Keju Sedikit Berjamur, Tetap Dimakan Atau Buang?

Keju Sedikit Berjamur, Tetap Dimakan Atau Buang?, Mengenal keju dan jamur yang tumbuh di dalamnya, Kapan jamur pada keju masih aman dibuang?, Cara mencegah keju cepat berjamur, Kesimpulan

Saat sedang membuat sandwich, Anda mungkin pernah menemukan sepotong keju cheddar yang muncul titik kecil jamur di permukaannya.

Lalu pertanyaannya muncul: apakah harus langsung dibuang, atau cukup dipotong bagian yang berjamur dan sisanya masih aman dimakan?

Ternyata, jawabannya tergantung pada jenis kejunya.

Mengenal keju dan jamur yang tumbuh di dalamnya

Keju dibuat dari susu yang diberi garam, bakteri baik, dan kadang enzim rennet untuk mengentalkan susu.

Mikroba yang berperan dalam proses pembuatan ini akan tetap aktif selama penyimpanan, sehingga tak jarang menghasilkan jamur berwarna biru, putih, hingga abu-abu di permukaannya.

Kapan jamur pada keju masih aman dibuang?

Tidak semua jamur berbahaya, tapi memahami jenis keju sangat penting sebelum memutuskan untuk memakan atau membuangnya.

1. Keju keras dan semi-keras: Masih bisa diselamatkan

Untuk keju seperti cheddar, Parmigiano-Reggiano, atau Swiss, kandungan airnya sangat rendah. Ini membuat jamur sulit menembus bagian dalam keju.

Keju Sedikit Berjamur, Tetap Dimakan Atau Buang?, Mengenal keju dan jamur yang tumbuh di dalamnya, Kapan jamur pada keju masih aman dibuang?, Cara mencegah keju cepat berjamur, Kesimpulan

Ilustrasi keju cheddar.

“Potong setidaknya satu inci di sekitar dan di bawah area berjamur. Jamur biasanya hanya tumbuh di permukaan keju keras,” kata ahli gizi Melanie Marcus, MA, RD.

Pastikan tidak menyentuh bagian jamur menggunakan tangan atau pisau agar tidak menyebarkan spora.

2. Keju lunak biasa

Keju lembut seperti cream cheese, cottage cheese, atau keju yang memiliki kelembapan tinggi lainnya harus dibuang seluruhnya jika ada sedikit saja jamur.

Karena teksturnya lembut, jamur bisa tumbuh jauh ke dalam dan tidak terlihat di permukaan.

4. Keju parut, iris, atau remah: Tidak bisa diselamatkan

Menurut Mayo Clinic, semua produk keju yang sudah diparut, diiris, atau diremah harus dibuang seluruh paketnya jika muncul jamur.

Cara mencegah keju cepat berjamur

1. Jangan menimbun keju

Beli keju sesuai kebutuhan. Menyimpan terlalu banyak membuatnya lebih mudah berjamur.

2. Bungkus dengan benar

Gunakan parchment paper atau kertas wax agar keju bisa “bernapas” tanpa menumpuk kelembapan.

3. Jangan disimpan terlalu lama

Keju yang disimpan terlalu lama bisa menyerap aroma makanan lain di kulkas dan rasanya berubah.

  • Gunakan keju dalam 3–4 hari agar tidak sempat ditumbuhi jamur.
  • Jangan biarkan keju di suhu ruang lebih dari dua jam.

4. Jaga kebersihan laci keju

Laci penyimpanan keju di kulkas wajib dibersihkan secara rutin untuk mencegah kontaminasi silang spora jamur.

Kesimpulan

  • Keju keras dan semi-keras umumnya aman dikonsumsi setelah memotong bagian berjamur.
  • Keju lunak, keju krim, dan keju yang sudah diparut/diiris harus langsung dibuang jika berjamur.
  • Penyimpanan yang benar adalah kunci agar keju tetap segar dan tidak cepat rusak.
  • Jadi, lain kali Anda menemukan sedikit jamur pada cheddar, jangan panik dulu, lihat dulu jenis kejunya!
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang