang sudah mendapatkan energi dapat menjalankan aktivitas fisik dengan lebih optimal.

Kondisi ini membuat olahraga setelah berbuka sering menjadi pilihan bagi orang yang ingin tetap menjaga performa latihan selama bulan puasa.

Meski demikian, intensitas olahraga tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Tetap perhatikan kebutuhan nutrisi

Selain waktu olahraga, pemenuhan nutrisi juga perlu diperhatikan bagi orang yang berolahraga saat puasa.

Risky menjelaskan bahwa sahur dan berbuka puasa sebaiknya tetap mempertimbangkan kecukupan zat gizi.

“Sahur dan berbuka puasa sebaiknya tetap mempertimbangkan kecukupan zat gizi seperti karbohidrat kompleks, protein berkualitas baik, lemak, dan cairan,” jelasnya.

Karbohidrat kompleks membantu menjaga energi tubuh lebih stabil. Protein berkualitas baik juga penting untuk membantu mempertahankan massa otot bagi orang yang rutin berolahraga.

Hindari makanan tertentu

Pemilihan makanan saat berbuka juga perlu diperhatikan agar tidak mengganggu aktivitas olahraga. Risky mengingatkan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi gorengan dan gula sederhana.

Jenis makanan tersebut dapat memberikan energi yang cepat tetapi tidak membantu menjaga stamina tubuh dalam waktu lama.

Pemilihan makanan yang tepat membantu tubuh tetap bertenaga selama menjalani puasa sekaligus mendukung aktivitas olahraga.

Olahraga setelah berbuka puasa dapat menjadi waktu yang lebih aman karena tubuh sudah kembali mendapatkan energi dan cairan.

Pengaturan waktu latihan serta pemenuhan nutrisi yang cukup saat sahur dan berbuka membantu tubuh tetap bugar selama menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang