PWNU Jatim Ingatkan NU Tak Sibuk Dekati Kekuasaan: Lebih Penting Dekat Allah
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengingatkan bahwa NU tidak perlu sibuk melakukan pendekatan kepada kekuasaan ataupun politik.
Hal tersebut disampaikan Gus Kikin saat kunjungan silaturahmi Tim Syuriah dan Tanfidziyah PWNU Jatim ke PCNU Banyuwangi dan Situbondo, dalam keterangan tertulis, Kamis, 20 November 2025.
"Yang lebih penting melakukan pendekatan kepada Allah SWT," kata Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang itu
Gus Kikin mengapresiasi Pengurus Cabang NU yang menata MWC NU (NU tingkat kecamatan) dan Ranting/Anak Ranting (NU tingkat kelurahan/ desa), karena gerakan NU ujung tombaknya adalah di anak ranting.
"NU mulai terbang lagi setelah kembali ke Khittah NU, yang diperjuangkan KH Wahab Chasbullah sejak tahun 1971 dan akhirnya diputuskan pada tahun 1984 pada saat dipimpin Gus Dur," ujarnya
Menurut Gus Kikin, agenda atau program penting PWNU adalah melakukan konsolidasi mulai dari PCNU, MWCNU dan Ranting NU agar nyambung dan sinergi, karena MWCNU dan Ranting itu memang yang paling penting/vital di NU.
"Untuk PCNU Banyuwangi, PWNU Jatim mengapresiasi penataan aset yang sudah dilakukan, kemudian pengkaderan dengan melakukan tujuh kali PDPKP selama satu tahun, sehingga PCNU Banyuwangi memiliki 2.500 kader yang siap menggerakkan NU di tingkat bawah," katanya.
Ketua PCNU Banyuwangi KH Sunandi juga menyampaikan gerakan ekonomi melalui MWC yang membuat lapak 99.
"PCNU memberi support MWC-NU dengan memberikan dana 50 persen dari total yang diperoleh PCNU dari Rumah Sakit NU Rp100 juta," katanya.